Arti dan Makna Hari Tasyrik, Larangan Berpuasa serta Amalan Takbir, Zikir, serta Doa yang Dianjurkan

Redaksi


Arti dan Makna Hari Tasyrik, Larangan Berpuasa serta Amalan Takbir, Zikir, serta Doa yang Dianjurkan

Ilustrasi berdoa (pxfuel).

BACASAJA.ID - Usai perayaan Hari Raya Iduladha, kaum muslim di seluruh dunia memasuki yang namanya Hari Tasyrik selama tiga hari berturut-turut. Seperti yang sudah diketahui, Hari Raya Iduladha jatuh pada tanggal 10 Zulhujah.

Itu artinya, tiga Hari Tasyrik adalah tanggal 11, 12, 13 Zulhijah 1442 Hijriyah atau 21, 22, 23 Juli 2021 Masehi. Dinamakan tasyrik karena pada hari-hari tersebut daging-daging kurban didendeng atau dipanaskan di bawah terik matahari.

Hari Tasyrik sendiri punya nama lain yaitu Hari Nahar yang bermakna menyembelih. Lantaran itu, selama tiga hari setelah Iduladha, umat Islam diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurban berdasarkan tuntunan syariat Islam.

Dari Jubair bin Math’am dari Nabi SAW, beliau bersabda:

”Semua hari Tasyrik adalah waktu penyembelihan (hewan kurban)”. ( HR. Ahmad)

Tak hanya disarankan untuk menyembelih kurban, muslimin pun dilarang untuk berpuasa pada Hari Tasyrik. Mengapa dilarang? Karena Hari Tasyrik masih satu rangkaian dengan Iduladha.

Pada Hari Tasyrik malah diperintahkan untuk makan dan serta banyak berdzikir dengan mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih dan tahmid selepas shalat lima waktu.

BACA JUGA: Sejarah, Asal Usul, dan Hikmah Idul Adha, Kisah Saudara Kembar dan Penyembelihan Anak Manusia

Pada hari tasyrik, kaum muslim juga dilarang untuk berpuasa sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah ra.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ حُذافة يَطُوفُ فِي مِنًى: "لَا تَصُومُوا هَذِهِ الْأَيَّامَ، فَإِنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ، وَذِكْرِ اللَّهِ، عز وجل"

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW memerintahkan Abdullah ibnu Huzafah untuk berkeliling di Mina menyampaikan seruan berikut: Janganlah kalian melakukan puasa pada hari-hari ini, karena sesungguhnya hari-hari ini adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berzikir kepada Allah SWT". (HR Muslim).

Pada hadis lain, Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: 

وَقَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ أَيْضًا: عَنْ نُبَيشة الْهُذَلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أيامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ".

Imam Ahmad meriwayatkan  dari Nabisyah Al-Huzali yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: Hari-hari tasyrik adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah. 

Para ulama sendiri sudah mencapai kesepakatan bersama kalau bertakbir atau takbiran pada hari raya adalah perkara yang disyariatkan dalam Islam.

Para ulama pun menyarankan agar memperbanyak ibadah dan bertakbir. Soalnya, memperbanyak ibadah dan takbir adalah salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.

Dalil yang menganjurkan untuk bertakbir pada hari raya hingga tiga hari tasyrik ada banyak, baik dalil dari Al-quran maupun dalil dari Hadits nabi Muhammad SAW.

Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah pada hari yang berbilang. (QS. Al baqarah: 203)

Ibnu Abbas mengungkapkan, yang dimaksud dengan hari-hari yang berbilang adalah hari-hari tasyrik, yang juga dikenal dengan sebutan hari-hari yang telah diketahui, yaitu hari belasan.

Amalan pada Hari tasyrik yang bisa dilakukan berikutnya adalah berdoa. Untuk yang satu ini, Nabi Muhammad SAW saat melakukan wuquf dan hari tasyrik memanjatkan doa berikut ini.

{رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ} 

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Al-Baqarah: 201)

BACA JUGA: Lezatnya Opor Ayam Warisan Bung Karno, Begini Cara Masaknya

Dalam sebuah hadis lain, disebutkan pula Nabi Muhammad SAW juga memanjatkan doa sapu jagat berikut ini. 

قَالَ الْإِمَامُ الشَّافِعِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ السَّائِبِ: أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِيمَا بَيْنُ الرُّكْنِ الْيَمَانِيِّ وَالرُّكْنِ الْأَسْوَدِ: {رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ}

Imam Syafii mengungkapkan, dari Abdullah ibnus Saib, bahwa dirinya pernah mendengar Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa berikut di antara rukun Bani Jumah dan rukun Aswad, yaitu: Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.

Itulah arti dari Hari Tasyrik dan amalan takbir serta zikir yang bisa dilakukan selama tiga hari beruntun usai Iduladha. (berbagai sumber/rg4)