Fraksi PKS Desak Pemkot Surabaya Cermati Anggaran RDF dan Evaluasi PLTSa Benowo

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Johari Mustawan
Johari Mustawan

i

SURABAYA — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Surabaya menyoroti sejumlah poin krusial dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Melalui juru bicaranya, Johari Mustawan, Fraksi PKS menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran yang cermat, terutama terkait proyek Refuse Derived Fuel (RDF) dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo.

Dalam rapat paripurna DPRD Surabaya, Kamis (6/11/2025), Johari menekankan agar pelaksanaan anggaran RDF tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar. “Kami meminta agar pelaksanaan anggaran RDF ini dicermati dengan seksama, supaya tidak memberikan ekses negatif kepada warga sekitar,” ujar Johari, yang akrab disapa Bang Jo.

PKS juga menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek PLTSa Benowo yang dinilai masih menyedot dana APBD cukup besar.

Johari menilai, seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan sampah di berbagai daerah, Surabaya perlu menyesuaikan diri agar tidak tertinggal.

“Perlu dikaji kembali kelanjutan PLTSa setelah berakhirnya MoU pada 2032, serta penyesuaian dengan teknologi terbaru agar Surabaya tidak tertinggal,” tegasnya.

Selain kritik, Fraksi PKS juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah kebijakan Pemkot Surabaya, antara lain kenaikan anggaran Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang ditargetkan membantu 2.420 unit rumah pada tahun 2026.

Namun, Fraksi PKS mendorong agar pembangunan Rusunami dan Rusunawa tetap berjalan beriringan, mengingat masih banyak warga yang hanya mampu menyewa.

Dalam sektor infrastruktur, PKS menyoroti anggaran Rp1,1 triliun untuk pengendalian banjir. Johari mengingatkan agar alokasi tersebut disertai perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang tepat waktu.

“Insya Allah semuanya bisa diatasi jika anggaran digunakan dengan cermat dan perencanaan yang matang, termasuk jadwal pengerjaannya. Sehingga saat musim hujan datang, kita sudah siap,” katanya.

Di sisi lain, Fraksi PKS menyambut baik peningkatan anggaran di 31 kecamatan, terutama yang dialokasikan untuk kegiatan pemuda di tingkat RW sebesar Rp47 miliar. Namun, mereka mengingatkan pentingnya pengawasan ketat agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Dalam bidang pendidikan, PKS menyoroti bahwa hanya 17,16 persen anggaran yang langsung dikelola Dinas Pendidikan, sementara sisanya tersebar di dinas lain dan kecamatan. Fraksi ini meminta Pemkot memastikan optimalisasi serapan dan pengawasan terhadap penggunaan dana pendidikan.

PKS juga mengapresiasi penambahan jumlah penerima Beasiswa Pemuda Tangguh untuk Kuliah, yang diharapkan dapat mewujudkan program “1 KK Keluarga Miskin, 1 Sarjana”.

Sementara di sektor kesehatan, Fraksi PKS menilai anggaran sebesar 11,89 persen masih belum cukup menjamin pelayanan maksimal. Mereka mendorong diterbitkannya regulasi baru untuk memberi fleksibilitas pengelolaan keuangan di RSUD dan Puskesmas.

“Diperlukan Perda atau Perwali yang memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan di RSUD dan Puskesmas,” ujarnya.

Menutup pandangannya, Fraksi PKS menegaskan bahwa APBD harus berorientasi pada pengentasan kemiskinan dan pengangguran, dua isu yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar di Surabaya.

Meski menyampaikan sejumlah catatan kritis, Fraksi PKS akhirnya menyatakan menerima Raperda APBD Surabaya 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. (dims)

Berita Terbaru

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Event kali ini menargetkan peserta 4.500 orang.…

Mantan Dirut KBS Jadi Ditahah Kejati Jatim Usai Jadi Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Mantan Dirut KBS Jadi Ditahah Kejati Jatim Usai Jadi Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Rabu, 22 Jul 2026 08:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 08:54 WIB

SURABAYA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) Choirul Anwar…

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

SURABAYA- Pemkot Surabaya terus melanjutkan program normalisasi Ruang Sungai Kalianak yang kini memasuki tahap ketiga, Senin (20/7/2026). Program ini merupakan…

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…