SURABAYA - Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya tinggal dua bulan lagi. Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh beberapa kecamatan untuk menciptakan suasana kondusif jelang pesta demokrasi warga Kota Pahlawan tersebut. Salah satunya adalah rakor Cooling System yang digelar oleh tiga pilar Lakarsantri.
Rakor Cooling System tersebut digelar Rabu (7/7) malam. Seluruh lapisan masyarakat hadir. Rakor itu bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat mewujudkan pilkada yang damai.
Baca juga: DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur
"Tiga pilar, seluruh elemen masyarakat sama-sama punya tanggung jawab untuk menjaga Pilkada serentak 2024, khususnya di Surabaya berjalan aman dan kondusif," jelas Kapolsek Lakarsantri Kompol M Akhyar, Kamis (8/8/2024).
Akhyar mengajak seluruh masyarakat Lakarsantri untuk saling memantau. Jika ada indikasi kejanggalan maupun kecurangan pemilu, seperti money politic, polisi mengimbau warga untuk melapor.
"Mari kita awasi sama-sama. Ini pesta demokrasi yang harus kita sukseskan bersama," tambahnya.
Sementara itu, Camat Sambikerep Iin Trisnoningsih mengajak masyarakat untuk pro aktif dalam pemilu. Menurutnya, perbedaan dalam memilih calon pemimpin itu adalah hal yang biasa. Tantangannya adalah bagaimana beda pilihan itu tak sampai menimbulkan perpecahan.
"Mari sama-sama bersatu untuk mewujudkan lingkungan yang guyup dan rukun. Jangan jadikan perbedaan dalam pemilu sebagai pemecah belah, justru kita harus sama-sama menjaga lingkungan agar tak terhasut dengan gangguan-gangguan kamtibmas," pesan Iin.
Baca juga: Penuh Kehangatan, Peringatan Hari Lansia di Kapas Madya Baru Diwarnai Aksi Sosial
Salah seorang tokoh masyarakat Lakarsantri, Djoko Supangat sepakat dengan imbauan kapolsek dan camat. Dia menegaskan siap untuk mewujudkan pemilu yang kondusif.
"Kami mendukung penuh langkah Pak Kapolsek dan Bu Camat. Kami siap ciptakan pilkada kondusif," tegasnya. (*)
Editor : redaksibacasaja