Kasus Pria Nikahi Domba, Kader NasDem Gresik Jadi Tersangka Penistaan Agama

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nur Hudi Didin Arianto (dua dari kanan) Anggota DPRD Fraksi NasDem Gresik yang jadi tersangka pria menikahi domba. Baca artikel detikjatim, "Sosok Kader NasDem Gresik yang Jadi Tersangka Kasus Pria Nikahi Domba" selengkapnya https://www.detik.com/jatim
Nur Hudi Didin Arianto (dua dari kanan) Anggota DPRD Fraksi NasDem Gresik yang jadi tersangka pria menikahi domba. Baca artikel detikjatim, "Sosok Kader NasDem Gresik yang Jadi Tersangka Kasus Pria Nikahi Domba" selengkapnya https://www.detik.com/jatim

i

GRESIK - Polres Gresik menetapkan 4 tersangka dugaan penistaan agama dalam video viral pernikahan manusia dengan domba di Gresik. Salah satu tersangka adalah anggota DPRD Gresik F-NasDem bernama Nur Hudi Didin Arianto.

Di situs resmi DPRD Gresik, Nur Hudi tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Gresik. Nur Hudi juga diketahui sebagai pemilik Pesanggrahan Keramat 'Ki Ageng' yang dijadikan tempat pernikahan nyeleneh pada 5 Juni 2022 lalu.

Dalam pernikahan itu, Nur Hudi berperan sebagai tuan rumah yang mewakili keluarga kambing betina bernama Sri Rahayu. Di video yang viral itu dia memakai serban putih, jubah, dan blangkon kuning.

Tampak di dalam video itu Nur Hudi menyambut pengantin pria Satrio Piningit yang diperankan Saiful Arif. Ia juga sempat terlihat mendoakan pengantin pria dan kambing betina setelah mengucapkan akad nikah.

Sebelum pernikahan pria dengan domba itu berlangsung Nur Hudi bahkan sempat membuat video undangan untuk hadir di hajatan unduh mantu yang ia selenggarakan.

Di dalam video berdurasi 36 detik itu, Nur Hudi mengenakan kemeja biru dengan motif kotak-kotak putih meminta agar warga bisa hadir dan mendoakan agar acara yang ia gelar mendapatkan berkah.

"Asalamualaikum warahmatullahiwabaraktu, monggo gus, benjing dinten Minggu tanggal gangsal, jam kale siang. Nek wonten medal, kulo undang hadir teng Pesanggrahan Keramat, Jalan Raya Jogodalu. Kulo wonten hajatan titik, badhe ngunduh mantu, empun mboten mbetoh nopo-nopo cek saget kumpul kalih konco-konco. Kulo butuh barokah dungane panjenengan. Ngoten mawon, kulo rantos. (Silahkan Gus, besok hari Minggu Tanggal lima, jam 2 siang. Kalau mau datang, saya undang di Pesanggrahan Keramat, Jalan Raya Jogodalu. Saya ada hajatan sedikit, mau unduh mantu (pernikahan), jangan bawa apa-apa, biar bisa kumpul bareng teman, saya butuh berkah dan doa kalian)," kata Nur Hudi dalam video tersebut.

Nur Hudi sempat meminta maaf, tapi MUI Gresik keluarkan fatwa para tersangka telah murtad.

Setelah video pernikahan pria dengan domba itu viral dan meresahkan masyarakat, khususnya muslim, Nur Hudi membuat klarifikasi permintaan maaf. Tujuan kegiatannya itu menurutnya hanya sebuah konten untuk mencari like dan pengikut yang banyak.

"Di awal sudah saya sampaikan ke teman-teman, kepada kiai, ini hanya konten supaya mendapat like yang banyak. Sudah saya pesan, jangan sampai ada yang menggunakan bahasa keagamaan apa pun. Tapi dalam prosesi (konten) keceplosan dan terlanjur tersebar," kata Nur Hudi saat memberikan klarifikasi permintaan maaf di Pesanggrahan Ki Ageng, Desa Jogodalu, Benjeng, Gresik pada Senin (6/6) lalu.

Oleh karena itu mereka meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan dari video itu. Menurutnya, ada kesalahpahaman yang membuat publik merasa tidak nyaman dengan adanya video itu.

"Kesalahan di video itu menimbulkan ketidaknyamanan di publik. Saya pribadi memohon maaf sebesar-besarnya, saya tidak bermaksud untuk melecehkan agama dan melecehkan budaya," katanya saat itu.

Meski sudah meminta maaf dan memberikan klarifikasi, MUI Gresik tetap mengeluarkan fatwa bahwa para tersangka itu telah murtad serta dianggap menistakan agama dalam pernikahan Satrio Piningit yang diperankan Saiful Arif dengan kambing betina bernama Sri Rahayu.

Bahkan, beberapa ormas di Gresik membuat aduan hingga menjadi laporan polisi atas dugaan penistaan agama. Usai diadukan ke polisi, Nur Hudi menutup pesanggarahan miliknya dari kegiatan paranormal.

Saat mendatangi lokasi pesanggrahan pada Jumat (10/6) lalu, dilansir dari detikJatim ditemui Alex yang mengaku adik Nur Hadi. Alex mengatakan jika tempat itu sudah ditutup dari aktivitas paranormal dan hanya dipakai untuk rapat anggota Partai Nasdem saja.

"Sudah tutup mas. Disuruh pemiliknya tutup. Kalau dipakai untuk rapat partai saja baru dibuka. Untuk aktivitas Paranormal sudah enggak ada," kata Alex, Jumat (10/6) sore.

Menurut Alex penutupan pesanggrahan itu dampak video pernikahan manusia dengan domba yang viral dan membuat warga resah. Apalagi, MUI Gresik sudah menetapkan pernikahan aneh itu sebagai bentuk penistaan agama meski disampaikan tujuannya hanya untuk konten.

"Sudah tutup. Disuruh pemiliknya (Nur Hudi) tutup. Kalau dibuat rapat partai saja baru dibuka. Untuk aktivitas seni budaya atau paranormal sudah enggak ada," tutup Alex. (DTK)

Tag :

Berita Terbaru

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

SURAKARTA— Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV di Keraton Surakarta Hadiningrat …

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…