Diduga Bawa Kabur Mobil Debitur, Debt Collector Dilaporkan ke Polisi

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
FRJM saat mendatangi kantor SMS Finance di Mojokerto untuk meminta kejelasan mengenai keberadaan mobil milik Linda Kusumawati. (Istimewa)
FRJM saat mendatangi kantor SMS Finance di Mojokerto untuk meminta kejelasan mengenai keberadaan mobil milik Linda Kusumawati. (Istimewa)

i

BACASAJA.ID - Linda Kusumawati melaporkan debt collector PT Sinar Mitra Sepadan Finance (SMS Finance) Mojokerto ke Polda Jatim, Kamis (19/03/2021).

Laporan yang dilakukan oleh Debitur asal Mojoagung, Kabupaten Jombang itu karena mobil Honda Brio miliknya diambil paksa. Dia menduga kendaraannya juga dibawa kabur oleh petugas penagih utang dari SMS Finance tersebut.

Didampingi keluarga dan penasihat hukumnya, perempuan berusia 30 tahun itu mengaku shock mobilnya disita, padahal hanya terlambat 4 hari membayar angsuran. Di dalam mobilnya juga terdapat barang-barang berharga.

"Telat pembayaran tanggal 8 Maret mau saya bayar tanggal 12 sudah enggak bisa. Cicilan saya sudah Rp130 juta, itu sama DP-nya," ujar dia.

Perempuan yang biasa bekerja di salon itu berharap polisi bisa tegas dan segera menangani kasusnya, sehingga kendaraan dengan jerih payahnya dibeli secara kredit itu bisa kembali.

Terpisah, Koordinator Forum Rembuk Masyarakat Jombang (FRMJ) Joko Fattah Rochim mengonfirmasi bahwa dirinya turut mendampingi pelaporan ke Polda Jatim.

“Benar, Ibu Linda lantas meminta bantuan LBH FRMJ, termasuk untuk mendampingi laporan di Polda Jatim,” ungkap Fattah saat di konfirmasi, Jumat (19/3/2021).

Sebelum kejadian pengambilan paksa mobil milik Linda, beberapa orang dari leasing mendatanginya. Pihak leasing menawarkan program restrukturisasi kredit berupa nol angsuran hingga sembilan bulan ke depan kepada Candra Mardiansyah (33) kakak Linda.

Sebab, selama pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan program itu sebagai upaya meredam dampak ekonomi.

Namun, Candra dipaksa membubuhkan tanda tangan persetujuan mengikuti program tersebut tanpa diberi kesempatan membaca isi tulisan berkasnya. Padahal, saat ditawari Candra merasa keberatan karena kredit itu bukan atas namanya, melainkan adiknya.

Pihak leasing terus meyakinkannya apabila tidak terjadi apa-apa dan memintanya segera datang ke kantor SMS Finance. Setibanya di kantor SMS Finance, tawaran itu berupa penarikan mobil secara sepihak melalui debt collector perusahaan tersebut.

Beberapa hari kemudian, debt collector mendatangi Linda. Kunci mobil ditarik secara paksa. Kemudian mereka memberikan surat penarikan unit.

"Padahal Ibu Linda tidak merasa tanda tangan tapi tiba-tiba surat itu kok ada,” jelas dia.

Fattah menambahkan, surat penarikan itu berisi bahwa pihak Linda sepakat menyerahkan mobil Honda Brio Satya kepada SMS Finance dengan bukti surat penarikan yang telah ditanda tangani.

"Kok bisa jadi begitu, ini, kan, menipu debitur namanya. Ya semoga kepolisian cepat memproses kasus perampasan mobil ini," kata Fattah. (ads)

Berita Terbaru

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

SURAKARTA— Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV di Keraton Surakarta Hadiningrat …

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…