Kasus Melonjak, Petugas Kesehatan di Tulungagung mulai Kewalahan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemberlakuan PPKM darurat di Tulungagung, Sabtu (3/7) malam.
Pemberlakuan PPKM darurat di Tulungagung, Sabtu (3/7) malam.

i

BACASAJA.ID- Petugas kesehatan di Kabupaten Tulungagung mulai kewalahan menangani pasien covid-19.

Dalam beberapa hari terakhir ini, jumlah pasien covid-19 meningkat secara signifikan, dengan angka kesembuhan yang rendah.

Hal ini membuat pasien yang dirawat di fasilitas kesehatan menumpuk.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Kasil Rokhmat menyampaikan jika kondisi ini terus terjadi, bukan tidak mungkin petugas kesehatan bakal lumpuh.

“Jika tidak ada perubahan mobilitas (pergerakan) masyarakat, maka kenaikannya akan eksponensial (bertingkat). mungkin petugas kesehatan bakal lumpuh,” kata Kasil, Sabtu (3/7/21) sore.

Petugas kesehatan di Kabupaten Tulungagung jumlahnya tetap, namun tugas yang diemban bertambah. Selain vaksinasi yang saat ini gencar dilakukan, konsentrasi petugas kesehatan terpecah dengan traching dan merawat pasien.

“Itu memerlukan effort yang luar biasa, kalau ditambah dengan kasus yang eksponensial, pasti ada yang terkorbankan,” jelasnya.

Selama bulan Juni kemarin, sudah ada 5 dokter, Bidan dan perawat di Tulungagung yang terpapar covid-19. Kondisi mereka sudah membaik, salah satunya akibat pengaruh vaksin. Kasil menceritakan di daerah lain sudah ada dokter yang meninggal dunia.

“Banyak (tenaga kesehatan) menjadi korban juga, tapi kita enggak berharap,” katanya.

Dalam kondisi landai, pasien covid-19 yang dirawat di fasilitas kesehatan sebanyak 60-70 pasien. Kondisi PPKM darurat, kini merawat sekitar 400 an pasien covid-19 dengan tenaga kesehatan yang tetap.

“Kalau nambah lagi, bisa nambah beban lagi,” katanya.

Sementara jumlah tenaga kesehatan tidak mungkin direkrut dalam waktu singkat. Dari data yang dimilikinya, BOR (Bed Occupacy Rate) sudah mencapai 61,18 persen, atau dari 706 tempat tidur terisi 432 pasien.

Sedang tempat tidur ICU terisi 47,76 persen atau terisi 36 dari total 76 tempat tidur. Untuk memutus penularan semakin meluas dan melindungi petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan, pemerintah memberlakukan PPKM darurat.

Dalam PPKM darurat ini, mobilitas warga dibatasi hingga pukul 20.00.

Sayangnya pada hari pertama pemberlakuan PPKM darurat pada Sabtu (3/7) malam masih banyak warga yang abai dan cenderung menyepelekan.

Petugas dengan dibantu bantuan dari Yon Zipur 5 terpaksa harus membubarkan kerumunan warga.

“Kita lihat nanti dijalan ada perubahan tidak, kalau enggak ada perubahan akan diperpanjang (PPKM darurat),” tegasnya.

Pihaknya bakal menggenjot vaksinasi dengan lebih banyak titik vaksinasi. (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

JAKARTA - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tampaknya tidak main-main dalam mengusut kasus dugaan Mark-Up anggaran Kontrak…

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi N…

DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

Kamis, 04 Jun 2026 14:31 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:31 WIB

SURABAYA-  Pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama arah pembangunan Kota Surabaya dalam beberapa tahun ke depan. Selain proyek jalan lingkar yang …

DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin

DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin

Kamis, 04 Jun 2026 14:27 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:27 WIB

SURABAYA – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri di Jawa Timur dinilai masih menyulitkan warga kurang mampu. Pasalnya, calon peserta didik d…

Wakil Meteri Imipas Silmy Karim Resmi Ditahan, KPK: Terkait Kasus Pemerasan dan Gratifikasi Ratusan Miliar

Wakil Meteri Imipas Silmy Karim Resmi Ditahan, KPK: Terkait Kasus Pemerasan dan Gratifikasi Ratusan Miliar

Kamis, 04 Jun 2026 14:21 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:21 WIB

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas), Silmy Karim, menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama tujuh orang lainnya. Mereka…

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

SURABAYA– Persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menjadi perhatian serius Komisi D DPRD Surabaya. Dalam rapat bersama Dinas Pendidikan (…