BACASAJA.ID -Para staf Kelurahan di Kota Surabaya, memelajari cara penggunaan aplikasi Edabu Jamkesda BPJS Kesehatan.
Pembelajaran ini merupakan bentuk sosialisasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait Penerapan Universal Health Coverage (Jaminan Kesehatan Semesta).
Aplikasi Edabu Jamkesda BPJS Kesehatan adalah aplikasi yang disiapkan oleh BPJS Kesehatan untuk menginput data warga yang akan tergabung dalam kepesertaan pengertian Jaminan Kesehatan Semesta (JKS).
Aplikasi ini hanya bisa diakses oleh internal Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan sebelum menggunakan aplikasi itu, petugas kelurahan akan mendapatkan informasi dan pengetahuan seputar JKS.
Mulai pengertian, peruntukkan (sasaran) hingga bagaimana proses pendaftaran sampai warga dinyatakan resmi tergabung dalam kepesertaan JKS.
“Jadi mulai dari awal, lalu untuk yang terlibat dalam sosialisasi itu adalah kepala Puskesmas, petugas IT, bidan dan kelurahan yang mendampingi ibu hamil sampai dengan melahirkan juga kita libatkan,” kata Feny sapaan akrabnya, Jumat (30/4/2021).
Tujuannya, untuk memudahkan masyarakat yang ingin mendaftarkan diri menjadi kepesertaan JKS. Cukup dengan mendatangi kantor kelurahan terdekat. Warga bisa mendaftar dengan membawa persyaratan berupa KTP.
Apabila sewaktu-waktu warga sakit, maka tinggal membawa KTP untuk berobat ke Puskesmas terdekat yang ada di Surabaya.
Feny mengungkapkan, sosialisasi dan pendampingan untuk petugas kelurahan itu sebenarnya sudah dilakukan sejak kemarin, Rabu (29/4/2021) di 154 kelurahan yang tersebar se-Surabaya.
Namun, ia memastikan pelakasanaan pendampingan tersebut akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, agar seluruh kelurahan memahami dan dapat membantu warganya dalam mendaftarkan kepesertaan JKS.
“Cukup diselesaikan di tingkat kelurahan saja. Daftarnya di kelurahan, kalau sudah terlanjur sakit maka bisa langsung daftarnya sekalian berobat di puskesmas,” jelasnya.
Ia juga menilai, jika antusias masyarakat memanfaatkan JKS dinilai luar biasa. Sejak launchingnya program itu per 1 April - 28 April, warga yang telah mendaftarkan mencapai 892 orang.
“Alhamdulillah satu bulan. Dari angka 892 merupakan gabungan pendaftar dari rumah sakit maupun kelurahan dan angka ini masih terus bertambah tiap jamnya. Kami berharap semua warga menyempatkan diri mendaftarkan. Sebaiknya daftar saat kondisi masih sehat jangan menunggu sakit. Tetapi untuk warga yang sedang sakit tetap dilayani di puskesmas terdekat. Untuk mekanisme rujukan tetap berjenjang,” pungkasnya. (byta)
Editor : Redaksi