Setiap Hari Dengar Tangis Kehilangan, Begini Cerita 4 Srikandi UNAIR yang Bekerja di Ruang Isolasi Covid-19

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tiga Srikandi Unair berfoto bersama. Yang satu lagi tentu yang mengambil foto.
Tiga Srikandi Unair berfoto bersama. Yang satu lagi tentu yang mengambil foto.

i

BACASAJA.ID - Pandemi Covid-19 masih terus menunjukkan eksistensinya. Bahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa masyarakat harus hidup berdampingan dengan virus Covid-19 selama 5 hingga 10 tahun lagi.

Penyebaran Covid-19 juga tak pandang bulu, selain masyarakat biasa, tenaga kesehatan juga turut terpapar. Oleh karenanya banyak instansi menyelenggarakan perekrutan relawan tenaga kesehatan Covid-19.

Salah satunya seperti yang diikuti oleh 4 srikandi Universitas Airlangga (Unair) yang menjadi relawan di ruang isolasi Covid-19 RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Mereka adalah Dian Riani, Dewi Novita Sari, Dinna Alvia Novita, dan Rizkika Putri Silvia yang merupakan mahasiswa semester 6 prodi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi UNAIR.

Dinna mengatakan alasannya bertekad untuk menjadi relawan Covid-19 adalah karena dalam keadaan krisis seperti ini ia tidak boleh berdiam diri dan harus berkontribusi.

“Banyaknya tenaga kesehatan yang isolasi mandiri hingga gugur akibat Covid-19 membuat beberapa rumah sakit kewalahan menghadapi pandemi dan saya tidak boleh berdiam diri,” ujarnya, Selasa (24/8/2021).

Selaras dengan Dinna, ketiga orang lainnya juga punya tekad yang kuat untuk turut berperan aktif dalam penanganan pandemi.

“Kami ingin menjadi bagian yang turut berperan aktif dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia,” kata Dewi.

Dalam menjalankan tugas sebagai relawan di ruang isolasi Covid-19 baik Dian, Dewi, Dinna, dan Rizkika tidak memiliki kesulitan yang berarti sebab selama perkuliahan mereka telah dibekali ilmu teori dan praktik yang mumpuni.

Tak sampai disitu saja pengalaman kerja lapangan di rumah sakit juga menjadi bekal bagi mereka untuk merawat pasien di ruang isolasi Covid-19.

“Kegiatan yang dilakukan umumnya sama seperti praktik kerja lapangan sebelumnya seperti memeriksa tanda-tanda vital, memeriksa EKG, memberikan obat, observasi pasien dan sebagainya. Hal yang membuat terlihat berbeda hanya penggunaan APD level 3 saja,” ucap Dian.

Sementara itu, Dinna menambahkan bahwa selama bertugas di ruang isolasi Covid-19 selain merawat pasien, mereka juga memberikan pendampingan kepada pasien.

“Selain itu keadaan pasien yang bisa saja tiba-tiba mengalami kondisi saturasi oksigen yang turun drastis membutuhkan observasi lebih mendalam. Pasien juga butuh pendampingan dan semangat karena ia berada seorang diri tanpa keluarga yang menemani di ruang isolasi,” imbuh Dinna.

Meski menjadi relawan di ruang isolasi memiliki risiko tinggi untuk terpapar Covid-19 namun hal tersebut tidak membuat 4 srikandi ini gentar.

“Kami tidak khawatir jika terpapar Covid-19. Ini juga merupakan kewajiban kami untuk mengabdikan diri. APD sudah digunakan dengan baik, berhati-hati pada diri sendiri dan orang lain,” tutur Rizkika.

Sudah lebih dari 1 bulan 4 srikandi ini mengabdikan diri di ruang isolasi Covid-19 tentu banyak pengalaman yang didapat. Bagi mereka pengalaman paling menyedihkan selama bertugas adalah saat melihat pasien harus menyudahi perjuangannya di ruang isolasi Covid-19.

“Ketika pasien yang datang dalam keadaan baik-baik saja tapi tiba-tiba mengalami kritis dan meninggal dunia adalah momen paling menyakitkan bagi kami. Tapi kesembuhan pasien menjadi semangat bagi kami untuk tetap sehat dan kuat,” jelas Dinna.

Keempat srikandi ini berpesan kepada masyarakat yang masih menganggap sepele pandemi Covid-19 untuk segera memperbaiki diri. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap berita hoax yang beredar.

“Covid-19 itu nyata. Jadi stop menyebarkan berita hoax bahwa Covid-19 hanya akal-akalan saja. Kami para relawan setiap hari mendengar tangisan seseorang yang kehilangan sosok yang dicintainya pergi akibat terpapar Covid-19,” tutup Dinna. (byta/rg4)

Berita Terbaru

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

POLDA SULBAR- Menegaskan komitmen nyata menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Direktorat Lalu Lintas …

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

JAKARTA– Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian f…