Banjir Gondang, BPBD Tulungagung Droping Air Bersih

bacasaja.id
Banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Gondang.

BACASAJA.ID - Hujan yang mengguyur wilayah barat Kabupaten Tulungagung pada Rabu (17/11/21) kemarin sore, sebabkan Kali Telu yang berada di Desa Notorejo Kecamatan Gondang meluap.

Akibatnya desa yang berada di sekitar aliran Kali Telu alami banjir, meski tak bagitu dalam merendam pemukiman warga.

Baca juga: Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Air pun juga tak menggenang lama, dalam beberapa jam sudah surut.

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Tulungagung, Soeroto jelaskan selepas surutnya air, warga yang rumahnya kebanjiran meminta dropping air bersih.

"Kita tadi mengirim 3 tangki, atau sekitar 12 ribu liter air bersih," ujar Soeroto, Kamis (18/11/21).

Pasalnya sumber air warga tak bisa digunakan karena terkena banjir. Air sungai juga memasuki pemukiman hingga setinggi 10 cm. Sedang di luar, air meluap hingga setinggi 15 cm.

Selain Desa Notorejo, banjir juga melanda sebagian Desa Sidem.

"Air itu untuk minum dan masak," jelasnya.

Baca juga: Atasi Banjir Lintas Wilayah, Wali Kota Eri Cahyadi Instruksikan Pengalihan Aliran Air di Kawasan Ketintang

Saat banjir terjadi, pihaknya sudah menurunkan tim untuk memantau banjir dan membantu warga.

Dari pantauanya, jalan di sekitar desa sudah kering, tinggal sisa-sisa banjir di halaman rumah warga.

Saat disinggung meluapnya sungai saat hujan, Soeroto sebut selain efek La Nina, luapan ini disebabkan adanya pendangkalan sungai.

Pendangkalan ini disebabkan endapan yang memerlukan normalisasi. Sayangnya anggaran normalisasi digunakan untuk penanganan covid, sehingga normalisasi harus ditunda.

Baca juga: Normalisasi Saluran Dipercepat, Pemkot Surabaya Pulihkan Osowilangun Pasca Banjir

"Masyarakat yang tidak sadar membuang sampah di sungai, sehingga tersumbat menyebabkan banjir," jelasnya.

Selain di Gondang, meluapnya air sungai saat hujan juga terjadi di Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir pada Kamis (11/11/21) lalu.

Meski demikian, Soeroto sebut kejadian banjir di Tulungagung masih aman dan tidak separah seperti yang terjadi di daerah Kota Batu. (JP/t.ag/RG4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru