Ketum MUI Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Ini Alasannya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Anwar Iskandar
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Anwar Iskandar

i

KEDIRI – Dukungan terhadap kedudukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada langsung di bawah Presiden terus mengalir dari berbagai elemen bangsa.

Tidak hanya masyarakat umum, kalangan tokoh agama juga menyatakan sikap tegas. Salah satunya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Anwar Iskandar, menilai posisi Polri di bawah Presiden merupakan bentuk paling ideal dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan itu disampaikan KH Anwar Iskandar sejalan dengan hasil Rapat Paripurna Ke-12 DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, yang menyetujui delapan poin Percepatan Reformasi Polri. (Rabu, 28/01/2026)

Salah satu poin pentingnya menegaskan kedudukan Polri tetap berada di bawah Presiden dan tidak berbentuk kementerian. Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga independensi dan efektivitas kepolisian.

Menurut KH Anwar, secara konstitusional dan praktis, Polri sudah berada pada jalur yang tepat. 

Selama ini, masyarakat telah merasakan kemaslahatan dari posisi Polri yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden, terutama dalam menjaga keamanan nasional dan memberikan pelayanan hukum kepada rakyat.

“Posisi Polri sudah sangat ideal. Kita semua sudah merasakan kemanfaatan dan kemaslahatan yang baik dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di NKRI,” ujar KH Anwar Iskandar.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien dan Pondok Pesantren Assa’idiyah di Kota Kediri itu menegaskan, Polri membutuhkan ruang gerak yang independen namun tetap terkontrol oleh Presiden sebagai kepala pemerintahan.

Dengan demikian, kebijakan keamanan nasional bisa berjalan selaras dengan kepentingan negara, bukan kepentingan sektoral kementerian tertentu.

KH Anwar juga menyampaikan doa dan harapannya agar Polri senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah bangsa.

“Kami mendoakan agar Kepolisian Republik Indonesia selalu dalam lindungan, bimbingan, dan ridho Allah SWT untuk membersamai Presiden dan seluruh rakyat menjaga negara ini menuju masyarakat yang maju, aman, dan diridhloi Allah SWT,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sebagai Ketua Umum MUI, KH Anwar menjelaskan bahwa dukungan ini bukan sekadar sikap kelembagaan, tetapi juga panggilan moral ulama dalam menjaga keutuhan bangsa.

Menurutnya, Polri yang berada langsung di bawah Presiden akan lebih fokus pada fungsi utama: melindungi masyarakat, menegakkan hukum, dan menjaga persatuan.

Dukungan ulama ini memperkuat legitimasi reformasi Polri yang sedang berjalan. Sinergi antara negara, masyarakat, dan tokoh agama menjadi modal penting dalam membangun kepolisian yang modern, humanis, dan dipercaya publik, sehingga Polri mampu menjalankan perannya sebagai garda terdepan penjaga keamanan dan persatuan Indonesia. (dims)

Berita Terbaru

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…

Lulus Kuliah tapi Data di KK Masih SMA, Pemkot Surabaya Imbau Warga Segera Update

Lulus Kuliah tapi Data di KK Masih SMA, Pemkot Surabaya Imbau Warga Segera Update

Jumat, 04 Sep 2026 12:37 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:37 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong masyarakat agar memastikan data pendidikan dalam dokumen kependudukan selalu diperbarui. Langkah ini…

Kejaksaan Negeri Ponorogo Perpanjang Penahanan Tersangka Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Rp3,6 Miliar

Kejaksaan Negeri Ponorogo Perpanjang Penahanan Tersangka Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Rp3,6 Miliar

Jumat, 04 Sep 2026 12:33 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:33 WIB

PONOROGO- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo memperpanjang masa penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi pemberian tunjangan perumahan bagi…

Kasus Dugaan Korupsi RSUD dr. Mohammad Zyn, Kejaksaan Negeri Sampang Periksa 40 Saksi

Kasus Dugaan Korupsi RSUD dr. Mohammad Zyn, Kejaksaan Negeri Sampang Periksa 40 Saksi

Jumat, 04 Sep 2026 12:29 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:29 WIB

SAMPANG- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang telah memeriksa 40 orang saksi dalam penyidikan dugaan penyalahgunaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD…

WOWW! BGN Siapkan Anggaran MBG Rp240,2 Triliun pada 2027

WOWW! BGN Siapkan Anggaran MBG Rp240,2 Triliun pada 2027

Jumat, 04 Sep 2026 12:26 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:26 WIB

JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan anggaran Rp240,2 triliun pada 2027 untuk memastikan program pemenuhan gizi nasional dapat menjangkau 72,4 juta…

Kapolda Sulbar Lantik DirPamobvit, Sampaikan 5 Pesan Inti Estafet Kepemimpinan Berintegritas

Kapolda Sulbar Lantik DirPamobvit, Sampaikan 5 Pesan Inti Estafet Kepemimpinan Berintegritas

Jumat, 04 Sep 2026 09:28 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Estafet kepemimpinan di lingkungan Polda Sulawesi Barat kembali bergulir. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 tanggal…