Surabaya Siap Raih Predikat Kota Sehat, DPRD Dorong Perubahan Pola Hidup Warga dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir

i

SURABAYA, Bacasaja.id – Setelah sukses meraih predikat Kota Ramah Anak, kini Pemerintah Kota Surabaya bersiap menoreh prestasi baru dengan mengikuti verifikasi menuju predikat Kota Sehat Nasional. Gelar ini bukan hanya soal kebersihan atau kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga mencerminkan bagaimana kota mampu membangun budaya hidup sehat dan lingkungan yang berkelanjutan.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menjelaskan bahwa verifikasi Kota Sehat dilakukan secara terpadu antara DPRD, Pemkot, dan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi dengan baik.

Sejumlah capaian menjadi modal kuat Surabaya, di antaranya kepemilikan jamban keluarga yang telah mencapai 100 persen serta peningkatan sistem pengelolaan sampah rumah tangga. DPRD juga mendorong agar Pemkot memperluas penerapan sistem pemilahan sampah di 700 RW. Menurut dr. Akmarawita, sampah tidak seharusnya langsung dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi perlu diolah terlebih dahulu melalui komposter atau TPS 3R di 12 titik yang sudah tersedia sebelum dibawa ke TPA Benowo.

“Jika pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan baik, bukan hanya akan menimbulkan gunungan sampah, tapi juga memunculkan bakteri dan bau tak sedap. Karena itu, penting bagi pemerintah untuk menjadikan ini prioritas serta menjalin kerja sama dengan pihak swasta maupun daerah lain,” ujarnya Minggu 19 Oktober 2025

Ia juga menekankan bahwa upaya mewujudkan kota sehat tidak akan berhasil tanpa perubahan pola pikir masyarakat. Edukasi berkelanjutan di sekolah, komunitas, dan lingkungan menjadi bagian penting agar warga terbiasa memilah sampah, membawa tumbler, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Program Kota Sehat melibatkan banyak instansi, mulai dari bidang kesehatan, lingkungan, sanitasi, pendidikan, sosial, hingga peran lembaga swasta. Koordinasi yang lemah dapat menimbulkan tumpang tindih tugas antarinstansi, sehingga dibutuhkan komunikasi yang kuat dan kepemimpinan yang solid.

Verifikasi Kota Sehat Nasional bukanlah sekadar penghargaan simbolik, tetapi tolok ukur bahwa Surabaya mampu menyeimbangkan pembangunan fisik, lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, lembaga masyarakat, dan warga, Surabaya memiliki peluang besar untuk menorehkan prestasi sekaligus menghadirkan transformasi sosial yang nyata.

Namun perjalanan menuju kota yang sehat dan berdaya saing ini tidak mudah. Diperlukan keberanian untuk terus berbenah, melakukan introspeksi, dan mengambil langkah nyata agar visi Kota Sehat benar-benar menjadi bagian dari kehidupan warga, bukan sekadar slogan. (dims)

Berita Terbaru

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat tak hanya bermodal kekuatan fisik maupun keterampilan tugas, melainkan juga…

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

SURABAYA - Laporan masyarakat melalui hotline "Lapor Cak Eri" berhasil membongkar dugaan pungutan liar (pungli) terhadap calon pedagang di Sentra Wisata…

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

JAKARTA– KPK menemukan indikasi pengondisian hasil audit BPK di daerah lain saat mengusut dugaan suap audit Pemkab Muara Enim. Temuan tersebut diperoleh p…

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat melaksanakan uji coba penerapan aplikasi E‑Teguran di depan Gedung BPKB Mamuju, Rabu (2…

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan seorang pejabat Bea Cukai sebagai tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan suap importasi barang. P…

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

SURABAYA- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, menyoroti perencanaan pembiayaan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2025 usai mengikuti…