Wali Kota Surabaya Beri Insentif 100 Persen, PDIP: Para Nakes Berada di Garis Terdepan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Khusnul Khotimah.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Khusnul Khotimah.

i

BACASAJA.ID - PDI Perjuangan menyambut gembira atas komitmen Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang memberikan insentif 100 persen bagi tenaga-tenaga kesehatan yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Pahlawan.

Komitmen itu diungkapkan Wali Kota Eri Cahyadi kepada kalangan media, Jumat lalu, di Balai Kota Surabaya. Seusai penyerahan bantuan dari berbagai pihak kepada Pemerintah Kota Surabaya.

“Kita bergembira atas kebijakan Wali Kota Surabaya. Ini memberikan kepastian dan melegakan para nakes. Di masa pandemi Covid-19, para tenaga kesehatan berada di garis terdepan perjuangan. Mereka melayani pasien dan warga masyarakat, dengan resiko tertulari. Mereka layak mendapat insentif 100 persen,” ujar Khusnul Khotimah, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Minggu (15/8/2021).

Pada tahun 2020, insentif para nakes dibayarkan penuh sesuai besaran tertinggi atau 100 persen. Kemudian tahun 2021, Pemerintah Kota Surabaya memberi insentif 75 persen.

Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No 01.07/MENKES/4239/2021, bahwa besaran insentif nakes dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan atau APBD masing-masing daerah.

Setelah mencermati perbagai perkembangan, termasuk penambahan pada Pendapatan Asli Daerah Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi memutuskan memberikan insentif 100 persen. Pemerintah Kota Surabaya akan membayarkan sisa yang 25 persen.

Dengan perkembangan itu, menurut Khusnul, Fraksi PDI Perjuangan memberikan support penuh dalam ploting anggaran. Terlebih sebentar lagi DPRD Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggarah 2021.

“PDI Perjuangan sangat concern agar insentif para tenaga kesehatan bisa dipenuhi 100 persen, seperti komitmen Pak Wali kota,” ujarnya.

Khusnul Khotimah adalah juga Ketua Komisi D bidang Kesejahteran Rakyat DPRD Kota Surabaya. Salah satu tupoksinya adalah bidang kesehatan. “Jumlah tenaga kesehatan di Surabaya sekitar 48 ribu,” ujar Khusnul.

Ditambahkan, para tenaga kesehatan telah bekerja ekstra keras menjaga rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya dan Puskesms-Puskesmas. Mereka menangani warga yang terpapar Covid-19, serta melakukan vaksinasi.

“Angka infeksi Covid-19 yang terus melandai di Surabaya, tidak terlepas dari kerja keras para tenaga kesehatan yang sudah berupaya maksimal memberikan layanan medis pada warga,” kata Khusnul.

Menurut laman lawancovid-19. surabaya.go.id pada Sabtu 14 Agustus 2021, angka positif Covid-19 di Surabaya tercatat 4.373 kasus. Ini jauh menurun dari beberapa pekan sebelumnya.

“Kita syukuri Surabaya sekarang sudah berada di zona oranye, yang sebelumnya di zona merah. Kasus-kasus aktif terus menurun. Semoga bisa memasuki zona kuning dan hijau,” kata Khusnul. (*/rg4)

Berita Terbaru

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi N…

DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

Kamis, 04 Jun 2026 14:31 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:31 WIB

SURABAYA-  Pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama arah pembangunan Kota Surabaya dalam beberapa tahun ke depan. Selain proyek jalan lingkar yang …

DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin

DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin

Kamis, 04 Jun 2026 14:27 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:27 WIB

SURABAYA – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri di Jawa Timur dinilai masih menyulitkan warga kurang mampu. Pasalnya, calon peserta didik d…

Wakil Meteri Imipas Silmy Karim Resmi Ditahan, KPK: Terkait Kasus Pemerasan dan Gratifikasi Ratusan Miliar

Wakil Meteri Imipas Silmy Karim Resmi Ditahan, KPK: Terkait Kasus Pemerasan dan Gratifikasi Ratusan Miliar

Kamis, 04 Jun 2026 14:21 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:21 WIB

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas), Silmy Karim, menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama tujuh orang lainnya. Mereka…

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

SURABAYA– Persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menjadi perhatian serius Komisi D DPRD Surabaya. Dalam rapat bersama Dinas Pendidikan (…

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

JAKARTA – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Rabu, 3 Juni 2026. Diketahui, KPK m…