Pengusaha Transportasi di Tulungagung Jadi DPO Kasus Pemalsuan Pupuk

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kanit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung Aiptu Didik Riyanto.
Kanit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung Aiptu Didik Riyanto.

i

BACASAJA.ID - Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Tulungagung menetapkan AN (56) warga Kecamatan Pucanglaban dalam daftar pencarian orang (DPO).

AN menjadi saksi dalam kasus pupuk palsu yang sempat menghebohkan petani Tanggunggunung beberapa bulan lalu. Namun pemilik usaha transportasi ini tak pernah memenuhi panggilan penyidik, guna dimintai keterangan.

Kanit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung Aiptu Didik Riyanto menuturkan telah memeriksa 9 saksi dan 3 saksi ahli. Dari keterangan saksi-saksi diperoleh keterangan pupuk palsu itu didapat dari AN.

"Keterangan saksi akhirnya mengerucut ke nama AN. Dia masih berstatus sebagai saksi," terang Didik, Rabu (24/2/2021).

AN sudah dipanggil sebanyak 2 kali, dan sebanyak itu pula AN mangkir dari panggilan Polisi. Polisi akhirnya menerbitkan surat pemanggilan paksa pada yang bersangkutan, namun AN sudah tak ada dirumah.

"Kami sudah berkoordinasi dengan perangkat desa. Mereka menyatakan, AN sudah dua bulan tidak lagi tinggal di rumahnya," sambung Didik.

Istri AN juga tak luput dari pemeriksaan Polisi. Istri AN juga menjelaskan jika suaminya telah meninggalkan rumah sejak 2 bulan lalu, pasca kasus pupuk palsu mencuat.

Lantaran tidak kooperatif, Satreskrim Polres Tulungagung menetapkannya AN dalam DPO alias buron.

"Dia kami tetapkan sebagai DPO saksi, akan ditetapkan sebagai tersangka," tegas Didik.

AN mengedarkan pupuk palsu bermerk “Phonska” itu ke agen dan petani di Kecamatan Tanggunggunung.

Dalam mengedarkan pupuk palsu itu, AN menggunakan truk miliknya, dengan sistem dititpkan dan bayar belakangan. Polisi juga meragukan legalitas AN dalam mengedarkan pupuk.

"Dia berperan sebagai distributor, tapi kami yakin legalitasnya juga tidak punya," ungkap Didik.

Polisi sudah mencoba menghubungi AN melalui telepon selulernya, namun nomernya mati sejak 2 bulan lalu. Pihaknya meminta pada masyarakat untuk menghubungi Polisi jika mengetahui keberadaan AN.

Keterangan AN menjadi kunci mengungkap peredaran pupuk palsu ini.

"Sampai sekarang pabrik pupuk palsu itu belum diketahui. Karena itu kami perlu AN untuk mengungkap asal usul pupuk itu," ucap Didik.

Didik juga menjelaskan terkait kemasan pupuk palsu itu yang asli dari Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk Phonska.

Menurut keterangan yang dia terima dari Petrokimia Gresik, karung itu memang asli, namun keluaran tahun pupuk 2017 lalu.

“Kalau karung kan sama petani dikumpulkan lalu dijual ke pembeli,” kata Didik.

Lalu dari komposisi pupuk palsu, hasil laboratorium memiliki perbedaan hingga 85 persen dari pupuk asli.

Contohnya kandungan kapur dalam pupuk asli sekitar 16 persen, sedang pada pupuk palsu hanya 1,5 persen. Perbedaan mencolok terlihat saat pupuk itu dilarutkan dengan air.

“Kalau yang asli sebentar saja sudah larut, kalau yang palsu saat direndam dengan air akan muncul butiran pasir berwarna putih,” terangnya.

Sebelumnya para petani jagung di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung dibuat resah dengan peredaran pupuk Phonska palsu.

Pupuk ini tidak memberi dampak kesuburan pada tanaman, namun justru membuat daunnya menguning.

Para petani harus keluarkan biaya ekstra untuk membeli pupuk NPK mutiara yang lebih mahal, agar tanamanya tidak mati (Noyo/rg4)

Berita Terbaru

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

SURABAYA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Hal itu disampaikan …

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Cek Peralatan Khusus Ditintelkam, Wakapolda Tekankan Pentingnya Transformasi Pelayanan Berbasis IT…

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

POLDA SULBAR - Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kali ini menjalin sinergi …

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Karaton Surakarta menggandeng Damkar Solo untuk mengevakuasi sarang tawon vespa demi keselamatan pekerja revitalisasi, abdi dalem, dan wisatawan.…

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat tak hanya bermodal kekuatan fisik maupun keterampilan tugas, melainkan juga…

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

SURABAYA - Laporan masyarakat melalui hotline "Lapor Cak Eri" berhasil membongkar dugaan pungutan liar (pungli) terhadap calon pedagang di Sentra Wisata…