Pemprov dan DPRD Jatim Temukan Solusi Penonaktifan BPJS Kesehatan Warga Miskin

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

BACASAJA.ID - Aksi elemen buruh yang dimotori Jamkes Watch – KSPI Jatim untuk menyikapi persoalan penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan 622.986 warga miskin dan tidak mampu di Jatim yang sebelumnya dibiayai Pemprov Jatim membuahkan hasil.

Saat audensi dengan Komisi E bidang Kesra DPRD Jatim bersama sejumlah dinas di lingkungan Pemprov serta perwakilan BPJS Jatim terungkap, penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan itu terpaksa dilakukan Pemprov karena regulasi (kebijakan) yang baru tidak lagi membolehkan Pemprov membiayai jaminan kesehatan masyarakat.

“APBD provinsi sekarang memang tidak bisa membiayai karena berkaitan dengan regulasi yang ada. Kepesertaan BPJS Kesehatan 622.000 warga miskin itu akan dialihkan pembiayaannya ke kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial Jatim, Mohammad Alwi di ruang Banmus DPRD Jatim, Rabu (19/1/2022).

Persoalannya, kata Alwi regulasi itu muncul disaat APBD pemerintah daerah sudah disahkan, sehingga timbul kemacetan atau penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan warga miskin yang sebelumnya ditanggung Pemprov Jatim.

“Pemprov Jatim sudah membahas persoalan ini bersama kabupaten/kota dan BPJS. Sudah ada 120.922 warga yang akan ditanggung oleh 9 kabupaten/kota di Jatim yang karena mereka memiliki kemampuan, keuangan,” terang Alwi.

Sedangkan sisanya, lanjut Alwi akan dimasukkan ke dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Mengingat, masih ada kuota validasi di DTKS sebanyak 800 ribuan.

“Itu sudah lebih dari cukup untuk bisa menampung keseluruhan warga yang kepesertaan BPJS Kesehatannya dinonaktifkan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jatim Deni Wicaksono menambahkan, bahwa solusi untuk jangka panjang telah ditemukan.

Masalahnya tinggal mencari solusi jangka pendek, yakni bagaimana agar warga miskin yang kepesertaan BPJS Kesehatannya dinonaktifkan itu bisa mendapat layanan kesehatan jika mereka membutuhkan.

“Kami meminta solusi jangka pendek itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Jawa Timur karena jumlah anggaran yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak dan pemprov memiliki kemampuan untuk itu,” tegas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim.

Deni juga mengapresiasi langkah tanggap Pemprov Jatim untuk segera menemukan solusi yang dialami 622 ribua warga tidak mampu di Jatim.

Koordinasi dengan kabupaten/kota memang dilakukan secara bertahap sehingga baru ada 9 daerah yang menyatakan kesanggupan untuk mengambilalih tanggung jawab pembiayaan.

“Siang ini, Pemprov bersama OPD terkait di lingkungan Pemprov Jatim terkait juga membahas persoalan ini. Hasilnya, mereka janjikan akan disampaikan kepada Komisi E DPRD Jatim besok,” jelas ketua Bappilu DPD PDI Perjuangan Jatim.

Sekretaris Jamkes Wacth – KSPI Jatim, Nuruddin Hidayat mengaku senang karena aspirasi yang diperjuangkan mendapat tanggapan baik. Bahkan solusi jangka panjang dan jangka pendek juga dtemukan dan dibahas serius untuk jadi kebijakan diskresi.

“Kami bersyukur respon Pemprov dan DPRD Jatim terkait masalah penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan 622.986 warga miskin di Jatim sangat positif dan sudah ada solusinya, sehingga tugas kita tinggal mengawal supaya warga miskin tetap dapat layanan kesehatan secara gratis,” kata Nuruddin. (JNR/RG4)

Berita Terbaru

Cegah 3C dan Balap Liar, URC Polda Sulbar Patroli Malam di Mamuju

Cegah 3C dan Balap Liar, URC Polda Sulbar Patroli Malam di Mamuju

Kamis, 03 Sep 2026 12:32 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 12:32 WIB

MAMUJU – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Barat. Tim …

Kapolda Sulbar Lepas Kombes Pol Agus Budi Supriyanto: Jabatan Adalah Amanah Pengabdian

Kapolda Sulbar Lepas Kombes Pol Agus Budi Supriyanto: Jabatan Adalah Amanah Pengabdian

Kamis, 03 Sep 2026 08:52 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 08:52 WIB

POLDA SULBAR- Masa pengabdian Kombes Pol Agus Budi Supriyanto, selaku Direktur Pengamanan Obyek Vital (DirPamobvit) Polda Sulawesi Barat resmi berakhir…

PT Java Fortis vs Nany Widjaja: Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian dan Kerugian Rp83 Miliar

PT Java Fortis vs Nany Widjaja: Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian dan Kerugian Rp83 Miliar

Kamis, 03 Sep 2026 07:01 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 07:01 WIB

SURABAYA — Besarnya nilai kerugian perusahaan belum serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyatakan seorang direksi melakukan kesalahan atau kelalaian dalam m…

Buka Akses U-Turn Lebih Aman di Wonokromo, Pemkot Surabaya Relokasi 43 Pedagang Pasar Tumpah

Buka Akses U-Turn Lebih Aman di Wonokromo, Pemkot Surabaya Relokasi 43 Pedagang Pasar Tumpah

Rabu, 02 Sep 2026 20:52 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:52 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Kecamatan Wonokromo merelokasi 43 pedagang pasar tumpah yang selama ini menempati badan jalan dan saluran…

Jaga Keselamatan Berlalu Lintas, Polantas Polda Sulbar Terus Hadir Saat Padatnya Arus Pulang Kerja

Jaga Keselamatan Berlalu Lintas, Polantas Polda Sulbar Terus Hadir Saat Padatnya Arus Pulang Kerja

Rabu, 02 Sep 2026 18:50 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 18:50 WIB

POLDA SULBAR- Keselamatan dan ketertiban di jalan raya terus menjadi prioritas utama Polantas Polda Sulbar, melalui pengaturan lalu lintas pada jam-jam padat…

Peziarah Ampel Resah Diganggu Anjal, Wali Kota Eri Perintahkan Satpol PP Perketat Pengawasan

Peziarah Ampel Resah Diganggu Anjal, Wali Kota Eri Perintahkan Satpol PP Perketat Pengawasan

Rabu, 02 Sep 2026 15:34 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:34 WIB

SURABAYA- Sejumlah peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Kota Surabaya, mengeluhkan gangguan anak jalanan (anjal) dan pengemis yang meminta…