PROBOLINGGO — Di tengah kondisi pasca banjir yang melanda Kabupaten Probolinggo, aksi kepedulian tumbuh menjadi simbol harapan.
Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), baik di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur maupun Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Probolinggo, turun langsung memberikan bantuan sembako kepada ratusan warga terdampak di lima lokasi, yaitu Lemah Kembar, Bayeman, Jangur, Sumberbendo, dan Muneng.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, mie instan, dan air mineral ini lebih dari sekadar paket kebutuhan pokok.
Ia merupakan wujud kehadiran nyata dan empati bagi para korban yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka. Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa solidaritas sosial tetap hidup dan kuat di tengah masyarakat, terutama saat bencana melanda.
Bupati LIRA Probolinggo, Salamul Huda, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam merespons cepat persoalan kemanusiaan.
"Meski jumlah penerima terbatas, kami berharap langkah kecil ini dapat meringankan beban korban sekaligus menggugah pihak lain untuk turut berpartisipasi," ujarnya pada Senin (19/1/2026).
Senada dengan hal tersebut, Gubernur LIRA Jatim, Samsudin, menekankan bahwa esensi kepedulian tidak selalu terletak pada besar kecilnya bantuan, melainkan pada ketulusan untuk hadir dan berbagi di saat yang paling dibutuhkan.
"Di tengah keterbatasan dan kerugian yang mereka alami, uluran tangan dari LIRA diharapkan bisa memberi harapan sekaligus semangat untuk bangkit kembali," tegasnya.
Aksi sosial ini juga menyoroti pentingnya peran serta semua pihak dalam penanganan bencana. Pemerintah daerah dituntut untuk bertindak cepat, tepat sasaran, dan komprehensif dalam menangani dampak banjir yang melanda delapan kecamatan, sekaligus mengambil langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang dengan skala yang lebih besar di masa mendatang.
Melalui bantuan ini, LIRA tidak hanya memberikan dukungan material, tetapi juga mengukuhkan pesan bahwa dalam kesulitan, kebersamaan dan kepedulian menjadi pondasi utama untuk bangkit dan pulih kembali.
Editor : Redaksi