SURABAYA – Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sambikerep, Sahroni SH, menemui Elina Wijayanti (80), seorang nenek yang diduga menjadi korban pengusiran dari rumahnya oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas). Peristiwa tersebut terjadi di Dukuh Kuwukan No. 27, Surabaya.
Kedatangan Sahroni dilakukan sebagai bentuk kepedulian PDI Perjuangan terhadap warga yang mengalami persoalan sosial dan kemanusiaan. Ia datang langsung ke lokasi untuk mendengar keluhan korban sekaligus memastikan kondisi Elina Wijayanti pascakejadian.
Sahroni menegaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri, serta perintah Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Armuji, yang menekankan agar seluruh kader partai hadir di tengah masyarakat dan membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.
“Kami menjalankan instruksi partai untuk selalu berada di tengah rakyat. Apa yang dialami Ibu Elina ini menyangkut nilai kemanusiaan dan hak dasar warga, sehingga harus mendapat perhatian dan pendampingan,” ujar Sahroni.
Dalam pertemuan tersebut, Sahroni mendengarkan langsung kronologi dugaan pengusiran yang dialami korban. Ia menyatakan PAC PDI Perjuangan Sambikerep siap berkoordinasi dengan pihak terkait guna memberikan pendampingan serta perlindungan hukum kepada Elina Wijayanti.
Menurut Sahroni, PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus mengawal persoalan rakyat kecil, khususnya warga lanjut usia yang rentan terhadap tindakan semena-mena.
“Negara tidak boleh kalah dengan ormas. Hukum harus berdiri tegak dan melindungi warga, terlebih terhadap kaum lanjut usia yang seharusnya mendapatkan perlindungan. PDI Perjuangan akan terus mengawal persoalan ini agar keadilan benar-benar dirasakan oleh rakyat,” tegasnya. (dims)
Editor : Redaksi