Wali Kota Eri Cahyadi Cari Dirut Baru KBS, Ini Kriteria yang Diinginkan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

i

SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memberikan tanggapan terkait jabatan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) yang masih kosong. Menurutnya, proses seleksi ini digunakan untuk mencari kandidat yang memiliki inovasi dan kapabilitas dalam mengembangkan KBS.

Wali Kota Eri yang akrab disapa Cak Eri ini mencontohkan beberapa inovasi yang bisa dikembangkan oleh Dirut KBS nantinya, seperti pertukaran satwa panda merah dan panda besar dari Tiongkok, yang bisa dilakukan melalui kerja sama pinjam-meminjam satwa.

“Dirut yang akan datang harus membuat yang tidak mungkin jadi mungkin, kami butuh inovasi-inovasi dalam pengembangan KBS,” ujar Wali Kota Eri dikutip Sabtu (9/8/2025).

Cak Eri menekankan bahwa tidak ingin sembarangan memilih orang untuk menduduki jabatan tersebut. Ia mencari sosok yang benar-benar tepat dan memiliki kemampuan untuk memajukan KBS, karena pemilihan yang terburu-buru bisa merugikan perusahaan.

"Kalau saya inginnya orang yang benar-benar tepat. Kalau tidak punya kemampuan seperti jenengan dari perusahaan buka direksi, nanti tidak ada perkembangan dan malah merugikan perusahaan,” tegas Cak Eri.

Menurut Cak Eri, sampai saat ini kinerja PDTS KBS justru mengalami peningkatan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan program pertukaran satwa berjalan dengan baik. Oleh karena itu, ia menginginkan Dirut yang baru bisa memberikan kontribusi lebih besar dari direksi yang sudah ada.

Meskipun mencari sosok yang inovatif dari luar, Wali Kota Eri tidak menutup kemungkinan untuk merekrut Dirut dari kalangan internal PDTS KBS. Ia mempersilakan siapa saja yang merasa mampu untuk mendaftar.

“Tugas direktur utama itu berat, karena haru ini pendapatan KBS terus naik. Maka saya inginnya direktur utama lebih dari direksi yang ada saat ini. Kalau dari kalangan internal ada kandidat saya persilahkan mendaftar,” jelasnya.

Selain itu, Wali Kota Eri juga mengungkapkan rencananya untuk membuat wahana baru di KBS sebagai daya tarik tambahan. Cak Eri menjelaskan bahwa wahana baru tersebut tidak akan mempengaruhi harga tiket masuk kebun binatang.

"Wahana barunya berbayar sendiri di dalam. Kalau dia tidak mau ke wahana ini, tidak perlu membayar lagi bisa menikmati satwa yang ada di KBS,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PDTS Kebun Binatang Surabaya (KBS), Nurika Widyasanti mengatakan, pengembangan KBS ke depan akan berfokus pada wahana dan koleksi satwa. Salah satu wahana baru yang akan dihadirkan adalah Rabbit in Wonderland, bertujuan untuk mengenalkan satwa yang lebih familiar bagi anak-anak, yaitu kelinci.

“Wahana ini tidak hanya akan menampilkan kelinci lokal, tetapi juga beberapa kelinci impor,” kata Rika sapaan akabnya.

Selain itu, KBS juga berhasil melakukan pengembangbiakan singa. Seekor anak singa jantan yang baru lahir pada 8 April lalu kini berusia sekitar 3 bulan. Anak singa bernama Koko ini merupakan hasil pengembangbiakan (breeding) singa untuk ketiga kalinya di KBS.

“Anak singa ini akan kami perkenalkan kepada masyarakat segera. Saat ini, kami sedang melakukan perawatan optimal untuk anak singa tersebut,” pungkasnya. (*)

 

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

POLDA SULBAR- Menegaskan komitmen nyata menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Direktorat Lalu Lintas …

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

JAKARTA– Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian f…

Tepis Klaim Hotman Paris, Mensesneg: Pemeriksaan Febrie Tak Perlu Izin Presiden

Tepis Klaim Hotman Paris, Mensesneg: Pemeriksaan Febrie Tak Perlu Izin Presiden

Senin, 20 Jul 2026 19:52 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:52 WIB

JAKARTA- Istana Kepresidenan membantah klaim pemeriksaan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah harus mendapat izin Presiden terlebih dahulu. Penegasan tersebut…

Sertijab Ka Yanma Polda Sulbar, Kapolda: Jaga Amanah Ini dengan Tanggung Jawab

Sertijab Ka Yanma Polda Sulbar, Kapolda: Jaga Amanah Ini dengan Tanggung Jawab

Senin, 20 Jul 2026 14:53 WIB

Senin, 20 Jul 2026 14:53 WIB

POLDA SULBAR - Upacara serah terima jabatan Ka Yanma Polda Sulbar berlangsung khidmat di Lobi Utama Mapolda Sulbar, Senin (20/7/26). Kegiatan ini dipimpin…