Warga Desa Gayaman Geger, Ditemukan Mayat Bayi di Sungai

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lokasi ditemukannya mayat bayi oleh orang tak dikenal di sungai Desa Gayaman Kab. Mojokerto. (Foto: redaksi)
Lokasi ditemukannya mayat bayi oleh orang tak dikenal di sungai Desa Gayaman Kab. Mojokerto. (Foto: redaksi)

i

BACASAJA.ID - Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki dibuang oleh orang tak dikenal, di aliran sungai Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Kondisi mayat bayi, ari-arinya masih menempel dan utuh, Senin (7/12/20).

Hadi, 34 tahun, salah satu saksi mata menyebutkan, sekitar pukul 05.00 WIB saat mengantar putrinya, Devi, 7 tahun, ke WC umum desa. Usai mengantarkan putrinya, ia dan juga istrinya, Yuliarum, 28 tahun, duduk di jembatan sungai yang berjarak sekitar tiga meter dari WC umum.

"Terus anak saya ini yang lihat, bilang ke mamanya. Apa itu kok kaya anak kecil? sudah di sungai itu," katanya.

Sebelumnya, sang istri mengantar anaknya ke toilet umum dan menemukan adanya bercak darah, di runtuhan tembok yang berada di depan toilet.

Sehingga, Yuliarum memindahkan putrinya yang berusia 7 tahun, ke toilet sebelahnya untuk memasang celana.

"Saya lagi duduk, istri habis dari kamar mandi (sebelah timur paling pojok) mau ganti celana anak kok ada darah. Terus diajak ke jembatan, terus anak lihat itu dan posisinya itu menyamping kiri terus ada ari-arinya," katanya.

Sementara itu, terkait adanya informasi seorang laki-laki dan wanita berada di lokasi kejadian sebelum sholat shubuh tak bisa dipastikannya.

Sebab, toilet umum yang berada di area persawahan dan pemukiman warga tersebut sehari-harinya juga digunakan warga dari luar Desa Gayaman.

"Tidak tahu soalnya di situ ada orang juga, tapi bukan orang habis melahirkan. Biasa di situ ngantri memang," katanya.

Istiyanah, 42 tahun, warga yang rumahnya berada tiga meter di belakang wc umum tersebut mengatakan, tak ada hal mencurigakan seperti suara tangisan bayi baru lahir di malam harinya.

"Tidak kedengaran sama sekali, enggak tahu apa-apa. Jam 02.00 saya bangun antarkan ponakan pipis (kencing) ke kamar mandi sendiri itu ya enggak dengar apa-apa," katanya.

Ia menambahkan jika saat azan subuh keluar rumah untuk membersihkan toilet umum tersebut. Namun, tak melihat adanya bercak darah saat itu.

"Terus subuh saya bangun ke WC umum itu ya bersih enggak ada apa-apa. Adanya bekas rusuhan (kotoran) lemah (tanah) sedikit di lantai yang saya bersihkan," ucap wanita yang memang sehari-hari membersihkan toilet umum ini.  

Hanya saja, dirinya dan sejumlah warga yang menemukan mayat bayi tersebut melihat adanya gumpalan darah di tanah depan toilet umum tersebut.

"Ramai-ramai tahu ada bayi itu saya, sekitar jam 05.30. Saya lagi di belakang, ada Mbak Yuli lagi ke WC umum sama anaknya, anaknya  itu lihat bayinya. Tapi memang ternyata ada segumpal darah gitu di tanah, itu di tutupi kayu dulu," katanya.

Mayat bayi laki-laki yang baru dilahirkan ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dasar sungai. Sejumlah hewan air menempel di bagian kepalanya.

"Kondisi bayi laki-laki juga masih bagus, ada ari-arinya. Mungkin itu (dibuangnya) baru, kalau sudah lama kan bayinya melembung, itu ndak, masih bagus," kata Istiyanah.

Sejumlah relawan dan aparat mengevakuasi mayat bayi terebut ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, untuk diautopsi. Aparat kepolisian masih memintai keterangan warga sekitar dan mengumpulkan bukti untuk mencari siapa saja yang terlibat dalam pembuangan bayi tersebut termasuk ibu yang melahirkannya.  (red/las)

Tag :

Berita Terbaru

Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, Dishub Tertibkan Jukir Tak Ber-KTA

Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, Dishub Tertibkan Jukir Tak Ber-KTA

Sabtu, 19 Sep 2026 16:04 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 16:04 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperluas penerapan digitalisasi layanan parkir di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Dinas Perhubungan…

Jaga Akuntabilitas Penindakan Pelanggaran, Ditlantas Polda Sulbar Turun Langsung Bimbing Satlantas Mamuju Tengah

Jaga Akuntabilitas Penindakan Pelanggaran, Ditlantas Polda Sulbar Turun Langsung Bimbing Satlantas Mamuju Tengah

Sabtu, 19 Sep 2026 15:06 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 15:06 WIB

POLDA SULBAR - Untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas berjalan profesional, transparan dan sesuai prosedur, Subdit…

Prof. Dr. Tjandra Sridjaya Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Prof. Dr. Tjandra Sridjaya Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 WIB

SURABAYA — Pembenahan profesi advokat tidak cukup hanya dengan memperkuat organisasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), komunikasi antarsesama a…

Berakhir di Rutan Kejati Jatim! Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Kena Serangan Jantung

Berakhir di Rutan Kejati Jatim! Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Kena Serangan Jantung

Sabtu, 19 Sep 2026 11:02 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 11:02 WIB

SURABAYA — Kabar duka datang dari penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (pungli) di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya M…

Pemkot Surabaya Perkuat Nilai Pancasila Lewat Gerakan di Tingkat Kampung

Pemkot Surabaya Perkuat Nilai Pancasila Lewat Gerakan di Tingkat Kampung

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui Kampung Pancasila.…

Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pasangkayu, Kapolres Pastikan Penanganan Objektif 

Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pasangkayu, Kapolres Pastikan Penanganan Objektif 

Sabtu, 19 Sep 2026 10:37 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:37 WIB

PASANGKAYU-   Reporter Tribun Sulbar, Taufan, resmi melaporkan dugaan pemukulan dan ancaman yang dialaminya saat menghadiri undangan klarifikasi di SMA Negeri 1…