Usaha Galian Tambang Dituding sebagai Penyebab Longsor di Trenggalek

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Runtuhnya sebagian tebing setinggi 7 meter di kawasan hutan, di wilayah Perhutani, Kabupaten Trenggalek.
Runtuhnya sebagian tebing setinggi 7 meter di kawasan hutan, di wilayah Perhutani, Kabupaten Trenggalek.

i

BACASAJA.ID - Lokasi usaha tambang galian C milik Sakur, warga Desa Ngulan Wetan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, diduga menjadi salah satu pemicu runtuhnya sebagian tebing setinggi 7 meter di kawasan hutan, di wilayah Perhutani, Kabupaten Trenggalek.

Hasil investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KPK RI, menduga bahwa sebagian dari matrial longsoran tebing tersbut, ikut dijadikan menjadi matrial yang ditambang oleh Sakur dan disetorkan ke pabrik di Surabaya.

“Kemarin kami masih melihat bekas matrial longsoran di lokasi di mana longsoran tersebut terlihat keberadaanya sepertinya sudah berkurang,” Ujar Mukti Harsaya Pimpinan LSM KPK RI, Kamis (3/6/2021).

Pihaknnya menemukan ada kurang lebih puluhan ton matrial tanah yang diduga adalah tanah dari tebing milik kawasan Perhutan yang terlihat longsor dengan matrial longsoran jatuh masuk di kawasan Tambang Galian C Milik Sakur warga Ngulan Wetan.

Sementara itu pemilik usaha tambang Galian C, Sakur, menolak keras dugaan terjadinya longosrnya tebing disisi sebelah timur dari lokasi tambang galin C miliknya adalah diakibatkan dampak dari pengelolaan tambang dilakukan.

"Longsoran itu terjadi diakibatkan pasca ada gempa kuat yang terjadi di Malang beberapa bulan yang lalu, Mas, bukan karena akibat pertambangan yang saya lakukan,” ucap Sakur menjawab dugaan yang disampaikan oleh LSM KPK RI. (j/g)

Berita Terbaru

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

SURAKARTA— Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV di Keraton Surakarta Hadiningrat …

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…