Di Tengah Efisiensi Anggaran, Gaji Direksi BUMD Jatim Ugal-ugalan, Dirut Bank Jatim Rp 160 Juta per Bulan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

SURABAYA- Temuan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jawa Timur mengungkap sebuah fakta yang terbilang mengejutkan publik. Yakni, terkait tingginya gaji direksi dan komisaris BUMD yang dinilai tidak sebanding dengan kinerja perusahaan. Dalam laporan yang dipaparkan pada Rapat Paripurna, Kamis (30/4), remunerasi pimpinan BUMD tercatat berkisar antara Rp 60 juta hingga Rp 160 juta per bulan.

Angka tersebut langsung memicu kritik. Maklum, besaran itu inilai tidak mencerminkan performa mayoritas BUMD yang masih dianggap minim kontribusi terhadap PAD. Juru bicara Pansus, Abdullah Abu Bakar, menegaskan adanya ketimpangan serius antara penghasilan manajemen dan hasil yang dicapai perusahaan.

“Pansus menemukan adanya ketidakseimbangan antara tingkat remunerasi dan kinerja yang dihasilkan. Ini harus menjadi perhatian serius dalam pembenahan tata kelola BUMD,” ujarnya.

Data Pansus DPRD Jatim menunjukkan variasi gaji yang cukup lebar di sejumlah BUMD strategis. Di sektor perbankan, Direktur Utama (Dirut) Bank Jatim menerima sekitar Rp 160 juta per bulan, disusul direktur lainnya sebesar Rp 128 juta. Komisaris Utama memperoleh Rp 88 juta dan komisaris Rp 79,2 juta.

Sementara itu, di BUMD PT Panca Wira Usaha Jatim, gaji Direktur Utama mencapai Rp 100,6 juta dan direktur Rp 77,7 juta. PT Petrogas Jatim Utama mencatat Dirut menerima Rp 71,25 juta dan Komisaris Utama Rp 60 juta. Adapun di BUMD lain seperti Jamkrida, Jatim Grha Utama, hingga Air Bersih Jatim, gaji pimpinan tetap berada di kisaran puluhan juta rupiah.

Namun di balik angka-angka tersebut, kontribusi BUMD terhadap PAD justru jauh panggang dari api. Berdasarkan laporan Komisi C DPRD Jatim pada 2024, total kontribusi BUMD hanya mencapai 2,59 persen dari PAD. Target setoran sebesar Rp 473,11 miliar, hanya terealisasi Rp 471,68 miliar.

Lebih mencolok lagi, mayoritas kontribusi tersebut berasal dari Bank Jatim yang menyumbang Rp 417,54 miliar. Sementara BUMD lainnya hanya memberikan kontribusi minim. Bahkan beberapa tidak mencapai Rp 2 miliar, seperti Jatim Grha Utama, Air Bersih Jatim, dan Panca Wira Usaha.

Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari DPRD. Bahkan ketika itu,memunculkan wacana berupa pembubaran atau penggabungan BUMD yang dinilai tidak produktif.

Persoalan BUMD bukan hanya soal kinerja rendah. Tetapi juga sempat diwarnai kasus hukum seperti kasus kredit fiktif yang mencapai ratusan miliar rupiah hingga penggeledahan oleh Kejaksaan di salah satu BUMD berlokasi di Surabaya. Selain itu, problem lainnya adalah ketergantungan sejumlah BUMD pada suntikan anggaran dari pemerintah daerah.

Temuan-temuan tersebut seharusnya menjadi alarm serius bagi  untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Khususnya terkait sistem remunerasi, tata kelola, transparansi, akuntablitas, dan efektivitas peran BUMD dalam mendongkrak pendapatan daerah. (*)

 

Berita Terbaru

Kasus PT Quality Sukses Sejahtera, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Aseng ke Penuntut Umum

Kasus PT Quality Sukses Sejahtera, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Aseng ke Penuntut Umum

Jumat, 18 Sep 2026 21:33 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:33 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung melimpahkan berkas perkara, tersangka dan barang bukti (Tahap II) atas nama Aseng dkk. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)…

Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan

Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan

Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB

SURABAYA- Penataan parkir dengan sistem gate di Jalan Tanjung Anom, Surabaya, menunjukkan hasil positif. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat…

Gratis Testfood dan Konsultasi Vendor, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel Gelar Wedding Expo 2-3 Oktober

Gratis Testfood dan Konsultasi Vendor, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel Gelar Wedding Expo 2-3 Oktober

Jumat, 18 Sep 2026 16:50 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 16:50 WIB

SURABAYA – Menjelang ulang tahun ketiganya pada 8 Oktober 2026, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel menghadirkan pameran pernikahan atau wedding expo pada 2-3 Oktober 2…

Untaian Doa di Balik Senyuman Anak Yatim, Jadi Program Rutin Polda Sulbar

Untaian Doa di Balik Senyuman Anak Yatim, Jadi Program Rutin Polda Sulbar

Jumat, 18 Sep 2026 16:37 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 16:37 WIB

POLDA SULBAR- Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti Aula Marannu Mapolda Sulawesi Barat, Jumat (18/9/26) dalam kegiatan rutin keagamaan "Jumat…

Kos Dharmahusada Disorot, Selain Stayvie Ada 3 Bangunan Diduga Bermasalah Izin, Pemkot Surabaya ke Mana?

Kos Dharmahusada Disorot, Selain Stayvie Ada 3 Bangunan Diduga Bermasalah Izin, Pemkot Surabaya ke Mana?

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SURABAYA – Dugaan persoalan perizinan bangunan kos-kosan di kawasan Dharmahusada, Surabaya, kembali menjadi sorotan. Selain Stayvie, tiga bangunan kos di k…

Korupsi KUR: Bank BNI Cabang Jember Dibobol Rp41 Miliar Hanya dengan Data Warga Buta Huruf

Korupsi KUR: Bank BNI Cabang Jember Dibobol Rp41 Miliar Hanya dengan Data Warga Buta Huruf

Jumat, 18 Sep 2026 09:09 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:09 WIB

SURABAYA — Penanganan perkara dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jember memasuki b…