Puluhan Bus Diperiksa Kelaikan Jalanya, Awaknya Dites Urine

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tes urine bagi pengemudi bus di Terminal Gayatri Tulungagung
Tes urine bagi pengemudi bus di Terminal Gayatri Tulungagung

i

BACASAJA.ID - Mendekati hari raya Idul Fitri, masyarakat kita yang merantau mempunyai kebiasaan tiap tahun.

Kebiasaan itu adalah pulang kampung atau mudik, merayakan hari raya idul Fitri di kampung halaman.

Secara nasional pemerintah memperkirakan akan ada 85,5 juta warga yang akan melakukan mudik pada lebaran tahun ini.

Untuk Tulungagung diperkirakan akan ada 500 ribu orang mudik ke Tulungagung.

Selain menggunakan kendaraan pribadi, mudik juga menggunakan moda transportasi umum seperti bus.

Tak mau terjadi insiden kecelakaan akibat kurang primanya kendaraan umum, Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung bersama BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Tulungagung melakukan pemeriksaan terhadap armada dan awak bus.

Kabid Keselamatan Jalan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Widjanarko mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap armada bus yang beroperasi.

Pemeriksaan dimulai dari mesin, lampu, sistem kemudi, roda dan kelengkapan keselamatan.

“Kendaraanya laik jalan semua,” jelas Widjanarko, Selasa (26/4/22).

Setidaknya ada 20 kendaraan yang diperiksa secara acak. Hasilnya seluruh kendaraan dianggap laik jalan.

Dirinya menyebut telah bersurat pada PO untuk perawatan kendaraan bus, sehingga tetap laik jalan.

“Ada semua, pemecah kaca ada, P3K, APAR juga ada,” terangnya.

Jika ditemukan bus yang tidak laik jalan, maka akan diminta kembali ke garasi untuk diperbaiki.

Sementara itu Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Tulungagung, Suroso jelaskan dari tes urine terhadap 20 awak bus, semuanya dinyatakan negatif.

“Ini untuk deteksi dini narkoba untuk sopir bus,” jelas Suroso.

Jika ditemukan sopir yang positif, maka pihaknya bakal memproses yang bersangkutan, dan menghentikan sementara aktifitas mengemudinya.

Suroso menyebut, pengemudi yang berada di bawah pengaruh obat-obatan sangat berbahaya dan rawan sebabkan kecelakaan.

“Karena kalau ketagihan dia tidak bisa fokus, sehingga rawan timbulkan kecelakaan,” jelasnya (JP/t.ag/RG4)

Tag :

Berita Terbaru

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat tak hanya bermodal kekuatan fisik maupun keterampilan tugas, melainkan juga…

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

SURABAYA - Laporan masyarakat melalui hotline "Lapor Cak Eri" berhasil membongkar dugaan pungutan liar (pungli) terhadap calon pedagang di Sentra Wisata…

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

JAKARTA– KPK menemukan indikasi pengondisian hasil audit BPK di daerah lain saat mengusut dugaan suap audit Pemkab Muara Enim. Temuan tersebut diperoleh p…

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat melaksanakan uji coba penerapan aplikasi E‑Teguran di depan Gedung BPKB Mamuju, Rabu (2…

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan seorang pejabat Bea Cukai sebagai tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan suap importasi barang. P…

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

SURABAYA- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, menyoroti perencanaan pembiayaan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2025 usai mengikuti…