Bagikan Beras Bergambar Puan Maharani, Arteria Dahlan Sebut PDIP Belum Tentukan Pengganti Jokowi

bacasaja.id
Arteria Dahlan bagikan beras bergambar Puan Maharani.

BACASAJA.ID - Tahun 2024 merupakan tahun politik. Tahun itu rakyat Indonesia bakal melakukan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung.

Beberapa nama yang rencananya bertarung dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden mulai bermunculan.

Baca juga: Puan Maharani Harap Idul Adha 2026 Jadi Momen Rajut Kepedulian Sosial

Mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Kang Emil, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Nama Ganjar Pranowo santer disebut sebagai next Jokowi. Dalam internal partai PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Ganjar harus bersaing dengan Puan Maharani yang merupakan cucu Proklamator RI Sukarno.

Lalu benarkah dalam tubuh PDIP terjadi perpecahan dalam menentukan calon RI 1?

Anggota DPR RI dari PDIP, Arteria Dahlan saat pembagian beras bergambar Puan Maharani mengatakan, hingga kini dari internal partai masih solid dan belum memikirkan pengganti Jokowi dalam bursa RI 1.

"Kita (partai) belum memikirkan itu, kita masih memikirkan membantu pak Jokowi untuk keluar dari permasalahan covid-19," jelas Arteria, Sabtu (01/1/2022).

Baca juga: Kasus Keracunan Massal, DPR Minta Evaluasi Total Program MBG!

Begitu juga proses penjaringan nama yang akan bertarung dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Menurutnya penjaringan akan dilakukan di tahun 2023 atau 2024 awal.

"Enggak ada, PDIP belum memunculkan satu nama pun, cuma orang-orang saja yang memunculkan nama," kata Arteria.

Nama-nama itu dimunculkan oleh komunitas diluar PDIP.

"Partai belum bergerak sedikitpun dalam penjaringan calon Presiden dan Wakil Presiden," tegasnya.

Baca juga: DPR Hapus Tunjangan Perumahan dan Moratorium Kunker, Puan: Semua Ketua Fraksi Sepakat

Arteria menolak kegiatan pembagian seribu paket beras bergambar Puan Maharani di Tulungagung ini sebagai bentuk penjaringan suara untuk kepentingan pemilihan Presiden.

Kegiatan yang dilakukan lebih bersifat konsolidasi internal partai untuk pemenangan dalam Pemilu 2024 mendatang.

Masing-masing kader menerima paket 5 kilogram beras yang dikemas dalam tas berwarna merah dan berstiker Puan Maharani. (JP/t.ag/RG4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru