BACASAJA.ID - Umat Tionghoa di Tulungagung mulai bersiap menyambut hari raya Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 1 Februari 2022.
Persiapan yang dilakukan salah satunya dengan menyiapkan ornamen, menghias dan membersihkan tempat ibadah Tri Dharma atau Klenteng Tjoe Tik Kiong di Jalan WR. Supratman.
Baca juga: Pelaksanaan Imlek di Tulungagung, Tetap Khidmat di Tengah Pandemi
Pengurus Klenteng, Rini Setyawati atau Tjio Jin Jin jelaskan persiapan yang dilakukan sudah mencapai 50 persen.
“Kita sudah memasang lampion,” terangnya.
Lampion-lampion ini akan dinyalakan pada malam tahun baru Imlek atau 31 Januari 2022.
Upacara Imlek identik dengan lampion berwarna merah. Dalam budaya Tionghoa, warna merah melambangkan kebahagiaan.
“Dan makanan pun juga harus yang manis-manis,” katanya.
Imlek tahun ini memasuki tahun 2573 penanggalan Tionghoa dengan shio Macan Air.
Wanita yang akrab disapa Rini ini jelaskan dalam Imlek tahun ini akan mengambil tema sederhana, lantaran masih dalam kondisi pandemi.
Baca juga: Indahnya Imlek di Jombang, Menghargai Perbedaan di Tengah Pandemi
“Kita enggak ada sembahyang bersama, nanti sembahyang perseorangan,” jelasnya.
Jumlah jemaat Klenteng Tjoe Tik Kiong selain dari Tulungagung juga berasal dari luar kota, salah satunya dari Blitar dan Trenggalek.
Jemaat dari Trenggalek lantaran di Trenggalek tidak ada klenteng. Sedang dari Blitar lantaran Klenteng Poo An Kiong terbakar habis pada 22 November 2021 lalu.
“Dari Klenteng Blitar kemaring sekitar 10 orang yang sembahyang di sini,” jelasnya.
Baca juga: Umat Tionghoa Tuban Doakan Wabah Covid-19 segera Berakhir
Selama pandemi ini, ritual yang dilakukan selama Imlek adalah Cisuak (buang sial).
Kepercayaan umat Tionghoa, ada 4 shio yang alami kesialan atau ciong, yaitu shio macan, babi, monyet dan ular.
“Bagi mereka yang kena ciong, itu buang sial (Cisuak),” katanya.
Sedang shio yang diprediksi bakal mengangguk rejeki melimpah adalah shio naga. (JP/t.ag/RG4)
Editor : Redaksi