Diskusi FGD Dorong Produk UMKM Gresik Masuk Pasar Internasional

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Forum Grup Discusion (FGD) bersama Diskoperindag, Bea Cukai, dan sejumlah pelaku UMKM di Aula Diskoperindag, Jumat (11/6/2021).
Forum Grup Discusion (FGD) bersama Diskoperindag, Bea Cukai, dan sejumlah pelaku UMKM di Aula Diskoperindag, Jumat (11/6/2021).

i

BACASAJA.ID - Pengembangan produk lokal usaha masyarakat kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik didorong terus berkembang. Sejumlah produk UMKM warga lokal Gresik seperti Kopyah, feysen batik, alat musik banjari, baju koko, sarung tenun, dan lainnya sangat berpotensi menembus komoditas ekspor.

Potensi itu perlu didukung penuh. Sebab, menurut Sekretaris Komisi II DPRD Gresik Syahrul Munir, pemerintah sebenarnya telah memberikan fasilitas gratis melalui Bea Cukai yang bernama “Klinik Ekspor” yang bisa diakses oleh para pelaku UKM sebagai jalur ekspor produk unggulan mereka.

Syahrul menjelaskan, jika fasilitas “Klinik Ekspor” lebih dimaksimalkan, maka tidak menutup kemungkinan produk UMKM Gresik akan semakin merambah pasar Internasional. Selain itu, pemasukan mereka akan semakin bertambah dibandingkan dengan menggunakan jasa importir.

“Jumlah UKM kita yang siap ekspor sangat sedikit. Desember 2020 kemarin yang terdaftar hanya 11 pelaku ekspor, namun per 2021 ini sudah ada 148 eksportir yang sudah terdaftar. Tapi belum tau juga identifikasinya bahwa pelaku tersebut sudah siap ekspor atau tidak, karena kebanyakan pelaku UKM kita menggunakan jasa eksportir," katanya, Jumat (11/6/2021).

Padahal lanjut Syahrul saat menghadiri Forum Grup Discusion (FGD) bersama Diskoperindag, Bea Cukai, dan sejumlah pelaku UMKM di Aula Diskoperindag jika bisa diekspor sendiri maka tentu akan menambah pemasukan.

"Jika dilakukan sendiri ekspor tersebut tentu bisa menjadi bahan pemasukan sendiri bagi pelaku UMKM," ungkapnya.

Meski demikian, politisi muda PKB itu tidak menampik bahwa para pelaku UMKM di Gresik masih mendapati kendala dalam proses pengurusan legalitas brand produk mereka. Padahal, kualitas produk mereka sudah berkelas premium atau sudah siap ekspor.

“Kendala utama yang dialami oleh teman-teman pelaku UMKM ini adalah pendampingan, mulai dari perizinan, kemasan produk, company profil, hingga akses ke pasar Internasional. Padahal produk usaha mereka sudah siap untuk diekspor, karena kualitasnya sudah kualitas premium,” kata Syahrul.

Karena itu Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait agar mengkaji ulang potensi pasar dan peluang pendapatan berupa pajak atas aktivitas ekspor produk lokal UMKM Gresik. Sehingga tercipta solusi terbaik untuk memfasilitasi penuh ekspor produk UMKM di Gresik.

“Kajian potensi pasar dan peluang pendapatan berupa pajak atas aktivitas ekspor ini harus dikaji lebih lanjut oleh dinas terkait. Sehingga nanti akan mendapat akses program dari Kemenkeu, syaratnya pengrajin di desa tersebut harus kompak,” ungkap alumni Universitas Indonesia itu.

Dalam FGD itu, para pelaku UMKM yang hadir juga membawa produk mereka masing-masing, diantaranya Songkok Ikbal dan Pondok Indah dari Bungah, Rebana Imam Bahri Bungah, Songkok Presiden Pulopancikan Gresik, Baju Muslim Ramli, Busana Java Muslim, Sarung Sutra Sari Ratu Cerme, Batik Bangsawan, Batik Gajah Mungkur, dan beberapa produk UMKM lainnya yang telah siap ekspor. (TBK)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…