SURABAYA, bacasaja.id - Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025, cucu Proklamator RI Ir. Soekarno, Puti Guntur Soekarno, mengajak generasi muda Surabaya meneladani nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa melalui kegiatan “Jalan Santai Melek Sejarah”.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pendidikan itu diawali dengan titik kumpul di Kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya, Jalan Setail. Dari lokasi tersebut, ratusan peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan komunitas muda bergerak menuju kawasan bersejarah Hotel Majapahit, tempat perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih pada 19 September 1945.
Rute perjalanan berlanjut ke rumah H.O.S. Tjokroaminoto di Peneleh, tempat Bung Karno muda menimba ilmu politik dan nasionalisme, hingga makam dan museum dr. Soetomo yang menjadi simbol perjuangan kaum pergerakan.
“Bung Karno selalu mengingatkan, Jasmerah — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Anak muda jangan anggap kata-kata itu kuno. Justru dari sejarah kita belajar jati diri bangsa,” ujar Puti di hadapan para peserta.
Puti menegaskan pentingnya menghidupkan semangat Jasmerah di era digital, di mana informasi cepat tetapi sering dangkal makna.
“Banyak anak muda hafal tren media sosial, tapi belum tentu tahu siapa tokoh besar di balik kemerdekaan bangsa ini. Padahal dari sejarah itu kita belajar keberanian dan cinta tanah air,” tuturnya.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang turut hadir mengapresiasi langkah Puti dalam mengedukasi generasi muda lewat cara kreatif dan menyenangkan.
“Arek-arek Suroboyo harus bangga dengan kotanya. Dari Surabaya, api perjuangan kemerdekaan menyala. Kegiatan ini mengingatkan kita semua pada akar sejarah Kota Pahlawan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan antusiasme anak muda yang mengikuti #JasmerahChallenge, yakni lomba membuat konten edukatif tentang sejarah perjuangan Surabaya dan Bung Karno. Melalui kegiatan ini, Puti berharap muncul gerakan berkelanjutan yang menanamkan nilai kebangsaan dan nasionalisme di kalangan Gen Z dan milenial.
“Cinta tanah air bukan sekadar slogan. Kita harus mengenal akar sejarah bangsa ini. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah,” pungkas Puti dengan semangat. (dims)
Editor : Redaksi