Kisruh PBB di Tulungagung, Masyarakat Patahkan Klaim AKD soal NJOP

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga Tulungagung tak keberatan dengan kenaikan PBB tahun ini
Warga Tulungagung tak keberatan dengan kenaikan PBB tahun ini

i

BACASAJA.ID- Permasalahan kenaikan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) yang berimbas dengan kenaikan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) menjadi topik hangat di Tulungagung akhir-akhir ini.

Kenaikan NJOP ini mendapat perlawanan dari AKD (Asosiasi Kepala Desa) di Tulungagung. Bentuk penolakan itu diwujudkan dengan tidak mengedarkan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan) PBB oleh pemerintah desa kepada warganya.

Pemkab melawan boikot ini dengan melaunching tempat pembayaran PBB. Masyarakat tetap bisa membayar PBB tanpa melalui perangkat desa.

Warga bisa membayar PBB melalui Bank yang ditunjuk, Kantor Pos, Bumdes atau melalui paltform belanja online. AKD mengklaim seluruh Kades tetap konsisten dengan komitmen penolakan ini.

Namun benarkah seluruh Pemerintah Desa sejalan dengan langkah AKD ini? Nyatanya masyarakat tidak keberatan dengan kenaikan PBB ini. Mereka legowo dengan kenaikan ini dan menganggap sebagai hal yang wajar.

Seperti diungkapkan oleh Suparni, warga Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru. Kakek 74 tahun yang dulunya bekerja sebagai tukang becak ini menerima dengan lapang dada kenaikan PBB.

“Sudah lebih dari 6 tahun enggak naik, kalau naik ya wajar,” ujarnya saat menerima SPPT dari petugas pemungut PBB di rumahnya, Rabu (24/3/21).

Hal senada diungkapkan Sukarno, pajak sangat penting bagi pembangunan di desa. Apalagi kenaikan pajak tak terlalu besar. Tahun lalu PBB yang harus dibayarnya sebesar sekitar 35 ribuan. Tahun ini menjadi sekitar 50 ribu.

Sepakat dengan Suparni, Sulam pemilik depot sate kambing juga membayar PBB tahunanya. Bukanya naik, PBB yang dibayarkan justru mengalami penurunan.

Sementara itu Camat Kedungwaru, Hari Pratijon yang melihat pembagian SPPT ke rumah warga mengatakan seluruh Kepala Desa di Kecamatan Kedungwaru menerima kenaikan ini, meski ada beberapa catatan.

Catatan itu dituangkan dalam nota kesepakatan antara pihak Kades dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung.

“Salah satu nota kesepakatan itu adalah mulai Rabu (24/3/21) serentak menyampaikan SPPT yang diterima Pemdes kepada wajib pajak,” kata pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Di Kecamatan Kedungwaru ada sekitar 34 ribu SPPT. Yoyok menjelaskan, dengan kenaikan NJOP ini justru sebenarnya masyarakat diuntungkan.

Dengan kenaikan NJOP, maka harga tanah milik warga juga mengalami kenaikan. Dirinya mengibaratkan harga sebuah baju yang awalnya hanya 5 ribu, lalu naik menjadi 7 ribu, maka pemilik pasti senang.

“Ada beberapa aspek yang positif, salah satunya harga objek (tanah) pasti naik,” katanya.

Pihaknya menargetkan seluruh SPPT di Kecamatan Kedungwaru tersampaikan ke wajib pajak selambatnya 2 Minggu kedepan. Jika nantinya warga keberatan dengan kenaikan PBB ini, bisa mengajukan keberatan kepada Pemkab Tulungagung.

“Nanti bisa mengajukan keberatan dengan dikoordinir oleh Pemdes,” jelasnya. Keberatan itu akan diajukan ke Bapenda untuk diverifikasi dan direvisi. Terakhir dirinya menegaskan jika kenaikan ini menguntungkan bagi warga. Apalagi kenaikan PBB tidak terlalu tinggi (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti, Ini Daftarnya

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti, Ini Daftarnya

Sabtu, 03 Okt 2026 18:58 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 18:58 WIB

JAKARTA – Polri melakukan mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 t…

JUPE Malam hari, Polsek Gubeng Patroli Cegah Kriminalitas sembari Bagikan Sembako kepada Para Pejuang Rupiah

JUPE Malam hari, Polsek Gubeng Patroli Cegah Kriminalitas sembari Bagikan Sembako kepada Para Pejuang Rupiah

Sabtu, 03 Okt 2026 15:21 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYA — Kepedulian kepada masyarakat tidak mengenal waktu. Hal tersebut ditunjukkan Kapolsek Gubeng AKP Sugarda Aditya Buwana Trenggoro, S.T.K., M.H., yang m…

Perlinsos Digital Jangkau Lebih dari 1 Juta KK di Surabaya, Data Warga Terus Dimutakhirkan

Perlinsos Digital Jangkau Lebih dari 1 Juta KK di Surabaya, Data Warga Terus Dimutakhirkan

Sabtu, 03 Okt 2026 14:24 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital telah menjangkau 1.004.298 kepala keluarga (KK) di Kota…

Kasus Dugaan Pungli Lurah di Surabaya Masih Diperiksa, Wali Kota Eri Cari Siapa Saja yang Terlibat

Kasus Dugaan Pungli Lurah di Surabaya Masih Diperiksa, Wali Kota Eri Cari Siapa Saja yang Terlibat

Sabtu, 03 Okt 2026 14:00 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:00 WIB

SURABAYA- Pemeriksaan terhadap seorang lurah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait dugaan pungutan liar (pungli) masih berjalan di…

Kapolda dan Wakapolda Jatim Diganti, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Gantikan Posisi Irjen Nanang Avianto

Kapolda dan Wakapolda Jatim Diganti, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Gantikan Posisi Irjen Nanang Avianto

Sabtu, 03 Okt 2026 13:56 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 13:56 WIB

SURABAYA - Pasca pergantian Kapolri baru, gerbong mutasi jabatan bergulir. Kali ini jabatan Kapolda Jatim dan Wakapolda Jatim bakal berganti dalam bulan ini.…

Kapolda Sulbar Berganti, Irjen Totok Suharyanto Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Irjen Adi Deriyan

Kapolda Sulbar Berganti, Irjen Totok Suharyanto Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Irjen Adi Deriyan

Sabtu, 03 Okt 2026 11:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 11:55 WIB

POLDA SULBAR- Sebuah babak baru dimulai untuk Polda Sulawesi Barat. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2205/X/Kep./2026 tertanggal 2 Oktober 2026,…