GRIB Jaya Jatim Desak Pemkot Surabaya Hentikan Kekacauan Parkir: Tuntut Regulasi Tegas dan Transparan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPD GRIB Jaya Jatim, Akhmad Miftachul Ulum,
Ketua DPD GRIB Jaya Jatim, Akhmad Miftachul Ulum,

i

SURABAYA - Permasalahan parkir di Surabaya kembali menjadi sorotan. Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Jawa Timur menilai kekacauan pengelolaan lahan parkir sudah berlangsung terlalu lama dan Pemerintah Kota Surabaya dinilai belum menghadirkan solusi yang jelas.

Ketua DPD GRIB Jaya Jatim, Akhmad Miftachul Ulum, menegaskan bahwa carut-marut parkir ini tidak bisa lagi dibiarkan tanpa arah kebijakan yang tegas.

“Surabaya ini kota besar. Tapi urusan parkirnya masih kacau. Walikota harus segera mengeluarkan Perwali yang mengatur tata kelola parkir secara transparan dan melibatkan struktur warga. Tanpa aturan yang jelas, kekacauan ini akan terus berulang,” ujar Ulum.

Pengelolaan Parkir Dinilai Semrawut dan Mengundang Penyimpangan

Menurut Ulum, akar persoalan parkir muncul karena adanya pola pengelolaan yang tidak jelas, termasuk keterlibatan pihak ketiga tanpa prosedur yang transparan. Situasi ini menciptakan ruang abu-abu yang memicu keresahan warga, perselisihan, hingga peluang pungutan liar.

“Jika pemerintah membiarkan pihak-pihak masuk tanpa kesepakatan yang resmi, maka yang terjadi adalah ketidakpastian. Warga yang akhirnya dirugikan. Kalau mau dikelola, libatkan RW, Karang Taruna, dan koperasi warga. Kalau tidak, kembalikan ke pemilik tempat. Atau sekalian gratiskan,” tegasnya.

GRIB Jaya Tegaskan Tidak Berkepentingan: Fokus pada Ketertiban, Bukan Kekuasaan

Di tengah isu yang menyeret-nyeret nama ormas, Ulum menegaskan bahwa GRIB Jaya tidak pernah terlibat ataupun memiliki ambisi menguasai lahan parkir. Ia menolak tegas tudingan bahwa GRIB Jaya ingin mengambil peran dalam pengelolaan parkir.

“GRIB Jaya tidak pernah, tidak sedang, dan tidak akan mengincar pengelolaan parkir. Kalau ada yang menuduh demikian, itu keliru. Kami justru ingin membersihkan Surabaya dari pungli dan praktik semrawut yang merugikan warga,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa GRIB Jaya hanya akan berdiri di sisi masyarakat ketika ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi.

“Kami bergerak untuk melindungi warga, bukan untuk menjadi bagian dari masalah. Kalau ada oknum yang mencoba memeras lewat parkir, itu yang akan kami hadapi,” imbuh Ulum.

Mendesak Perwali Tegas: Agar Keuntungan Parkir Tidak Jadi Lahan “Tak Bertuan”

GRIB Jaya Jatim mendesak agar Pemkot Surabaya tidak hanya berwacana, tetapi segera mengeksekusi regulasi yang memastikan pengelolaan parkir berjalan transparan dan akuntabel. Tanpa regulasi, menurut Ulum, kekosongan aturan hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang bermain di wilayah abu-abu.

“Parkir harus menjadi aset sosial yang manfaatnya jelas, bukan wilayah liar yang dikelola tanpa standar. Jika pemerintah tegas, potensi konflik bisa ditekan dan warga bisa merasakan manfaatnya secara nyata,” ujarnya. (dims)

Berita Terbaru

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

JAKARTA – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Rabu, 3 Juni 2026. Diketahui, KPK m…

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Rabu, 3 Juni 2026. Selain Dadan, dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony…

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

SURABAYA- Sebuah video amatir yang merekam dugaan aksi pencurian fasilitas publik viral di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, terlihat dua orang…

Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan

Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan

Rabu, 03 Jun 2026 20:14 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 20:14 WIB

SURABAYA – Pelayanan publik yang berkualitas tidak selalu diukur dari seberapa cepat sebuah persoalan terselesaikan. Bagi masyarakat, perhatian dan komunikasi y…

Ir Sudarmadji : Lelang Calon Pengelolah Bandug Zoo Tidak Bermanfaat

Ir Sudarmadji : Lelang Calon Pengelolah Bandug Zoo Tidak Bermanfaat

Rabu, 03 Jun 2026 15:19 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 15:19 WIB

BANDUNG- Pembentukan Tim Pengelolah Sementara (TPS) Bandung Zoo yang digaungkan APECSI harus segera direalisasikan oleh Kementerian Kehutanan, bukan justru…

KPK Kembali Periksa Bos Maktour dan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

KPK Kembali Periksa Bos Maktour dan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Rabu, 03 Jun 2026 09:23 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 09:23 WIB

  Pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur, memberi keterangan usai diperiksa KPK beberapa waktu lalu. (Foto: RRI/Chairul Umam) JAKARTA- Komisi …