Catat! Ambil Foto Tanpa Izin, Bisa Jadi Tersangka, Ancaman Hukumannya 4 Tahun

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Advokat Eduard Rudy menjelaskan perkara pengambilan foto tanpa izin
Advokat Eduard Rudy menjelaskan perkara pengambilan foto tanpa izin

i

SURABAYA - Gegara melakukan pengambilan foto tanpa ijin di tempat umum, bisa terseret pidana. Apalagi jika wanita yang difoto tak terima. Hal ini dialami, TN asal Malang, Jawa Timur, dia harus menelan pil pahit.

"Pelaku terkena pasal terkait kekerasan seksual berbasis elektronik. Ancaman hukuman 4 tahun penjara,” jelas Eduard Rudy, kuasa hukum NC bersama LR, suaminya, Selasa, 4 Februari 2025, di Surabaya.

Kejadian ini berawal dari diterangkan Eduard Rudy, SH kuasa hukum korban, pada 17 Desember 2024. Saat itu, korban bersama keluarga mengisi libur Nataru di Bali. NC waktu itu dalam kondisi mengandung enam bulan anak keempatnya.

Mereka bersama ( Tersangka dan keluarga korban) naik pesawat bersama dari bandara Juanda ke bandara Ngurah Rai, Bali. Setibanya di Bali, para penumpang, antre untuk keluar.

Karena masih antre, NC menunggu dan masih duduk di kursi sambil mengerjakan tugasnya. Tanpa disadari, ternyata tersangka TN yang berdiri persis di sampingnya mengarahkan kamera HP ke arah bawah (bagian dada) NC.

"NC tak mengetahuinya jika (maaf) bagian itu difoto. Ia diberitahu anaknya yang duduk di samping kanannya,” ujar Eduard Rudy.

Mendengar keterangan anaknya yang berusia sekitar 9 tahun itu, NC spontan langsung mengejar TN yang berusaha kabur menuju bus. Tetapi upaya itu dihalangi anak korban dan dibantu suaminya LR.

Entah bagaimana, kontraktor lapangan tenis terhadap NC, bukannya minta maaf dan mengakui perbuatannya, suami dari dokter spesialis syaraf di Malang itu, malah membantah dan berupaya kabur.

Bahkan, ketika korban yang saat itu meminta secara baik-baik untuk menghapus foto di HP ternyata hanya sebagian saja yang dihapus.

“Waktu itu klien saya menanyakan soal itu. Tapi terlapor (waktu itu, red) menyangkal dan tak mengakuinya,” ujarnya.

Tapi, tambah Eduard Rudy, NC tetap ngotot bahwa apa yang dilakukan itu benar-benar memfoto bagian dadanya. Hingga terjadi keributan dan akhirnya sama-sama dibawa di ruang tunggu maskapai penerbangan.

“Di sana TN masih bersikukuh tak mengakuinya. Selanjutnya masalah ini ditangani Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Setelah berdiskusi dengan saya, saya menanyakan apa ada bukti foto dan itu diiyakan korban dan suaminya sehingga melaporkan kejadian ini ke polisi,” ujarnya.

Lanjutnya, NC bersama keluarga menjalani pemeriksaan hingga di BAP. Termasuk juga terlapor TN.
“Waktu itu TN mengakui semuanya di BAP. Tapi anehnya di BAP kedua ketika didampingi pengacara ternyata BAP pertama tak diakui semuanya,” jelas Eduard Rudy.

Bahkan, saat pemeriksaan BAP kedua itu, terlapor mengaku demensia (penurunan fungsional otak yang mengakibatkan perubahan pada pikiran dan interaksi pasien), sehingga apa yang dikatakan di BAP pertama semuanya salah.

“Aneh, kalau demensia kenapa ketika bepergian tak didampingi keluarga. Dia juga perjalanan ke Bali sebagai kontraktor lapangan tenis. Selain itu, dia juga tahu gate dan jadwal penerbangan,” tegas Eduard Rudy.

Polisi pun ketika menerapkan pasal dengan hati-hati dan meminta pertimbangan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

“Penyidik datang ke Jakarta dan akhirnya dari keterangan ahli termasuk kekerasan seksual. Saya mengapresiasi kinerja penyidik Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Polda Jatim.

Termasuk juga deretan Kejaksaan Negeri Badung. Saya berhadap PN Badung bisa mempertimbangkan ini,” bebernya.

Eduard Rudy pun menegaskan, bahwa ada niat baik dari kliennya terhadap tersangka tetapi TN tetap bersikukuh tak mengakuinya.

“Intinya hanya ingin memberikan pembelajaran kepada masyarakat. Tindakan hukum ini sering terjadi, wanita harus berani bersuara,” pungkas Eduard Rudy.

Sementara itu, NC pelapor menambahkan, ketika dirinya melihat HP tersangka ternyata ada sekitar 20 foto miliknya yang masih tersimpan.

“Ia mengaku sudah menghapusnya, ternyata hanya sebagian saja. Itu setelah didesak suami. Tapi masih ada 20 foto milik saya. Selain itu, ada banyak foto wanita ketika di waiting room, pramugari juga ada,” jelas NC.

Yang ditakutkannya, ketika foto-foto itu beredar dan dikonsumsi oleh publik. “Makanya ketika saya meminta dihapus, benar-benar terhapus dan tak bisa disebarkan,” tegas NC.

NC juga menambahkan, bahwa ketika TN ngotot kalau sedang memfoto anaknya, ia tak percaya. “Anaknya usia sekitar 40 tahun dan berada di belakangnya saat akan turun. Ini HP diarahkan ke saya,” pungkas NC.

Akibat dari perbuatannya itu, TN ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Namun, meski berstatus tersangka, TN yang dijerat pasal 14 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 ayat 1 itu tak ditahan karena ancaman hukumannya 4 tahun penjara.***

Berita Terbaru

Sempat Kaget Dikira Razia, Sopir Lintas Daerah Penuh Senyuman Dapat Paket Makan Gratis dari Polantas Sulbar

Sempat Kaget Dikira Razia, Sopir Lintas Daerah Penuh Senyuman Dapat Paket Makan Gratis dari Polantas Sulbar

Jumat, 23 Okt 2026 14:03 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 14:03 WIB

POLDA SULBAR– Pemandangan berbeda terlihat di jalur trans Sulawesi hari ini. Sejumlah personel Polisi Lalu Lintas Polda Sulbar mendadak memberhentikan sejumlah …

Jumat Berkah, Ditlantas Polda Sulbar Tebar Kebaikan di Panti Asuhan Putri Manakarra Muhammadiyah Mamuju

Jumat Berkah, Ditlantas Polda Sulbar Tebar Kebaikan di Panti Asuhan Putri Manakarra Muhammadiyah Mamuju

Jumat, 23 Okt 2026 13:59 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 13:59 WIB

POLDA SULBAR- Semangat berbagi mewarnai hari yang penuh keberkahan, Jumat (23/10/26) dimana jajaran Polantas Polda Sulbar menyambangi Panti Asuhan Putri…

Dr. Ketut Abid Halimi Raih Penghargaan atas Kontribusinya dalam Pembangunan SDM Polri

Dr. Ketut Abid Halimi Raih Penghargaan atas Kontribusinya dalam Pembangunan SDM Polri

Jumat, 23 Okt 2026 08:56 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 08:56 WIB

BATU - Selama lebih dari 17 tahun bersama lembaga Thanks Institute Indonesia, Dr. Ketut Abid Halimi telah mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan sumber…

Wujud Cinta terhadap Alam, Polda Sulbar Gelar Green Policing di Perbukitan Desa Bambu untuk Antisipasi Longsor

Wujud Cinta terhadap Alam, Polda Sulbar Gelar Green Policing di Perbukitan Desa Bambu untuk Antisipasi Longsor

Jumat, 23 Okt 2026 08:52 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 08:52 WIB

MAMUJU — Polda Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Green Policing di kawasan perbukitan Desa Bambu, Kabupaten Mamuju, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini m…

Bareskrim Polri Bongkar Judi Online Situs Boxkia.com, 4 Orang Ditangkap

Bareskrim Polri Bongkar Judi Online Situs Boxkia.com, 4 Orang Ditangkap

Kamis, 22 Okt 2026 22:48 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 22:48 WIB

JAKARTA- Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap praktik perjudian online (judol) yang beroperasi melalui situs Boxkia.com.…

Diskotek Stasiun dan Club Deluxe Dirazia, Polisi Amankan Puluhan Pengunjung Positif Narkoba

Diskotek Stasiun dan Club Deluxe Dirazia, Polisi Amankan Puluhan Pengunjung Positif Narkoba

Kamis, 22 Okt 2026 22:39 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 22:39 WIB

SURABAYA —  Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur menggelar razia besar-besaran di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Surabaya pada Ra…