Perbaikan Jembatan Karangrejo, Warga di Sekitar Jembatan Alternatif Dulang Untung

bacasaja.id
Antre, warga bergantian melewati jembatan Gendingan - Sukowiyono.

BACASAJA.ID - Penutupan jembatan Karangrejo yang menghubungkan Desa/Kecamatan Karangrejo dan Desa Boro Kecamatan Kedungwaru mendatangkan keuntungan sendiri bagi warga Gendingan.

Pasalnya sejak jembatan Karangrejo ditutup pada Jum’at (10/9/21) lalu, jembatan penolong di Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru dan Sukowiyono Kecamatan Karangrejo menjadi jalan alternatif bagi warga yang biasanya melewati Jembatan Karangrejo.

Baca juga: Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Padahal jembatan beton ini lebarnya hanya 1,5 meter. Sehingga harus dilewati secara bergantian dari dua arah.

Untuk mengatur kelancaran arus kendaraan ini, pemuda di 2 desa melakukan pengaturan arus kendaraan yang hendak melewati jembatan.

Di ujung kedua jembatan diletakan kotak sumbangan sukarela bagi pengendara yang lewat.

Ada yang menyumbang 2 ribu, 5 ribu atau bahkan 10 ribu.

“Uangnya dikumpulkan untuk mushola dan lingkungan,” ujar Nurokhman, relawan yang bertugas mengatur kelancaran arus di jembatan ini, Kamis (16/9/21).

Sebagian uang itu dibagi rata untuk petugas yang berjaga. Rata-rata mereka mengantongi hingga 75 ribu perhari.

Petugas pengaturan dibagi 4 shift, mulai pukul 6 hingga malam hari.

“Kalau gak dijaga pemotor saling berebut masuk jembatan, akhirnya macet di tengah-tengah,” ucapnya.

Baca juga: Siswi SMA di Tulungagung Melahirkan di Kamar Mandi, Bayinya Bernasib Tragis

Jika kendaraan dari Gendingan lewat, maka kendaraan dari Sukowiyono berhenti, begitu juga sebaliknya.

Menurutnya, keramaian jembatan ini dimulai sejak ditutupnya jembatan Karangrejo.

Biasanya, puncak keramaian terjadi pada pukul 7 pagi dan 4 sore, waktu pekerja berangkat dan pulang kerja.

Keramaian dapat bertambah pada Sabtu malam. Pada waktu ini, keramaian bisa terjadi hingga pukul 10 malam.

“Rencananya kan tiga bulan jembatan Karangrejo ditutup untuk perbaikan. Kami akan berjaga selama jembatan itu ditutup,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Milenial dan Tim Pemenangan Muda Tulungagung Siap Menangkan Ganjar-Mahfud

Kalau lagi ramai, antrean jembatan mengular hingga 100 meter. Jembatan ini merupakan akses terdekat bagi warga Kedungwaru untuk menuju wilayah Karangrejo dan sebaliknya bagi sepeda motor.

Sedang untuk mobil melewati jembatan Bendungan Majan di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru.

“Kalau pas ramai antrean sampai keluar gang, sekitar 100 meter panjangnya,” tandas Nurokhman.

Jembatan Karangrejo merupakan jembatan alternatif dari Kediri ke Trenggalek tanpa melewati pusat Kabupaten Tulungagung.

Jembatan ini diperbaiki hingga Desember 2021lantaran alas jembatan yang mulai rusak. (JP/t.ag/RG4).

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru