21 Tahun Bekerja sebagai Harian Kontrak, Buruh Wadul ke DPRD Surabaya

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Karyawan PT Gorom Kencana saat mengadu ke DPRD Surabaya, Rabu (13/1/2021).
Karyawan PT Gorom Kencana saat mengadu ke DPRD Surabaya, Rabu (13/1/2021).

i

BACASAJA.ID - Komisi D DPRD Surabaya mengelar rapat dengar pendapat (hearing) di ruang Badan Anggaran (BANGGAR), terkait perselisihan antara PT Gorom Kencana dengan karyawannya, pada Rabu (13/01/2021)

Romli, Ketua Basis PT. Gorom Kencana mengatakan, anggotanya merupakan karyawan dengan status harian kontrak. Namun masa kerjanya sudah cukup lama, ada yang sejak 3 tahun hingga 21 tahun.

Ia meminta agar status karyawan PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu) menjadi PKWTT (perjanjian kerja waktu tidak tertentu) dan yang telah di PHK bisa dipekerjakan kembali.

"Tuntutan kawan-kawan meminta agar diangkat menjadi karyawan tetap," kata Romli.

Romli menambahkan, telah terjadi banyak sekali pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan, seperti gaji yang tidak sesuai UMK, tidak adanya BPJS, bahkan cuti hamil juga tidak ada, kalau cuti haid baru saja ada.

"Dari Disnaker Kota mendapatkan anjuran sudah jelas dalam perusahan pasal 59 ayat 2, jika ada karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan maka diangkat menjadi karyawan tetap. Dan sudah jelas perusahaan dan karyawan harus mengikuti undang undang 13 tahun 2003 dari kontrak menjadi pegawai tetap," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah meminta kepada pihak perusahaan agar hak-hak para pekerja/karyawan (warga Kota Surabaya) bisa ditunaikan sesuai dengan UU yang berlaku.

"Hasil rapat kali ini, Komisi meminta kepada perusahaan untuk mempekerjakan kembali sampai ada keputusan dari PHI. Jika keputusannya sudah jelas, maka harus disepakati bersama," katanya

Apabila perusahaan belum melakukan tindakan selanjutnya yakni pengadilan hubungan industrial (PHI). Politisi PDI - Perjuangan ini meminta para buruh kembali dipekerjakan lagi sesuai dengan sistem perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Sebab telah ada perjanjian disepekati berdua antara pekerja dan perusahaan untuk menyelesaikan PKWT.

"Kami meminta sepanjang PHI belum dilakukan.maka mereka harus dipekerjakan kembali 99 orang pekerja ini dengan sistem yang sebagaimana sudah dilakukan. Jika sudah dilakukan, kedua belah pihak harus menyepakati," jelasnya.

Khusnul berharap kepada perusahaan untuk mendasari niatnya dengan hati nurani yang bersih.

"Mereka yang sudah mengabdi ke perusahaan selama puluhan tahun harusnya justru mendapatkan reward. Apalagi kondisi perusahaan cukup sehat, karena aktifitas ekpor impornya tetap berjalan," tandasnya. (Byta/rga)

Berita Terbaru

Polda Jatim Tahan Owner Arisan MeAow, Enam Korban Rugi Rp 4 Miliar

Polda Jatim Tahan Owner Arisan MeAow, Enam Korban Rugi Rp 4 Miliar

Kamis, 05 Nov 2026 20:13 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 20:13 WIB

SURABAYA- Polda Jawa Timur menahan owner arisan MeAow berinisial MCL atas dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan. Dalam perkara ini, enam orang…

Polri Mutasi Lagi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis di Mabes dan Kewilayahan Berganti

Polri Mutasi Lagi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis di Mabes dan Kewilayahan Berganti

Kamis, 05 Nov 2026 19:07 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:07 WIB

JAKARTA – Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada November 2026. Mutasi tersebut tertuang dalam S…

BSI Pecahkan Rekor MURI Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak

BSI Pecahkan Rekor MURI Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak

Kamis, 05 Nov 2026 19:01 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:01 WIB

BANDA ACEH– PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya investasi emas di kalangan generasi …

Realisasi Pajak Daerah Ponorogo Tembus 80 Persen Sebelum Akhir Tahun

Realisasi Pajak Daerah Ponorogo Tembus 80 Persen Sebelum Akhir Tahun

Kamis, 05 Nov 2026 17:09 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 17:09 WIB

PONOROGO- Warga negara bijak taat pajak. Tanpa kecuali, membayar pajak daerah yang dipungut dan dikelola pemerintah kabupaten. Pun, wajib pajak daerah yang…

Pemkot Surabaya Genjot Penataan Nama Rupabumi, 1.517 Nama Dibakukan pada 2026

Pemkot Surabaya Genjot Penataan Nama Rupabumi, 1.517 Nama Dibakukan pada 2026

Kamis, 05 Nov 2026 17:05 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat penataan dan pembakuan nama rupabumi untuk mewujudkan tertib administrasi kewilayahan. Hingga …

Jokowi Tunjukan Ijazah SD hingga S1 UGM di Hadapan Roy Suryo

Jokowi Tunjukan Ijazah SD hingga S1 UGM di Hadapan Roy Suryo

Kamis, 05 Nov 2026 13:59 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:59 WIB

JAKARTA- Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memperlihatkan, ijazah pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi (S1).…

Gebrakan Besar Kapolda Sulbar! Perkuat Akhlak Personel, 332 Personel Diterjunkan Perkuat Polres dan Polsek

Gebrakan Besar Kapolda Sulbar! Perkuat Akhlak Personel, 332 Personel Diterjunkan Perkuat Polres dan Polsek

Kamis, 05 Nov 2026 12:09 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 12:09 WIB

POLDA SULBAR– Gebrakan besar dilakukan Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Totok Suharyanto dalam mengakselerasi Program Quick Wins Presisi Kapolri. Tidak sekadar …

KPK Kantongi Bukti Dugaan Setoran Uang dari Dirjen ATR/BPN ke Nusron Wahid

KPK Kantongi Bukti Dugaan Setoran Uang dari Dirjen ATR/BPN ke Nusron Wahid

Kamis, 05 Nov 2026 10:54 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:54 WIB

JAKARTA– KPK mendalami dugaan aliran setoran uang dari pejabat direktur jenderal hingga jajaran kantor pertanahan kepada lingkaran Nusron Wahid. Penyidik m…

31 Kecamatan Surabaya Angkat Isu Kesetaraan Gender Lewat Fragmen Suroboyoan

31 Kecamatan Surabaya Angkat Isu Kesetaraan Gender Lewat Fragmen Suroboyoan

Kamis, 05 Nov 2026 10:19 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:19 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat memperkuat kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak melalui pendekatan…

Kampung Pancasila jadi Instrumen Perekat di Tengah Keberagaman Warga Kota Surabaya

Kampung Pancasila jadi Instrumen Perekat di Tengah Keberagaman Warga Kota Surabaya

Kamis, 05 Nov 2026 10:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:17 WIB

SURABAYA - Keberagaman suku, agama, dan latar belakang sosial yang hidup berdampingan di Surabaya merupakan identitas sekaligus kekuatan utama Kota Pahlawan.…