Kisah Yusuf Tankin: Bertahan 39 Jam di Ruang Mesin Kapal Tenggelam Tanpa Makan dan Minum

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pekerja bernama Yusuf Tankin berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat
Pekerja bernama Yusuf Tankin berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat

i

BATAM– Sebuah peristiwa dramatis sekaligus penuh keajaiban terjadi di galangan kapal PT ASL, Kota Batam. Seorang pekerja bernama Yusuf Tankin berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah terjebak selama 39 jam di dalam lambung kapal yang tenggelam.

Insiden yang mengguncang kawasan industri itu bermula ketika sebuah kapal tenggelam di area galangan. Yusuf, yang merupakan pekerja PT Padana Samudra Lines, tidak sempat menyelamatkan diri dan terperangkap di dalam ruangan kapal yang sudah terbalik.

Kabar tenggelamnya kapal segera menyebar. Tak lama kemudian, pengurus Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kota Batam bergerak. Sekretaris PMTI, Sarti Pongsitanan, langsung menuju lokasi pada siang harinya.

Sesampainya di PT ASL, pihak keluarga yang sudah berada di dalam area sempat diminta keluar. Proses evakuasi berisiko tinggi sedang berlangsung. Tidak tinggal diam, Sarti segera menghubungi Ketua Komisi DPRD Kota Batam, Padis Raja Guggu, untuk membantu koordinasi. 

Pendekatan itu membuahkan hasil. Manajemen PT ASL membuka pintu. Keluarga diantar langsung menuju titik lokasi kapal tenggelam. Di sana, tim gabungan dari Basarnas, Angkatan Laut, Polair, Polsek Batuaji, dan perusahaan sudah bersiaga. 

"Keluarga diizinkan bolak-balik masuk. Koordinasi berjalan baik sampai subuh," kata Sarti. 

Yusuf diketahui terjebak di ruang mesin atau cofferdam. Kapal yang tenggelam sedalam delapan meter itu ternyata memiliki ruangan kedap air. Di situlah Yusuf bertahan. Pada hari pertama, tim penyelam sempat mencapai posisi Yusuf. 

Mereka memberi senter dan tabung oksigen. Saat itu penyelam menyuruh Yusuf melompat untuk ditolong. Namun Yusuf menolak. Ia tidak bisa berenang dan ketakutan. 

"Senter dan oksigen itulah yang dia pakai bertahan," ujar Sarti. 

Selama 39 jam di dalam gelap, Yusuf tidak makan dan minum. Ia hanya berdoa. Keyakinan bahwa Yusuf masih hidup muncul pada malam kedua. Tim penyelam menggedor lambung kapal. Dari dalam, Yusuf membalas tiga kali gedoran. 

"Orang di ASL langsung yakin dia masih hidup di ruangan engine," tutur Sarti. 

Proses evakuasi tidak mudah. Arus kuat dan posisi kapal yang kandas di bagian buritan membuat dua crane tidak cukup. Tim bahkan harus menambah pelampung agar kapal tidak semakin membahayakan korban. 

PT ASL akhirnya menyewa tim penyelam profesional khusus untuk mengevakuasi Yusuf dari dalam air. 

Bertanggungjawab Pukul 05.12 WIB subuh, suara teriakan pecah di lokasi. Yusuf Tankin berhasil dikeluarkan dari kapal dalam keadaan selamat. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Aini. Kondisinya sehat. 

Mewakili keluarga dan PMTI, Sarti menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. "Manajemen PT ASL, Basarnas, Angkatan Laut, Polair, Polsek Batuaji, dan PT Padana Samudra Lines benar-benar maksimal mengupayakan keselamatan Bapak Yusuf," pungkasnya. (Sumber: Batamnews.co.id)

Tag :

Berita Terbaru

Gerindra Peringatkan Hotman Paris, Tegaskan Presiden Prabowo Tak Intervensi Kasus Mantan Jampidsus

Gerindra Peringatkan Hotman Paris, Tegaskan Presiden Prabowo Tak Intervensi Kasus Mantan Jampidsus

Minggu, 19 Jul 2026 20:13 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 20:13 WIB

JAKARTA- Ketua DPP Partai Gerindra, Bambang Haryadi, membantah klaim sepihak Hotman Paris Hutapea, pengacara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, yang menyeret…

Heboh Dugaan Pelecehan Terhadap 26 Mahasiswi dan Dosen Perempuan, Unesa Proses 6 Mahasiswa

Heboh Dugaan Pelecehan Terhadap 26 Mahasiswi dan Dosen Perempuan, Unesa Proses 6 Mahasiswa

Minggu, 19 Jul 2026 20:01 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 20:01 WIB

SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Direktorat Pencegahan dan Penanganan Isu S…

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Minggu, 19 Jul 2026 15:34 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 15:34 WIB

JAKARTA- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat…

Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas Kondusif, Stok Bahan Pokok Aman dan Perkuat Antisipasi Karhutla

Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas Kondusif, Stok Bahan Pokok Aman dan Perkuat Antisipasi Karhutla

Minggu, 19 Jul 2026 11:39 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 11:39 WIB

MAMUJU– Kepolisian Daerah Sulawesi Barat terus mengoptimalkan langkah preventif dan pelayanan kepada masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, s…

Jaga Ketahanan Pangan, Polda Sulbar Perkuat Pendampingan Petani Demi Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Jaga Ketahanan Pangan, Polda Sulbar Perkuat Pendampingan Petani Demi Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Minggu, 19 Jul 2026 11:35 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 11:35 WIB

MAMUJU– Komitmen Polri dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata di lapangan. Sejalan dengan Asta C…

Polisi Humanis Hadir Setiap Hari, Polda Sulbar Buktikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Polisi Humanis Hadir Setiap Hari, Polda Sulbar Buktikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Minggu, 19 Jul 2026 11:31 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 11:31 WIB

MAMUJU- Wajah humanis Polri kembali terlihat melalui berbagai aksi nyata personel Polda Sulawesi Barat yang terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya …