Koleksi Museum Pleret Undang Penasaran Wisatawan Asing

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
wisatawan asing saat mengunjungi pameran Museum Pleret .
wisatawan asing saat mengunjungi pameran Museum Pleret .

i

bacasaja.id - Pameran bertema "Medang Sejarah dan Budaya Mataram Kuno" menuai antusiasme masyarakat. Tak hanya masyarakat Surabaya, namun banyak wisatawan asing yang tertarik mengenal sejarah Nusantara.

Pameran ini digelar Dinas kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bekerja sama dengan Pemkot Surabaya dalam rangka Cross Musea Klasik Nusantara di Surabaya.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UPTD Pengelolaan Museum dan Gedung Seni Budaya Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, yang bekerja sama dengan Museum Pleret yang dikelola oleh Kundha Kabudayan DIY.

Kepala Seksi Permuseuman Bidang Pemiliharan dan Pengembangan Sejarah Bahasa, Sastra, Permuseuman DIY, Wismarini mengakui banyak wisatawan asing yang tertarik. Mereka tertarik untuk mengulik soal candi. Para wisatawan asing penasaran apakah benar mitos candi yang dibangun dengan putih telur ayam.

"Yang jelas kalau wisatawan asing tentu tertarik. Tadi wisatawan asing tertarik dengan candi. Itu kan ada part yang mengatakan apakah benar mitos candi dibangun dengan putihan telur ayam? Dan itu ternyata hanya mitos. Terlihat bahwa zaman dulu candi ditata dengan cara kuncian batu candi," ungkap Rini, Rabu (27/7/2022).

Benar saja, sejumlah koleksi Museum Pleret dibawa ke Pameran yang digelar di Museum 10 November Kompleks Tugu Pahlawan ini. Pameran ini menampilkan sejarah peradaban dan hasil budaya Kerajaan Medang. Misalnya, menampilkan foto prasasti canggal. Tak hanya itu, sejarah Kerajaan Medang juga dikupas tuntas di sini.

Salah satunya soal para penguasa kerajaan tersebut hingga terjadinya perpindahan ibu kota Kerajaan Medang yang sempat berada di wilayah Jawa Timur.

Tak kalah menarik, objek yang dipamerkan adalah benda-benda logam temuan yang diduga berasal dari Mataram Kuno. Lalu, ada pula benda-benda perunggu koleksi Museum Pleret. Selain itu, ada pula foto temuan wadah emas dengan relief cerita Ramayana atau mangkuk Ramayana yang juga dipamerkan di sini.

Wadah ini menjadi salah satu karya utama (masterpiece temuan Wonoboyo) dari temuan arkeologis Mataram Kuno. Pameran ini juga memamerkan arca yang cukup populer di masa Mataram Kuno yaitu Arca Jambala. Arca buddhis ini merupakan simbol kemakmuran.

Yang lebih spesial, arca ini didatangkan langsung dari Museum Pleret. Arca Jambala merupakan temuan di wilayah Kabupaten Bantul, Jogja. Agar pameran lebih menarik perhatian pengunjung, beberapa tinggalan arkeologi yang dipamerkan ini ditampilkan dalam bentuk interaktif agar pengunjung tidak sekedar melihat-lihat dalam pameran ini.

Rini menyebut, pihaknya juga mendekatkan teknologi seperti hologram, hingga VR Box dalam pameran ini. Teknologi ini bisa mengajak pengunjung pameran secara virtual seolah-olah berada di Museum Pleret.

"Kita kan sasarannya anak muda, anak muda itu kalau nggak pakai teknologi, sekarang itu kan kurang berminat ya. Betul ada hologram, biar mereka tertarik. Kita juga siapkan VR Box, jadi untuk virtual seolah-olah mereka nanti sedang berada di Museum Pleret," imbuhnya.

Di kesempatan ini, Rini menjelaskan, Museum Pleret merupakan museum yang sudah ada sejak 2004, tapi hanya untuk menyimpan benda-benda sejarah yang ditemukan. Kemudian, museum ini mulai dibuka untuk umum pada 2014 dan diresmikan tanggal 13 Desember 2015.

"Ini juga agar warga Jawa Timur, atau pelajar yang sedang melakukan study tour bisa mampir ke Museum Pleret yang terletak di Bantul, DIY," tambah Rini.

Rini berharap, kegiatan ini bisa memupuk rasa cinta dan peduli tanah air melalui koleksi-koleksi museum. Agar, generasi penerus bangsa mengetahui sejarah dan budaya bermacam-macam kerajaan di tanah air kala itu.

"Acara ini diharap mampu memperkenalkan museum kepada generasi muda, karena Indonesia kan sangat kaya akan sejarah dan budaya," harapnya. (Raden)

Tag :

Berita Terbaru

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

SURABAYA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Hal itu disampaikan …

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Cek Peralatan Khusus Ditintelkam, Wakapolda Tekankan Pentingnya Transformasi Pelayanan Berbasis IT…

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

POLDA SULBAR - Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kali ini menjalin sinergi …

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Karaton Surakarta menggandeng Damkar Solo untuk mengevakuasi sarang tawon vespa demi keselamatan pekerja revitalisasi, abdi dalem, dan wisatawan.…

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat tak hanya bermodal kekuatan fisik maupun keterampilan tugas, melainkan juga…

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

SURABAYA - Laporan masyarakat melalui hotline "Lapor Cak Eri" berhasil membongkar dugaan pungutan liar (pungli) terhadap calon pedagang di Sentra Wisata…