Pemakaman Pasien Covid-19 di Tulungagung Diduga jadi Ajang Bisnis, Keluarga Korban Dibebani Uang Jutaan Rupiah!

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi pemakaman Covid-19.
Ilustrasi pemakaman Covid-19.

i

BACASAJA.ID- Kondisi pandemi covid-19 dimanfaatkan oleh sejumlah oknum relawan untuk keuntungan pribadi.

Seperti kejadian di Tulungagung, dimana kelompok relawan binaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tulungagung, memungut bayaran untuk membantu pemakaman pasien covid-19.

Nilainya pun mencapai jutaan rupiah untuk 1 jenazah. Salah satunya terjadi di Desa Mergayu Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung.

Menurut Kepala Desa Mergayu, Irkhamul Huda uang yang harus dibayar sebesar 1,5 juta.

Uang itu dibayar sepenuhnya oleh pihak keluarga kepada relawan tersebut.

“Ya, ditanggung sepenuhnya oleh keluarga,” jelasnya.

Saat ditanya, jika ada kejadian serupa apakah akan memakai jasa relawan tersebut? Huda jelaskan sedang melakukan penjaringan potensi masyarakat yang mau memulasara dan memakamkan jenazah Covid-19.

Terutama warganya yang bekerja di fasilitas kesehatan, seperti klinik, puskesmas atau rumah sakit.

“Ini sedang kita persiapkan, karena kita berfikir tidak selamanya mengandalkan dari luar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Tulungagung, Soeroto jelaskan pemulasaraan dan pemakaman bisa dilakukan secara mandiri oleh warga sekitar.

“Semua masyarakat bisa memakamkan, enggak harus dari Satgas,” kata Soeroto.

Menurutnya, jenazah pasien covid bisa dimakamkan tanpa harus menunggu satgas Kabupaten. Apalagi perangkat desa dan Satgas tingkat desa sudah mendapatkan pelatihan pengurusan jenazah Covid-19.

Disinggung adanya relawan yang menarik sejumlah uang dalam membantu memakamkan jenazah Covid-19, Soeroto tegaskan tidak tahu menahu.

Namun dirinya menekankan hal itu tidak diperbolehkan, apalagi sampai timbul transaksi atau tawar-menawar.

“Terkait dengan permintaan uang harus senilai sekian itu tidak boleh,” kata pria yang juga menjabat Sekretaris I Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung itu dengan tegas.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Kasil Rokhmat mengaku sudah memberikan pelatihan pada Satgas desa untuk memulasara dan memakamkan jenazah Covid-19.

Tak hanya sekali, pelatihan dilakukan hingga beberapa kali. Selain Dinkes, Puskesmas juga telah melakukan pelatihan sendiri.

Di tingkat desa sudah dilengkapi dengan APD (alat pelindung diri) serta plastik pelindung jenazah.

“Sebenarnya enggak ada kendala,” ujar Kasil.

Jika ada kendala, maka bukan kewenangan Dinkes, tapi BPBD Tulungagung. Sedang Dinkes hanya menangani masalah tekhnis penanganan covid-19.

Menurut Kasil kewenangan pemulasaraan jenazah diserahkan kepada BPBD.

Disinggung anggaran pemakaman jenazah Covid-19, Kasil katakan sudah ada di desa melalui Dana Desa.

Keluarga tak seharusnya dibebani uang jutaan rupiah untuk pemakaman.

“Perkara desa itu ada kebiasaan membebankan pada warga, itu tergantung desa,” pungkasnya (t.ag/JP).

Berita Terbaru

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Rabu, 3 Juni 2026. Selain Dadan, dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony…

DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

Rabu, 03 Jun 2026 21:44 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:44 WIB

SURABAYA- Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) anak di bawah umur kembali mencuat. Praktik ini diduga melibatkan seorang pria bernama FR alias FRA,…

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

SURABAYA- Sebuah video amatir yang merekam dugaan aksi pencurian fasilitas publik viral di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, terlihat dua orang…

Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan

Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan

Rabu, 03 Jun 2026 20:14 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 20:14 WIB

SURABAYA – Pelayanan publik yang berkualitas tidak selalu diukur dari seberapa cepat sebuah persoalan terselesaikan. Bagi masyarakat, perhatian dan komunikasi y…

Ir Sudarmadji : Lelang Calon Pengelolah Bandug Zoo Tidak Bermanfaat

Ir Sudarmadji : Lelang Calon Pengelolah Bandug Zoo Tidak Bermanfaat

Rabu, 03 Jun 2026 15:19 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 15:19 WIB

BANDUNG- Pembentukan Tim Pengelolah Sementara (TPS) Bandung Zoo yang digaungkan APECSI harus segera direalisasikan oleh Kementerian Kehutanan, bukan justru…

KPK Kembali Periksa Bos Maktour dan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

KPK Kembali Periksa Bos Maktour dan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Rabu, 03 Jun 2026 09:23 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 09:23 WIB

  Pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur, memberi keterangan usai diperiksa KPK beberapa waktu lalu. (Foto: RRI/Chairul Umam) JAKARTA- Komisi …