Ustaz Cabuli Santriwatinya, Polres Tulungagung Periksa 9 Orang

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kanit PPA Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih.
Kanit PPA Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih.

i

BACASAJA.ID - Proses hukum terhadap NK, ustaz warga Kecamatan Boyolangu terus berlanjut.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tulungagung telah memeriksa 9 orang, termasuk saksi, korban dan NK.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung melalui Kanit PPA L, Iptu Retno Pujiarsih menjelaskan saat ini perkembangan perkara tersebut sudah dalam tahap penyelidikan.

"Kita sudah memeriksa terlapor, korban dan saksi-saksi yang jumlahnya 9 orang," jelasnya, Senin (15/11/21).

Sembilan orang itu terdiri dari 1 pelapor, 1 korban, 6 saksi terdiri dari 3 anak dan 3 dewasa dan terlapor.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, pihaknya masih melakukan pendalaman. Lantaran ada perbedaan antara keterangan korban dan terlapor.

Terlapor membantah telah melakukan pencabulan terhadap santriwatinya.

"Keterangan terlapor, dia tidak melakukan apa yang disampaikan oleh murid-muridnya," jelasnya.

Terlapor mengatakan perbuatannya bertujuan untuk mengarahkan gerakan sholat santriwatinya. Menurut Retno, terlapor mengakui hanya menyentuh pantat dan paha korban.

"Kayak sujud atau ruku' memang dia memegang bagian pantat untuk mengarahkan gerakan sholat," katanya.

Terlapor juga bilang dirinya tidak sampai menyentuh bagian kemaluan, atau menyingkap pakaian santriwatinya.

Menjawab rumor tentang NK yang melarang santriwatinya mengenakan celana saat mengaji, Retno jelaskan terlapor juga menyanggahnya.

Dari pengakuannya, santriwatinya boleh memakai celana, asalkan bagian luarnya memakai rok panjang. Akibat kejadian itu, beberapa santri pindah tempat mengaji.

"Setelah kejadian itu, anak-anak sebagian pindah tempat ngaji," kata Retno.

Selama proses pemeriksaan, terlapor bersikap kooperatif. Namun demi kelancaran pemeriksaan, terlapor diwajibkan absen tiap hari Selasa dan Kamis.

Sebelumnya, NK diduga telah melakukan pencabulan kepada santriwatinya, saat mengaji dan latihan sholat.

Melati (13) dan Mawar (14) warga Boyolangu menceritakan kisahnya, telah dicabuli oleh guru ngajinya, NK. Santriwati itu disentuh kemaluannya melalui kolong meja.

Saat latihan sholat, NK menyodok-nyodokan kemaluannya ke pantat santriwatinya. NK selalu mengancam santriwatinya tidak diluluskan bila menceritakan perbuatannya pada orang lain.

Perbuatan NK dilaporkan ke Polisi pada Jum'at (22/10/21). Apalagi ada upaya pihak desa yang berupaya menyelesaikan masalah ini lewat jalan mediasi pada Minggu (24/10/21).

Tokoh desa tempat NK tinggal yang ikut mediasi antara NK dan keluarga korban, Eko menjelaskan NK mengakui perbuatannya, meski masih samar.

"Pengakuannya masih multi tafsir," jelas Eko.

Eko melanjutkan, pada mediasi yang dilakukan di balai desa setempat, keluarga korban meminta NK meminta maaf. NK pun meminta maaf dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.

"Terkait kasus yang dilaporkan ke Polres (Polisi), yang berhak menjawab pihak Polres," jelas Eko. (JP/t.ag/RG4)

Berita Terbaru

Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Kamis, 23 Jul 2026 21:18 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan dukungannya terhadap langkah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) dalam menangani dugaan korupsi …

Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Kamis, 23 Jul 2026 21:10 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:10 WIB

BANJARMASIN— Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 yang …

Hari Anak Nasional 2026, Armuji: Anak Terlindungi adalah Investasi Masa Depan Bangsa

Hari Anak Nasional 2026, Armuji: Anak Terlindungi adalah Investasi Masa Depan Bangsa

Kamis, 23 Jul 2026 21:06 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:06 WIB

SURABAYA – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang jatuh pada 23 Juli, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk m…

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

SURABAYA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Hal itu disampaikan …

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Cek Peralatan Khusus Ditintelkam, Wakapolda Tekankan Pentingnya Transformasi Pelayanan Berbasis IT…

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

POLDA SULBAR - Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kali ini menjalin sinergi …