DPRD Surabaya: Parkir Digital Belum Sentuh Akar Masalah

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Digitalisasi parkir di Surabaya
Digitalisasi parkir di Surabaya

i

SURABAYA- Pansus LKPJ 2026 DPRD Surabaya, mengkritik keras terhadap pengelolaan parkir di Kota Surabaya yang dinilai belum menyentuh akar persoalan, meski program digitalisasi terus didorong.

Ketua Pansus LKPJ tahun 2025, Azhari Kahfi, mengatakan digitalisasi parkir memang menjadi langkah maju, namun belum cukup jika tidak dibarengi pembenahan sistemik, terutama pada aspek pengawasan dan distribusi pendapatan.

“Digitalisasi itu keharusan, tapi jangan berhenti di situ. Kalau sistemnya tidak menjawab persoalan di lapangan, ya kebocoran tetap terjadi, hanya bentuknya yang berubah,” ujarnya.

Data yang dipaparkan menunjukkan, dari sekitar 1.500 titik parkir, baru sekitar 900 yang terdigitalisasi. Namun, capaian pendapatan justru belum berbanding lurus dengan potensi yang ada.

Target pendapatan parkir ditahun 2025 dipatok sekitar Rp73 miliar lebih, tetapi realisasi masih berkutat di kisaran Rp25 miliar lebih. Selisih yang lebar ini dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan indikasi adanya celah dalam tata kelola.

“Pertanyaannya sederhana: di mana sisanya? Kalau titiknya tetap, sistemnya sudah mulai digital, tapi pendapatan tidak maksimal, berarti ada yang belum dibereskan,” tegasnya.

Legislator Gerindra Surabaya ini juga menyoroti pendekatan Pemkot yang dinilai masih terlalu fokus pada penertiban petugas parkir di lapangan, sementara potensi besar justru berada di sektor usaha menengah dan besar.

Ia mengungkap temuan soal perizinan parkir di sejumlah tenant usaha yang belum tertib. Bahkan, dari 11 gerai usaha kuliner yang sempat dibahas, hanya satu yang memiliki izin parkir lengkap.

“Kalau yang besar-besar saja tidak tertib, lalu kenapa yang kecil terus yang ditekan?” katanya.

Ia bahkan mengingatkan adanya persepsi publik terkait dugaan praktik “main mata” dalam pengelolaan izin parkir di sektor usaha tertentu. Hal ini, menurutnya, harus dijawab secara terbuka oleh pemerintah.

“Jangan sampai ada kesan pembiaran atau bahkan permainan. Ini yang merusak kepercayaan publik,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menilai digitalisasi juga harus menjamin transparansi bagi petugas parkir, termasuk kepastian bagi hasil yang selama ini rawan persoalan.

“Kalau memang digital, pastikan sistemnya fair. Besok pagi sudah jelas berapa yang mereka terima. Jangan sampai digitalisasi hanya rapi di atas, tapi problem lama tetap ada di bawah,” katanya.

Ia juga mendorong adanya skema insentif berbasis kinerja untuk petugas parkir sebagai bagian dari reformasi sistem.

“Kalau target tercapai atau bahkan terlampaui, beri reward. Bisa voucher sembako atau bentuk lain. Ini bukan sekadar insentif, tapi cara mengubah ekosistem,” jelasnya.

Azhari menegaskan, Pansus LKPJ akan terus menekan Dinas Perhubungan untuk membuka data secara transparan, terutama terkait digitalisasi dan perizinan parkir.

“Kalau target Rp70 miliar terus tidak pernah tercapai, berarti ada yang salah dalam strategi. Dan itu harus dibuka, bukan ditutup-tutupi,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…