Oknum Polisi Diduga Terima Setoran Bandar Narkoba, Ini Rinciannya

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

BACASAJA.ID - Oknum polisi di Surabaya yang diduga terlibat jaringan narkoba terus didalami Biro Paminal Divpropam Mabes Polri dan Polda Jatim. Terbaru, mereka yang terlibat itu disebut-sebut menerima setoran dari bandar narkoba mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta setiap bulan.

Dari informasi yang diperoleh Tim Wartawan BACASAJA.ID, Selasa (9/3/2021), selain Kanit Reskrim dan dua anggota Polsek Simokerto, 4 oknum polisi nakal lainnya juga turut diamankan Paminal Mabes Polri.

Keempat oknum polisi itu berinisial Bripka HP, Aipda MS , Aiptu HS, Brigadir AB, dan Brigadir AM. Mereka diamankan setelah hasil pengembangan dari bandar narkoba bernama Ali Usman, yang sebelumnya ditangkap oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Dari tangan Ali Usman, polisi mengamankan barang bukti 42 butir ekstasi dan 0,5 gram sabu-sabu.

"Benar itu pengembangan dari bandar narkoba berinisial AU (Ali Usman, Red) yang kita amankan," Kata Kasatnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, Selasa (9/3/2021).

Dari hasil interogasi, Ali Usman mengaku sudah memberikan sejumlah uang untuk backing peredaran narkoba di Jawa Timur. "Setiap bulannya mendapatkan jatah bulanan, di setiap awal bulan Ali Usman menghubungi oknum polisi nakal itu dan menyerahkan uang," jelas Memo Ardian.

BACA JUGA: Diduga Terlibat Jaringan Narkoba, Tiga Oknum Polisi Surabaya Ditangkap

Dari sumber internal di kepolisian, Tim BACASAJA.ID mendapatkan data setoran Ali Usman terhadap beberapa oknum polisi nakal sebagai berikut:

- Untuk Bripka HP yang saat itu menjabat Banum Tahti Polrestabes Surabaya, ia menerima Rp 500 ribu.

- Aipda MS, Banit III Subdit I Ditresnarkoba Polda Jatim diduga menerima setoran Rp 1 juta

- Aiptu SH, Polsek Bubutan, diduga menerima setoran Rp 1,5 juta.

- Brigadir AB, Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya, diduga menerima setoran Rp 1 juta.

- Brigadir AM diduga menerima setoran Rp 800 ribu

- Bripka LF anggota Polsek Mulyorejo diduga menerima setoran Rp. 500.000. Namun, LF sendiri belum dilaksanakan pemeriksaan karena sedang menderita positif covid-19.

"Mereka ini setorannya tiap bulan mas. Biasanya awal bulan Blbandar itu menghubungi oknum-oknum polisi itu dengan menyerahkan uang setoran agar peredaran gelap narkoba berjalan lancar. Untuk perwira, saya belum dapat info jelasnya, tapi Kanit Reskrim Polsek Simokerto juga diduga menerima setoran," jelas sumber yang tak mau disebutkan namanya.

Terpisah, dikonfirmasi melalui sambungan telepo, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jonny Eddison Isir mengatakan terhadap terduga pelanggar telah ditemukan cukup bukti melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polisi (KEPP). Mereka dinilai menyalahgunakan kewenangan dalam melaksanakan tugas kedinasan serta menjadi backing peredaran narkoba.

Saat ini, lanjut Isir, kasus tersebut dilimpahkan ke Bidpropam (Subbidpaminal) Polda Jatim untuk dilakukan pendalaman dan pengembangan kepada oknum tersebut.

"Ini komitmen kita untuk memerangi narkoba. Saat ini para oknum itu kita nonjobkan dan kita limpahkan ke Propam Polda Jatim," tandas Isir. (Jem/L1)

Berita Terbaru

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, sebagai tersangka. Silmy ditetapkan t…

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

SURABAYA – Polemik proyek lapangan padel di kawasan Golden City (Goci) Surabaya menjadi perhatian DPRD Surabaya setelah muncul dugaan sebagian lahan yang d…

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id- Proyek saluran U-Ditch di Jalan Margorejo kini berubah menjadi bom waktu. Alih-alih menyembuhkan banjir, proyek miliaran rupiah ini…

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

BANDUNG- Sengketa kepemilikan lahan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) terus berguir. Konflik yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan pihak…

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

JAKARTA - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tampaknya tidak main-main dalam mengusut kasus dugaan Mark-Up anggaran Kontrak…

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi N…