Bulan Suci Ramadan, Ini Lima Manfaat Al-Qur'an yang Belum Kamu Tahu

Redaksi


Bulan Suci Ramadan, Ini Lima Manfaat Al-Qur'an yang Belum Kamu Tahu

Ilustrasi | Flickr

BACASAJA.ID - Alquran tidak seperti kitab-kitab suci yang lain. Setiap ayat yang tertera dalam Alquran adalah langsung dari kalimat-kalimat Allah SWT, bukan dari kalimat-kalimat yang diciptakan oleh nabi-nabiNya atau manusia.

Untuk memahami, pembacanya harus merujuk ke masa-masa awal ketika Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau menyampaikan bagaimana ayat-ayat suci itu diturunkan kepadanya sekaligus bagaimana menerapkannya.

Selain itu, menyisihkan waktu secara reguler untuk membaca dan merenungkan Alquran sejatinya memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan saat ini dan kehidupan yang akan datang. Mari kita ketahui lima manfaat dari membaca Alquran supaya kita bisa mendedikasikan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

1. Lebih dari menunaikan kewajiban-kewajiban agama


Nabi Muhammad SAW meringkas agama Islam dengan sangat sempurna.

Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary ra mengatakan, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Agama itu nasihat.” Kami pun bertanya, 'Hak siapa (nasihat itu)?' Beliau menjawab, 'Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin).'” (HR. Muslim)

Ketulusan beribadah kepada Allah itu termasuk membaca dan menerapkan isi Alquran. Hal itu dilakukan dengan memperlajari dan menerapkan aturan tajwid serta melafalkannya dengan indah. Kemudian, mempelajari sekaligus memahami tafsir Alquran untuk menegaskan Islam adalah kebenaran.

2. Menjadi saksi pada Hari Penghakiman

Dari Abu Maalik al-Ash'ari, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Al-Qur'an adalah bukti untukmu atau melawanmu." (HR. Muslim)

Jadi, salah satu dari dua itu hal akan terjadi dengan kesaksian Alquran pada Hari Penghakiman. Alquran akan menjadi pembela bagi umat yang membaca dan menerapkannya. Sebaliknya, Alquran akan melawan umat yang melalaikannya. Setiap Ucapan Sang Maha Pencipta akan menjadi bukti yang melawan kita.

Maka pikirkan baik-baik tentang posisi manusia dengan Al-Quran. Apakah kita mengabaikannya, menentangnya dan telah lengah dari perintah dan larangannya? Apakah kita sudah memikirkannya secara mendalam? Siapa yang akan berada di pihak kita pada Hari Kiamat?

3. Meningkatkan derajat seseorang


Zaman Umar bin Khattab menjabat sebagai amirul mukminin, beliau mempercayakan kepemimpinan Kota Mekah kepada Nafi’ bin Abdul Harits. Pada suatu hari, Nafi' mendatangi Umar di daerah 'Usfan.

Umar bertanya, "Siapa yang kamu tunjuk untuk memerintah Mekkah?"

Nafi' menjawab, "Ibnu Abza."

Umar bertanya lagi, "Dan siapa Ibnu Abza?"

Nafi' menjawab, "Seorang budak yang dibebaskan dari orang-orang yang kami bebaskan."

Umar lantas mengatakan, “Anda menunjuk seorang budak yang dibebaskan memerintah Suku Quraisy?”

Nafi' menjawab, “Sesungguhnya dia adalah seorang qari dari kitab Allah yang juga memiliki pengetahuan tentang kewajiban kaum muslimin. Pernahkah Anda mendengar sabda Rasulullah, 'Sesungguhnya Allah telah meninggikan (derajat) sebagian manusia dengan Alquran dan menurunkan (derajat) sebagian yang lain karenanya (Alquran).'" (HR. Muslim)

4. Bersama para malaikat yang mulia dan patuh


Dari Aisyah r.h.a. Beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SWA pernah bersabda, “Seorang yang lancar membaca Alquran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun bagi yang membaca Alquran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut, maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari & Muslim)

Jadi, jangan biarkan setan membuat umat muslim terjebak pada alasan yang salah, seperti 'saya bukan orang Arab' atau 'itu bukan dari bahasa saya.' Hadist ini jelas dan tegas telah menjadi bukti siapa pun dan bagaimana pun membaca Alquran, diberi ganjaran pahala yang berlipat ganda.

5. Posisi di surga tergantung ayat terakhir yang dibaca


Abdullah bin ‘Amr bin Al-'Aas r.a pernah mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda kepada para ahli Alquran. “Bacalah, tinggikan dan indahkanlah sebagaimana kamu membaca Alquran dengan tartil sewaktu di dunia. Karena sesungguhnya kedudukanmu di surga tergantung pada ayat terakhir yang kamu baca dari Alquran.” (Abu Dawud & At- Tirmidhi)

Hadist tersebut menggambarkan, saat manusia masuk surga, Alquran memohon kepada Allah SWT.

Alquran: “Wahai Tuhanku, hiasilah orang ini.” Maka Allah memberinya pakaian yang indah.

Alquran: “Wahai Tuhanku, tambahkanlah.” Maka Allah menambahnya dengan berbagai perhiasan.

Alquran berkata lagi: “Wahai Tuhanku, berikanlah keridhaan-Mu untuknya.”

Maka Allah meridhainya kemudian berfirman, “Bacalah Alquran dan tartilkanlah bacaannya sebagaimana kamu membaca Alquran di dunia. Masuklah kamu ke dalam surga lalu naiklah terus sampai lidahmu berhenti membaca. Maka di tingkat surga itulah kamu tinggal."

Seperti yang kita tahu bersama, lima manfaat luar biasa di atas hanyalah sebagian kecil dari banyak lagi manfaat Alquran yang lain. Manfaat-manfaat tersebut hanya bisa dicapai dengan komitmen tinggi kepada kitab Allah. Pikiran, tubuh dan jiwa harus benar-benar terikat pada Alquran. Mari kita tinggikan Alquran.

Wallahu a’lam bish-shawabi.

(red)