SURABAYA, Bacasaja.id – Isak tangis masih terdengar di rumah keluarga almarhum Maulana Alfan Ibrahimavic, santri korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Kehilangan putra tercinta membuat suasana duka begitu mendalam.
Di tengah suasana haru itu, rombongan DPC PKB Kota Surabaya hadir untuk menyampaikan belasungkawa. Mereka datang tidak hanya membawa santunan, tetapi juga doa dan kepedulian yang tulus.
“Atas instruksi Ketua Umum PKB Gus Muhaimin Iskandar dan Ketua DPC PKB Kota Surabaya abah Drs. Musyafak Rouf, kami datang untuk takziah. PKB merasa kehilangan, karena mayoritas kader kami lahir dari rahim pesantren. Musibah ini sungguh terasa dekat di hati kami,” ujar Mohammad Faridz Afif, Wakil Ketua DPC PKB Surabaya, di sela kunjungan ke rumah duka di Bongkaran, Pabean Cantian, Kamis (2/10/2025).
Afif, yang akrab disapa Afif, menyerahkan santunan langsung kepada keluarga. Tangis haru pecah saat tangan para pengurus PKB menggenggam tangan keluarga almarhum, seakan meneguhkan bahwa duka ini tidak ditanggung sendiri.
“PKB adalah rumah besar bagi santri. Maka setiap musibah yang menimpa pesantren adalah juga duka bagi kami semua,” tambah Afif yang juga Ketua Komisi B DPRD Surabaya.
PKB Surabaya menegaskan, mereka akan terus mendampingi keluarga korban serta hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam suka, tetapi juga dalam duka. (dims)
Editor : Redaksi