Gadis Surabaya ini Berani Gelapkan Rp 2,6 M, Sekarang Nasibnya Begini

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa Camilia Sofyan Ali, menjalani sidang di ruang Tirta I, PN Surabaya, secara online, Rabu (31/03/2021).
Terdakwa Camilia Sofyan Ali, menjalani sidang di ruang Tirta I, PN Surabaya, secara online, Rabu (31/03/2021).

i

BACASAJA.ID - Camilia Sofyan Ali, terdakwa penggelapan gula 260 ton, akhirnya divonis hukuman setahun dua bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam sidang secara online di ruang Tirta I Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, majelis hakim yang diketuai Khusaini ini menyatakan bahwa terdakwa yang tercatat warga Jalan Kendangsari Blok P No. 11, Surabaya itu terbukti bersalah. Terdakwa melakukan penipuan menggunakan nama dan surat palsu untuk memperoleh keuntungan dari korbannya, Hj. Mulianti.

Dia mengaku bekerjasama menjual gula dengan keuntungan menggiurkan. Selain itu, terdakwa juga mengaku memiliki perusahaan yang bekerja sama dengan PG Jatiroto di Lumajang dan PG Mrican di Kediri.

“Menyatakan terdakwa bersalah dan meyakinkan memakai nama palsu dan surat palsu untuk memperoleh keuntungan dari Mulianti. Divonis dengan hukuman satu tahun dua bulan,” kata Khusaini, Rabu (31/03/2021).

Terdakwa sebelumnya dituntut lebih berat oleh Jaksa Suwarti, yakni selama dua tahun penjara. Yang meringankan vonis terhadap terdakwa adalah, ia mengakui perbuatannya dan telah mengembalikan sebagian uang milik korban serta terdakwa ada upaya mengembalikan sebagian uang korban.

Khusaini melanjutkan, yang memberatkan terdakwa adalah merugikan korban Rp 2,6 miliar. “Selain itu terdakwa menggunakan nama palsu dan tipu muslihat sesuai dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan,” jelas Khusaini.

Atas putusan tersebut, terdakwa mengaku pikir-pikir. Dia berencanan akan mengajukan banding melalui pengacaranya. “Pikir-pikir. Nanti saya koordinasikan dengan pengacara saya pak,” ucap Camilia.

Mulanya, terdakwa bertemu dengan Mulianti menawarkan gula dari PG Jatiroto Lumajang dan PG Mrican Kediri dengan harga Rp 10 ribu per kilogram dan keuntungan yang dijanjikan Rp 100 hingga Rp 1.500 rupiah.

Mulianti percaya setelah terdakwa mengaku punya perusahaan dan bekerja sama dengan PG Jatiroto Lumajang dan PG Mrican Kediri menjual gula. Setelah yakin, korban mentransfer sejumlah uang secara bertahap.

Pada 7 Febuari 2020, Ia mentrasfer uang Rp 2,73 miliar untuk membeli gula di PG Jatiroto sebanyak 260 ton. Kemudian 8 Februari mentransfer Rp 318 juta untuk membeli gula di PG Lada Kediri sebanyak 30 ton.

Namun, setelah terdakwa menerima penyerahan uang dari saksi Mulianti dengan total diterima Rp 3,048 miliar. Perjanjian jual beli pertama 260 ton ternyata terdakwa mengirimkan gula kepada Mulianti hanya 25 ton.

Pengiriman 25 ton gula yang dikirim tergugat pun ditolak Bulog karena sudah kuning. selanjutnya pada pembelian kedua 30 ton tidak pernah dikirim lagi oleh tergugat.

Karena terdakwa tidak mampu menjual 260 ton gula PG Jatiroto Lumajang dan 30 ton gula PG Mrican Kediri dan terdakwa bukan pemenang lelang PG Jatiroto.

“Terdakwa meyakinkan korban dengan cara membuat surat pernyataan yang seolah-olah mengembalikan uang milik korban. Namun hingga kini uang Rp 2,6 miliar tersebut belum juga dikembalikan,” kata Suwarti. (bm)

Berita Terbaru

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

POLDA SULBAR- Menegaskan komitmen nyata menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Direktorat Lalu Lintas …

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

JAKARTA– Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian f…