Kompolnas: 3 Polisi Tewas Diduga Dibunuh Komplotan Narkoba Katingan, Lalu Dibuang ke Sungai

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tiga anggota Polres Katingan yang meninggal
Tiga anggota Polres Katingan yang meninggal

i

JAKARTA- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menduga tiga anggota Polres Katingan, Kalimantan Tengah, meninggal karena dibunuh terduga pelaku narkoba saat tengah melaksanakan operasi pengungkapan kasus narkoba.

Komisioner Kompolnas Supardi Hamid mengatakan bahwa dirinya dan Komisioner Kompolnas lainnya, yakni Choirul Anam, telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

Di sana, ia menemukan ceceran darah yang mengarah ke sungai. Menurutnya, temuan itu membantah dugaan bahwa para korban meninggal dunia karena tenggelam di sungai.

"Tesis bahwa para korban ini melarikan diri ke sungai dan kemudian mati tenggelam adalah tidak terbukti. Justru terbantahkan dari fakta di sini di mana kita menemukan ceceran darah yang kemudian ceceran darah itu kemudian berakhir di sungai," ujar Supardi dalam keterangannya Selasa (7/7).

Ia menduga para korban dibunuh terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai.

"Artinya ini adalah secara jelas masuk ke dalam kategori intentionally killing yang dilakukan oleh para bandar narkoba ini untuk menghabisi para petugas kepolisian dan baru kemudian dibuang ke sungai," ucapnya.

Tiga anggota Polres Katingan gugur dalam operasi pemberantasan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Ketiganya adalah Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.

Peristiwa bermula pada Rabu (1/7) setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di desa tersebut. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.

Tim Satresnarkoba kemudian bergerak ke lokasi dan tiba pada Kamis dini hari untuk melakukan penangkapan. Saat proses penindakan berlangsung, petugas mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam.

Meskipun telah melepaskan tembakan peringatan, serangan terus berlanjut sehingga petugas melakukan tindakan terukur untuk melindungi keselamatan personel.

Situasi semakin tidak kondusif ketika keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga diduga ikut menyerang petugas menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya.

Tim Satresnarkoba kemudian berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan personel dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Dalam proses evakuasi, sembilan personel berhasil diselamatkan, sedangkan tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas.

 

Berita Terbaru

Korupsi Pabrik Gula Assembagoes Situbondo, Eks Dirut PTPN XI dan Dirut PT Multinas Indonesia Resmi Tersangka 

Korupsi Pabrik Gula Assembagoes Situbondo, Eks Dirut PTPN XI dan Dirut PT Multinas Indonesia Resmi Tersangka 

Rabu, 08 Jul 2026 10:00 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 10:00 WIB

JAKARTA- Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek Engineering,…

Polsek Mamasa Gerak Cepat Mediasi Perkelahian Dua Pemuda di Rambusaratu, Berakhir Damai

Polsek Mamasa Gerak Cepat Mediasi Perkelahian Dua Pemuda di Rambusaratu, Berakhir Damai

Rabu, 08 Jul 2026 09:36 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 09:36 WIB

MAMASA- Personel Polsek Mamasa bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait perkelahian yang melibatkan dua pemuda di Dusun Kole, Desa…

Dugaan Pungli di Sememi, Pemkot Surabaya Tegaskan Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan

Dugaan Pungli di Sememi, Pemkot Surabaya Tegaskan Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan

Rabu, 08 Jul 2026 09:00 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 09:00 WIB

SURABAYA-  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait dugaan pungutan saat mengurus administrasi pindah masuk di …

Keputusan VAR Picu Kontroversi: Mesir Merasa Dirampok, Tudingan 'Anak Emas’ Argentina Kembali Mencuat

Keputusan VAR Picu Kontroversi: Mesir Merasa Dirampok, Tudingan 'Anak Emas’ Argentina Kembali Mencuat

Rabu, 08 Jul 2026 08:56 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 08:56 WIB

BACASAJA.ID - Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, berakhir dengan salah satu comeback paling dramatis sekaligus…

Semangat Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Banggae Panen Jagung Bersama Kelompok Tani Bunga Pussu

Semangat Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Banggae Panen Jagung Bersama Kelompok Tani Bunga Pussu

Rabu, 08 Jul 2026 08:39 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 08:39 WIB

MAJENE – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Salah satunya d…

Eks Pimpinan KPK Soroti Kasus Menhut Raja Juli: 'Akal-akali' Balikin Amplop Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Soroti Kasus Menhut Raja Juli: 'Akal-akali' Balikin Amplop Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Rabu, 08 Jul 2026 08:35 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 08:35 WIB

JAKARTA — Langkah Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang mengembalikan amplop dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby terus menuai p…