Penerimaan Zakat Mal ASN Tulungagung Masih Minim

bacasaja.id
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo membayar zakat mal.

BACASAJA.ID - Potensi zakat mal (harta) ASN (Aparatur Sipil Negara) di Tulungagung belum maksimal.

Baznaz (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Tulungagung sebut baru 20 persen zakat mal yang terkumpul dari 14 ribuan ASN.

Ketua Baznaz Tulungagung, K.H Samsul Umam mengatakan jika seluruh ASN membayar zakat, maka potensi zakat yang terkumpul mencapai 15 milyar rupiah.

“Tahun lalu yang terkumpul sekitar 2,2 milyar rupiah,” jelas Samsul, Jum’at (21/4/22).

Kondisi ini hampir terjadi tiap tahun, potensi itu tak pernah menyentuh angka 100 persen. Salah satu kendalanya adalah ASN tak semuanya mempunyai sisa gaji, atau sudah habis.

Untuk mendorong serapan zakat itu, pihaknya meminta pada Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk membuat Instruksi Bupati tentang kewajiban zakat mal 2,5 persen bagi ASN.

“Memang perlu penekanan-penekanan seperti Surabaya, dipotong langsung,” jelasnya.

Lembaga yang sudah menerapkan pemotongan langsung gaji untuk zakat adalah Kementrian Agama.

Zakat yang dikumpulkan bakal disalurkan pada 200 lebih penerima. Mereka bakal menerima zakat sebesar 300 ribuan. Lalu pembiayaan sekolah 80 anak yatim/piatu.

“Kami sudah meluluskan 20 anak,” terangnya.

Sedang potensi zakat fitrah mampu terkumpul 5 milyar rupiah. Sementara itu Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo jelaskan semua ASN membayar zakat.

“Untuk zakat mal kita bayarkan sesuai dengan ketentuan,” katanya.

Disinggung tekhnis pembayaran zakat, Maryoto membebaskannya. Mereka bisa membayar langsung atau melalui pemotongan gaji.

Dalam kesempatan ini Maryoto membayar zakat Malnya sebesar 500 ribu rupiah (JP/t.ag/RG4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru