Gibran Sebut Pemimpin tak Butuh Parpol, Perludem: Imbas Jokowi Effect

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gibran Rakabuming Raka mendampingi Prabowo
Gibran Rakabuming Raka mendampingi Prabowo

i

JAKARTA - Peneliti Perludem Usep Hasan Sadikin merespons, pernyataan Cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka soal calon pemimpin. Gibran menilai, calon pemimpin di masa depan nantinya tidak bergantung pada Parpol.

Usep menilai, pernyataan Gibran itu tidak bisa terlepas dari 'Jokowi Effect'. Karena, asal-muasal Jokowi dalam karirnya politiknya, bukanlah dari kader parpol.

"Ini merujuk karir dari Presiden Jokowi, yang asal-muasalnya bukan dari kader parpol. Ada semacam Jokowi effect sejak ada fenomena Jokowi di Solo kemudian di Jakarta lalu tingkat nasional," kata Usep saat berbincang dengan PRO3 RRI, Senin (4/3/2024).

Usep menceritakan, proses Pilkada Solo yang kala itu Jokowi diusung oleh parpol, dalam artian PDIP. Dalam pencalonan itu, PDIP selaku partai pengusungnya dinilainya mendapat keuntungan elektabilitas Jokowi dalam pemilu.

"Pembahasan ini salah satunya berdasarkan dari dinamika hasil Pemilu 2024 dari statement Mas Gibran. Kalau ditarik kesimpulan, ternyata kepemimpinan tidak bergantung dengan parpol, justru Parpol yang bergantung dengan sosok pemimpin," lanjut Usep yang dilansir laman resmi RRI.co.id

Sebelumnya, Cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka menyebutkan, ke depannya calon pemimpin tak lagi membutuhkan partai politik. Hal ini disampaikan Gibran, di hadapan relawannya Bolonemase di Solo, beberapa waktu lalu.

Menurut Gibran, anak-anak muda yang akan terjun ke dunia politik lebih mengarah ke gerakan sosial. Gibran menyerukan agar para relawan untuk mengawal Pilkada.

Lebih lanjut, Gibran menegaskan, arah politik anak muda dalam pencalonan sudah tidak lagi bergantung pada partai politik. Para pemimpin masa depan akan lahir dari gerakan sosial yang berbasis komunitas. (*)

Berita Terbaru

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, sebagai tersangka. Silmy ditetapkan t…

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

SURABAYA – Di tengah sorotan publik atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak yang menyeret sebuah spa di kawasan Jalan HR M…

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

SURABAYA – Polemik proyek lapangan padel di kawasan Golden City (Goci) Surabaya menjadi perhatian DPRD Surabaya setelah muncul dugaan sebagian lahan yang d…

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id- Proyek saluran U-Ditch di Jalan Margorejo kini berubah menjadi bom waktu. Alih-alih menyembuhkan banjir, proyek miliaran rupiah ini…

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

BANDUNG- Sengketa kepemilikan lahan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) terus berguir. Konflik yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan pihak…

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

JAKARTA - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tampaknya tidak main-main dalam mengusut kasus dugaan Mark-Up anggaran Kontrak…