BACASAJA.ID - Puluhan pedagang kelontong yang menyediakan Gas LPG ukuran 3 Kilogram atau yang biasa disebut Gas Melon di wiliyah desa Buluagung dan desa Sumberingin Kecamatan Karangan semenjak dua hari (H+3 dan H+4) kehabisan stok, sehingga tidak bisa melayani kebutuhan masyarakat setempat.
Kondisi tersebut dikeluhkan oleh salah satu warga desa Buluagung Rochmad, yang berusa mencari gas LPG ukuran 3kg untuk kebutuhan memasak, namun lebih dari puluhan kios kelontong (pracangan) disekitar tempat tinggalnya telah habis
"Puluhan kios kelontong sudah saya datangi, semuanya tidak ada stok gas LPG ukuran 3 kilogram. Saya keliling mulai dari rumah sekitar pasar Sumber, sampai pasar Sumberingin bahkan agen pangkalan gas LPG yang ada di perempatan lampu merah sumberingin semuanya kosong tidak ada barang satupun," keluhnya kepada BACASAJA.ID
Informasi dilapangan dari beberapa pedagang kelontong menjelaskan kelangkaan mulai terjadi saat menjelang lebaran dan setelah lebaran gas tabung melon, mulai langka dan sulit didapat di pasaran.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (KOMIDAG) Kabupaten Trenggalek, Agus Stiono ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (18/5/21) mengatakan terkait kelangkaan Gas LPG ukuran 3kg dikarenakan adanya peningkatan permintaan masyarakat.
Hal tersebut dikarenakan tingkat kebutuhan akan gas meningkat selama liburan lebaran, atau kemungkinan lain dikarenakan ada libur hari raya idhul fitri sehingga tidak ada distribusi/pengiriman dari SPBE.
"Kami yakin kondisi ini segera normal kembali sebab pada hari senin pendistribusi gas LPG sudah dimulai kembali,” terangnya.
Menjelang lebaran gas sebenarnya sudah mulai langka tapi masih bisa didapat di agen pangkalan gas dengan harga yang bervariasi ada antara Rp.18.000,- sampai Rp. 19.500. (j/g)
Editor : Redaksi