Kunjungi Tulungagung, Anggota DPR RI: Pupuk Subsidi Jadi Momok Petani

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi pupuk bersubsidi.
Ilustrasi pupuk bersubsidi.

i

BACASAJA.ID - Permasalahan pupuk bersubsidi masih menjadi momok para petani. Mereka menganggap kuota pupuk bersubsidi masih jauh panggang dari api. Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Ermarini menganggap permasalahan pupuk adalah permasalahan kompleks, mulai dari hulu ke hilir.

“Pupuk ini dari hulu ke hilir repotnya memang luar biasa,” katanya saat melakukan kunjungan ke Wisata Desa Tulungagung, Senin (05/4/21) kemarin.

Permasalahan pupuk menurutnya lebih ke arah tata kelola pupuk. Wanita berjilbab ini menuturkan pengajuan pupuk bersubsidi seharusnya dilakukan di tingkat desa, bukan di tingkat kabupaten.

“Kita sedang mendorong mencari solusinya, terutama di tata kelolanya,” kata wanita berjilbab itu.

Salah satu cara untuk pendistribusian pupuk yang dikritisi adalah, ketentuan petani yang mendapat pupuk bersubsidi harus mempunyai lahan 2 hektare.

“Punya lahan 2 hektar di desa sudah termasuk sugih (kaya),” ujarnya.

Pihaknya mengusulkan petani dengan lahan dibawah 2 hektar tetap mendapatkan kuota pupuk bersubsidi. Seperti di Tulungagung, kebutuhan pupuk bersubsidi juga terbatas.

Kepala Dinas Pertanian melalui Kasi Pupuk, Pestisida dan Alsintan Triwidyono Basuki menjelaskan pengajuan pupuk bersubsidi secara otomatis dipotong oleh sistem.

Mulai tahun 2021 e-RDKK sudah memakai sistem di Kementerian Pertanian.

Dirinya mencontohkan, pengajuan pupuk urea 300 kilogram untuk 3 kali tanam, atau 900 kilogram.

“Ketika oleh teman-teman Pertanian diupload di Kementerian Pertanian, secara otomatis dipotong oleh sistem,” jelasnya.

Sehingga kuota pupuk tiap desa dan kecamatan tidak sama. Sebagai perbandingan, pada tahun 2020 ada 88.533 petani dengan luas tanam 145 ribu hektare. Tahun 2021 jumlah petani meningkat menjadi 113 ribu lebih dengan luasan lahan 140 ribu hektare.

“Tahun kemarin kita bisa mendapat Urea sebanyak 39.742 ton, sekarang hanya 21 ribu ton,” jelasnya.

Data itu pada e-RDKK. Data di e-RDKK itu oleh kementerian dipangkas lagi hingga tinggal sepertiga dari pengajuan.

“Tinggal 38-40 persen dari e-RDKK yang sudah dipotong oleh sistem,” katanya.

Kata Okky, untuk mengakali kekurangan pupuk bersubsidi ini, petani terpaksa menebus pupuk non subsidi yang harganya lebih mahal.

Disinggung alasan dari kementerian pertanian memangkas kuota pupuk bersubsidi, Okky jelaskan tidak mengetahui secara pasti.

Namun dari informasi yang diterima, anggaran subsidi nasional dari kementerian yang awalnya sekitar Rp33 triliun menjadi Rp21 triliun. (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti, Ini Daftarnya

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti, Ini Daftarnya

Sabtu, 03 Okt 2026 18:58 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 18:58 WIB

JAKARTA – Polri melakukan mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 t…

JUPE Malam hari, Polsek Gubeng Patroli Cegah Kriminalitas sembari Bagikan Sembako kepada Para Pejuang Rupiah

JUPE Malam hari, Polsek Gubeng Patroli Cegah Kriminalitas sembari Bagikan Sembako kepada Para Pejuang Rupiah

Sabtu, 03 Okt 2026 15:21 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYA — Kepedulian kepada masyarakat tidak mengenal waktu. Hal tersebut ditunjukkan Kapolsek Gubeng AKP Sugarda Aditya Buwana Trenggoro, S.T.K., M.H., yang m…

Perlinsos Digital Jangkau Lebih dari 1 Juta KK di Surabaya, Data Warga Terus Dimutakhirkan

Perlinsos Digital Jangkau Lebih dari 1 Juta KK di Surabaya, Data Warga Terus Dimutakhirkan

Sabtu, 03 Okt 2026 14:24 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital telah menjangkau 1.004.298 kepala keluarga (KK) di Kota…

Kasus Dugaan Pungli Lurah di Surabaya Masih Diperiksa, Wali Kota Eri Cari Siapa Saja yang Terlibat

Kasus Dugaan Pungli Lurah di Surabaya Masih Diperiksa, Wali Kota Eri Cari Siapa Saja yang Terlibat

Sabtu, 03 Okt 2026 14:00 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:00 WIB

SURABAYA- Pemeriksaan terhadap seorang lurah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait dugaan pungutan liar (pungli) masih berjalan di…

Kapolda dan Wakapolda Jatim Diganti, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Gantikan Posisi Irjen Nanang Avianto

Kapolda dan Wakapolda Jatim Diganti, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Gantikan Posisi Irjen Nanang Avianto

Sabtu, 03 Okt 2026 13:56 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 13:56 WIB

SURABAYA - Pasca pergantian Kapolri baru, gerbong mutasi jabatan bergulir. Kali ini jabatan Kapolda Jatim dan Wakapolda Jatim bakal berganti dalam bulan ini.…

Kapolda Sulbar Berganti, Irjen Totok Suharyanto Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Irjen Adi Deriyan

Kapolda Sulbar Berganti, Irjen Totok Suharyanto Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Irjen Adi Deriyan

Sabtu, 03 Okt 2026 11:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 11:55 WIB

POLDA SULBAR- Sebuah babak baru dimulai untuk Polda Sulawesi Barat. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2205/X/Kep./2026 tertanggal 2 Oktober 2026,…