BACASAJA.ID - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa melakukan kunjungan ke Kabupaten Tulungagung, Jumat (01/10/2021).
Dalam kunjungannya itu, Suharso Monoarfa mendengarkan penjelasan Bupati Tulungagung Maryoto birowo tentang perkembangan beberapa proyek strategis nasional yang ada di Tulungagung, seperti proyek JLS (jalur Lintas Selatan), Selingkar wilis dan rencana pembangunan jalan tol Tulungagung-Kediri.
Baca juga: Anggota Komisi C Buchori Imron Kawal Proyek Infrastruktur Pemkot Surabaya, Ini Alasannya
“Saya dan pak Bupati tadi bicara tentang jalan tol Kediri-Tulungagung,” ucap Suharso Monoarfa singkat.
Suharso juga memuji keberhasilan Tulungagung dalam menurunkan kasus covid-19.
Sementara itu Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo dalam dialog yang dipaparkan kepada Suharso, usulan Kabupaten Tulungagung untuk JLS dan Selingkar Wilis bakal mendapat perhatian.
“Jika Tulungagung keberatan dalam pemeliharaan, maka diminta untuk merubah alih status jalan, dari jalan Kabupaten ke jalan nasional atau provinsi,” kata Maryoto selepas pertemuan dengan Suharso.
Baca juga: Anggota Komisi C Kawal Proyek Infrastruktur Surabaya dan Awasi Dana Kelurahan Rp 500 M
Maryoto melanjutkan, dalam pertemuan itu ada catatan khusus dari Suharso terkait proyek strategis nasional. Proyek strategis nasional diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulungagung.
“Sehingga apa yang dilaksanakan dinilai suatu keberhasilan,” jelasnya.
Disinggung progres dari proyek JLS dan Selingkar Wilis, Maryoto jelaskan saat ini masih berproses. Untuk JLS sudah mencapai 23 kilometer dari sekitar 50 kilometer yang direncanakan, sedang Selingkar Wilis masih 20 persen.
“Target kita tahun 2024 selesai,” katanya.
Baik JLS dan Selingkar Wilis merupakan proyek nasional yang pembiayaannya berasal dari APBN. Pihak Pemkab Tulungagung Cuma membantu pembangunan jalan sirip. (Jp/t.ag)
Editor : Redaksi