Sulitnya Sekolah SMA/SMK Karena Biaya, Wali Siswa Datangi Fraksi PDI Perjuangan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Hadrean Renanda dan diterima anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono dan Norma Yunita menerima beberapa orang tua murid jenjang pendidikan SMA/SMK
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Hadrean Renanda dan diterima anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono dan Norma Yunita menerima beberapa orang tua murid jenjang pendidikan SMA/SMK

i

SURABAYA - Beberapa orang tua murid jenjang pendidikan SMA/SMK di Kota Pahlawan “wadul” ke Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya terkait keberatan biaya pendidikan dan minta keringanan ataupun beasiswa, Rabu (13/7/2022).

Mereka didampingi Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Hadrean Renanda dan diterima anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono dan Norma Yunita.

Rini, salah satu warga Dukuh Pakis Surabaya mengatakan, sejak tahun lalu dirinya telah mengajukan rekomendasi meminta keringanan biaya sekolah anaknya di SMK swasta yang ada di kawasan Kecamatan Sawahan, namun hingga naik kelas 11, belum mendapatkan jawaban.

“Itupun saya dimintai dari sekolah untuk melampirkan MBR atau masyarakat berpenghasilan rendah dan membuat surat SKTM ke RT, RW, Kelurahan. Saya tanya juga tidak ada jawaban dari sekolah. Anak saya ini ikut Program Indonesia Pintar, tapi dari sekolah juga mengatakan tidak menerima itu,” ujar ibu lima anak ini.

Akibatnya, sang anak sempat menunggak Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama dua bulan lantaran tak ada biaya. Imbasnya, sempat tak bisa mengikuti ujian pada semester lalu.

“Ya akhirnya harus membuat surat perjanjian, diberi jangka waktu satu minggu untuk membayar satu bulan SPP baru bisa ikut ujian. Biaya SPP nya per bulan Rp380.000. Percuma kan saya sudah mondar mandir urus ini itu untuk keperluan pengajuan permohonan keringanan, tapi hasilnya tetap nihil sampai sekarang,” tandasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Serlin, pengurus Yayasan Nurul Hasanah Surabaya. Dua anak yang didampingi, notabene anak yatim dan piatu juga tak bisa mendapatkan keringanan biaya pendidikan di SMK swasta yang sama.

“Satu anak yang baru masuk, satu anak lagi naik kelas 2 SMK. Ini sudah ada surat dari yayasan untuk pengajuan keringanan, tapi ternyata tidak bisa dan tanpa ada penjelasan atau alasan kenapa tidak bisanya,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Norma Yunita yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya mengatakan, memang banyak sekali warga yang membutuhkan bantuan tersebut, utamanya dari keluarga MBR.

“Sebenarnya di Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) ada program beasiswa. Memang ada untuk warga yang MBR, tapi disitu ada syarat dan ketentuan yang berlaku seperti akademiknya. Banyak yang mendaftar, tetapi banyak yang tertolak karena syarat dan ketentuan tadi. Kemarin juga banyak yang mengeluhkan sudah mendaftar, tapi tidak ada pemberitahuan alasan ditolaknya karena apa,” ujar Norma.

Pihaknya akan melakukan komunikasi dengan dinas terkait soal alasan mengapa para siswa tersebut ditolak pengajuan keringanannya atau beasiswanya.

“Karena SMA/SMK ini diluar jangkauan kami, itu ranah provinsi. Tapi tetap akan kita komunikasikan dengan dinas terkait karena mereka ini warga Kota Surabaya yang memang membutuhkan, apalagi mereka MBR,” tandasnya.

Sementara itu, Hadrean Renanda menambahkan, janji kampanye Eri Cahyadi – Armuji terkait sekolah 12 tahun harus bisa di terjemahkan oleh dinas terkait. Karena menurutnya, tidak semua anak di Surabaya bisa masuk ke sekolah negeri dan tidak semua orang tua bisa membiayai anaknya untuk sekolah swasta.

“Jangan sampai ini didiamkan, jangan-jangan nanti banyak warga Surabaya tidak bisa sekolah hanya karena biaya. Hal ini penting, karena anak-anak wajib mengenyam pendidikan sampai tuntas, tujuannya ya untuk mencerdaskan anak bangsa,” kata Hadrean.

Ia menegaskan, sebagai partai yang fokus dengan kelompok marhaen, pihaknya akan terus mengawal masalah ini dan mengupayakannya, sehingga semua anak-anak di Kota Surabaya mendapatkan hak atas pendidikan terpenuhi. (FEN)

 

 

Berita Terbaru

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi N…

DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

Kamis, 04 Jun 2026 14:31 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:31 WIB

SURABAYA-  Pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama arah pembangunan Kota Surabaya dalam beberapa tahun ke depan. Selain proyek jalan lingkar yang …

DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin

DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin

Kamis, 04 Jun 2026 14:27 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:27 WIB

SURABAYA – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri di Jawa Timur dinilai masih menyulitkan warga kurang mampu. Pasalnya, calon peserta didik d…

Wakil Meteri Imipas Silmy Karim Resmi Ditahan, KPK: Terkait Kasus Pemerasan dan Gratifikasi Ratusan Miliar

Wakil Meteri Imipas Silmy Karim Resmi Ditahan, KPK: Terkait Kasus Pemerasan dan Gratifikasi Ratusan Miliar

Kamis, 04 Jun 2026 14:21 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:21 WIB

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas), Silmy Karim, menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama tujuh orang lainnya. Mereka…

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

SURABAYA– Persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menjadi perhatian serius Komisi D DPRD Surabaya. Dalam rapat bersama Dinas Pendidikan (…

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

JAKARTA – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Rabu, 3 Juni 2026. Diketahui, KPK m…