BACASAJA.ID - Seorang pria tanpa identitas menemper kereta api, Jum'at (31/12/21) sore sekitar pukul 16.00, diperlintasan kilometer 167 +600, Desa Pojok Kecamatan Ngantru.
Akibatnya, pria yang diperkirakan berusia sekitar 60 tahun itu alami luka serius di bagian kepala, tangan dan kakinya.
Menurut keterangan warga sekitar, Danang, pria tersebut berjalan diatas jembatan rel yang melintang diatas jalan desa.
Dari arah Utara, datang kereta api Rapih Doho relasi Surabaya-Blitar.
"Setelah menemper, lalu terjatuh dari ketinggian 4 meter," jelasnya.
Menurut Danang, kereta sebenarnya sudah membunyikan klakson agar orang tersebut menepi.
Namun pria yang membawa cangkul tersebut tak mengindahkan dan akhirnya menemper/terserempet kereta api.
Awalnya warga tak mengetahui ada kejadian orang menemper kereta tersebut.
Baru setelah kereta berhenti dan membunyikan klakson klakson terus menerus, warga baru mengetahui ada orang menemper kereta.
"Jatuhnya dalam posisi terlentang, kepala di sisi utara," jelasnya.
Oleh petugas, selanjutnya pria tersebut dipinggirkan ke tepi jalan.
Sontak kejadian ini menjadi tontonan warga. Warga segera menghubungi polisi dan ambulans.
Pria ini alami luka memar di bagian kepala sebelah kanan, patah pada tangan kanan dan luka terbuka pada kami kiri.
Pria tersebut dalam keadaan kritis dan langsung dibawa ke RSUD dr. Iskak guna menjalani perawatan.
"Baru kali ini kejadian seperti ini," pungkasnya.
Dari pantauan lapangan, jembatan ini sepanjang 7 meter dengan lebar sekitar 3 meter dan ketinggian 4 meter.
Dari olah TKP sementara, ditemukan bercak darah di sisi timur jembatan. (JP/t.ag/RG4)
Editor : Redaksi