Peserta Tes P3K Tertua Tulungagung Yakin Lolos

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peserta tes P3K tertua, Pujiati saat ikuti tes P3K.
Peserta tes P3K tertua, Pujiati saat ikuti tes P3K.

i

BACASAJA.ID - Hari ini, Senin (13/9/21) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan ujian bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Ujian ini diikuti oleh lebih dari 4 ribuan GTT (guru tidak tetap) tingkat SD-SMA SE Kabupaten Tulungagung.

Ada 1300 an formasi yang diperebutkan. Dari 4 ribuan peserta itu, salah satunya adalah Pujiati (53). Pujiati merupakan GTT di SDN 3 Gempolan, Kecamatan Pakel.

Wanita paruh baya yang berasal dari Trenggalek ini kesehariannya mengajar sebagai wali kelas 2. Menurut Pujiati, dirinya sudah lama menanti tes ini.

“Alhamdulillah selama ini belum pernah ada ujian P3K untuk guru honorer,” ujar Pujiati.

Jika dinyatakan lolos dan dihitung dari usianya, maka Pujiati bisa mengajar hingga usia 60 tahun atau 7 tahun lagi. Menurutnya ujian ini merupakan harapan baginya untuk memperbaiki kesejahteraan.

“Dalam hati dag dig dug juga,” jelasnya.

Apalagi selama 13 tahun mengajar, dirinya masih berstatus sebagai honorer. Pujiati merupakan lulusan Universitas Terbuka.

Pada usia 24 tahun, dirinya pernah mengajar. Setelah menikah dan tuntutan ekonomi, dirinya harus berhenti mengajar.

“Saat anak-anak sudah besar, jiwa saya sebagai pendidik terpanggil lagi,” terang wanita berjilbab itu.

Saat itu usianya sudah menginjak 40 tahun, dan tidak mungkin lagi mengikuti ujian menjadi ASN (aparatur sipil negara).

Dengan ujian ini, dirinya yakin bisa lolos dan menyandang status sebagai P3K. Optimisme ini bukan tanpa alasan. Dirinya mempunyai Sertifikat Pendidik (Serdik), yang didapatnya waktu ikut PPG tahun 2019 lalu.

“Mengikuti pelatihan PGRI, kemudian belajar mandiri dan kelompok untuk menyelesaikan persoalannya,” terangnya.

Dari pelatihan yang dilakukan, ternyata soalnya banyak yang cocok. Apalagi dengan Serdik yang dimiliki, dirinya yakin bisa lolos 100 persen.

Jika tidak lulus, dia berharap Pemerintah mempunyai kebijakan khusus yang memperhatikan nasib honorer.

“Yang tidak lulus jangan langsung diputus kerjanya, karena mereka sudah bekerja selama puluhan tahun,” pungkasnya.

Dari 8 honorer yang ada di sekolahnya hanya 6 orang yang bisa mengikuti ujian P3K. 2 orang lainya belum bisa mengikuti ujian dan harus menunggu kesempatan selanjutnya.

Ujian P3K dilakukan serentak di SMKN 1 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu, SMKN 3 Boyolangu, SMAN 1 Kedungwaru, dan SMAN 1 Ngunut. Mereka yang lolos akan mendapat kesejahteraan seperti ASN, namun tidak mendapat uang pensiun. (JP/t.ag/RG4).

Berita Terbaru

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

SURABAYA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong reformasi birokrasi d…

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

MAJENE – Memastikan pengelolaan perlengkapan dinas berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan menjadi fokus Tim Bidang Logistik Tahun Anggaran 2026 dari Biro L…

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

POLDA SULBAR- Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso, memimpin langsung rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) penguatan program prioritas Kapolri di Polda…

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

POLDA SULBAR - Memperkuat fondasi penegakan hukum yang bermartabat di wilayah Sulawesi Barat, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto terus mempererat…

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

MAMUJU— Semangat Polisi Peduli Pendidikan diwujudkan melalui kolaborasi di bidang akademik. Tri Suhendra Arbani, S.H., M.H., dosen Universitas Islam Negeri (…

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

POLDA SULBAR– Merespons fenomena kejahatan siber dengan modus penipuan online yang mengintai siapa saja di dunia digital. Polda Sulbar menerbitkan panduan e…