Pembunuhan di Pasar Kapasan, AKBP Oki Ahadian : Menyerah Atau Tindak Tegas

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian

i

BACASAJA.ID – Polisi terus menyelidiki kasus pengeroyokan dengan senjata tajam di Pasar Kapasan yang menyebabkan Slamet Mahmud (54) warga Jalan Gembong Sawah Tengah Gg.I Surabaya tewas.

Kejadian berdarah yang terjadi pada Kamis (22/7/2021) itu, terjadi di toko Surya Emas, Pasar Kapasan lantai 2. Surabaya.

Polsek Simokerto yang dibackup oleh Polrestabes Surabaya terus mengumpulkan bukti dari keterangan saksi-saksi setelah istri korban melapor ke Polisi.

Dugaanya, korban ini dikeroyok yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal. Menurut beberapa saksi, awalnya korban berada didalam toko lalu didatangi oleh seorang pelaku dan terjadi cek-cok.

Karena pelaku menyerang korban dengan pisau, kemudian korban mengambil clurit didalam toko, sehingga terjadi perkelahian antara korban dengan seorang pelaku.

Dengan sama-sama membawa senjata tajam, namun tidak lama kemudian datang seorang pelaku lagi dan menyerang korban. Sehingga korban terluka dibagian kepala dan pinggang kiri.

Kemudian dua orang pelaku melarikan diri. Selanjutnya korban dibawa oleh orang disekitar TKP dengan naik becak ke Rs.Soewandi, namun meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian membenarkan kejadian penganiayaan atau pembacokan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.

Usai kejadian, Unit Resmob dan Jatanras langsung bergerak melakukan penyelidikan guna mengungkap pelakunya.

“Unit Resmob dan Jatanras turun semua, kita himbau agar pelaku menyerahkan diri saja,” tegas AKBP Oki Ahadian, Sabtu (24/7/2021).

Oki menegaskan, jika pelaku tak juga menyerahkan diri dan menghiraukan peringatan maka petugas akan bertidak tegas.

“Kita akan tidak tegas terukur jika melawan dan tidak menyerahkan diri,” tegas Oki.

Sementara itu, dari lokasi kejadian petugas mengamankan barang bukti berupa, sebuah senjata tajam berupa pisau, dam sarung senjata tajam Clurit beserta gagangnya. (J1)

Berita Terbaru

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

POLDA SULBAR - Sorotan lampu biru kendaraan patroli Polantas Polda Sulbar kembali menyisir ruas jalan Kota Mamuju, Sabtu (5/9/26) malam. Dalam program rutin…

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…