Eri-Armuji Menang Versi Quick Count, Ini 8 "Senjata" yang Mempengaruhi

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Eri Cahyadi dan Armuji
Eri Cahyadi dan Armuji

i

BACASAJA.ID - Berdasar hasil hitung cepat (quick count) empat lembaga survei, pasangan Eri Cahyadi - Armuji unggul atas pasangan Machfud Arifin - Mujiaman di kisaran angka 13 - 15%.

Ada delapan faktor yang mendongkrak suara Eri-Armuji di Pilwali Surabaya 9 Desember 2020. Empat lembaga survei itu Surabaya Survey Center (SSC), Charta Politika, Populi Center dan Poltracking.

Direktur SSC Mochtar W Oetomo mengungkapkan delapan faktor itu pertama karena Suranaya menjadi basis tradisional PDI Perjuangan (PDIP). "Meski ada faksi- faksi dalam tubuh PDIP surabaya, faktanya soliditas kader-kader PDIP yang sudah mendarah daging sulit untuk digoyahkan. Sikap gotong royong yang sudah menjadi naluri ditubuh PDIP otomatis menggelora dan menggelinding dlm konteks tertuntu yang diperlukan," ungkap Mochtar dikutip Minggu (13/12/2020).

Kedua, lanjut Mochtar adalah faktor Wali Kota Tri Rismaharini sebagai endocer utama pasangan Eri-Armuji. Menurutnya, tingkat kepuasan masyarakat Surabaya pada Risma yang melebihi 90% menjadikan strategi transfer device Eri-Armuji dengan menggunakan pengaruh Risma, terbukti jitu dan efektif. Surat Risma dan video ajakan Risma di detik-detik akhir jelang coblosan kian menguatkan strategi ini.

"Faktor Risma effect tidak bisa disangkal. Karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Risma melebihi 90 persen,"ujarnya.

Ketiga, blunder video hancurkan Risma. Viral video ini justru sangat menguntungkan Eri-Armuji karena lahirnya simpati publik utamanya dari kalangan emak-emak. Bahkan swing voters MA-Mujiaman diindikasikan banyak berpindah ke Eri-Armuji karena berbagai blunder yang dilakukan oleh tim paslon 02.

"Selain itu, blunder video hancurkan Risma sangat menguntungkan Erji," tandas Mochtar yang juga dosen politik di Universitas Trunojoyo Madura.

Keempat, tim dan relawan yang lebih ramping dan efektif. Dengan hanya didukung oleh PDIP dan PSI, tim Eri-Armuji jauh lebih militan dan efektif, serta lebih simple dan fokus dalam berbagai koordinasi, konsolidasi dan mobilisasi. Berbeda dengan begitu banyaknya partai pendukung MA-Mujiaman yang membuat segala koordinasi, konsolidasi dan mobilisasi mjd lebih kompleks, hingga menimbulkan banyak resiko faksionalitas dan uncoordinated. Hingga munculnya kasus video hancurkan Risma.

Kelima, Eri Cahyadu menjadi sosok paling pembeda diantara 4 kandidat yang ada. Paling muda dan good looking. Juga relatif terlihat paling memahami dan menguasai tata kelola pemerintahan Surabaya dengan backgroundnya sebagai ASN pemkot dan Kepala Bapeko.

Keenam, debat publik yg menunjukkan penguasaan data dan masalah pada pasangan Eri-Armuji jauh lebih komprehensif dibanding MA-Mujiaman sedikit banyak memberi andil pada pergerakan swing voters, karena pemilih Surabaya relatif lebih rasional.

Ketujuh, pemilih Surabaya yang relatif rasional dan well informed tidak mudah dipengaruhi dengan berbagai opini, jargon, slogan, informasi hoax, bahkan sembako dan uang. Pemilih rasional dan well informed cenderung information seeking, berusaha mencari sendiri informasi ttg para kandidat melalui berbagai sumber informasi sehingga pemilih ini memiliki preferensi yang mencukupi untuk menentukan pilihannya.

Kedelapan, simbolisasi dan dukungan Nahdliyin. Pasangan Eri-Armuji mampu mengawinkan simbolisasi ideal Nasionalis-Religius dengan berhasilnya Eri Cahyadi menampilkan simbolisasi dirinya sebagai Nahdliyin.

"Baik melalui ziarah ke berbagai makam, istighosah, pengajian maupun dia penutup saat debat publik kedua. Disamping itu dukungan jejaring NU di level kota juga menjadi faktor yang tentu tidak bisa diabaikan begitu saja", pungkas akademisi yang akrab disapa Kang Mochtar ini. (ril)

Berita Terbaru

Peringatan Satu Tahun Wafat PB XIII, PB XIV Pimpin Doa Bersama 350 Abdi Dalem di Keraton Surakarta

Peringatan Satu Tahun Wafat PB XIII, PB XIV Pimpin Doa Bersama 350 Abdi Dalem di Keraton Surakarta

Kamis, 22 Okt 2026 19:41 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:41 WIB

Sinuhun Pakubuwono XIV memimpin peringatan satu tahun wafatnya PB XIII di Siti Hinggil Utara, dihadiri sekitar 350 Abdi Dalem.…

Pagar Pengaman Dipasang, Revitalisasi Keraton Surakarta Prioritaskan Pelindungan Cagar Budaya

Pagar Pengaman Dipasang, Revitalisasi Keraton Surakarta Prioritaskan Pelindungan Cagar Budaya

Kamis, 22 Okt 2026 19:29 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:29 WIB

Jamin keselamatan dan perlindungan cagar budaya, Tim Pelaksana mulai pasang pagar pengaman revitalisasi Keraton Surakarta…

Dengar Persoalan Lahan Warga Pasangkayu, Kapolda Sulbar Kedepankan Dialog dan Kepastian Hukum

Dengar Persoalan Lahan Warga Pasangkayu, Kapolda Sulbar Kedepankan Dialog dan Kepastian Hukum

Kamis, 22 Okt 2026 18:47 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 18:47 WIB

MAMUJU – Persoalan lahan dan keamanan masyarakat Pasangkayu menjadi perhatian dalam audiensi Kapolda Sulawesi Barat bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) T…

Perkuat Lini Terdepan Pelayanan, Polda Sulbar Mutasi 223 Personel ke 6 Polres Jajaran

Perkuat Lini Terdepan Pelayanan, Polda Sulbar Mutasi 223 Personel ke 6 Polres Jajaran

Kamis, 22 Okt 2026 14:24 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 14:24 WIB

POLDA SULBAR – Polda Sulbar secara resmi menerbitkan mutasi 223 personel bintara untuk memperkuat jajaran kepolisian di tingkat wilayah. Langkah strategis ini t…

Hore! Jalan Raya Pansela Penghubung Dua Kecamatan di Nganjuk Segera Diperbaiki

Hore! Jalan Raya Pansela Penghubung Dua Kecamatan di Nganjuk Segera Diperbaiki

Kamis, 22 Okt 2026 13:30 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 13:30 WIB

Estimasi pelaksaannya, yaitu November akhir atau awal Desember 2026.…

Polda Sulbar Perkuat Pondasi Iman Lewat Binrohtal, Perkokoh Pelayanan yang Profesional

Polda Sulbar Perkuat Pondasi Iman Lewat Binrohtal, Perkokoh Pelayanan yang Profesional

Kamis, 22 Okt 2026 10:39 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 10:39 WIB

Polda Sulbar – Keimanan dan profesionalisme menjadi dua pilar penting dalam tugas kepolisian khususnya di Sulbar. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan R…